Masih engkau membuang semua mimpi-mimpiku.
Engkau hentikan naluri kecintaanku padamu.
Tak terasa adil yang aku rasakan pada dirimu dan dirinya.
Perih hati tertindas keegoisan kalian sampai hancur semangatku.
Tolong,katakan kebodohanku yang berharap cinta kalian.
Tolong katakan kebencian kalian tentang keburukanku.
Aku bukanlah hal tersempurna dan bukan keabadian yang agung.
Aku hanya secuil tanah hitam yang terinjak dengan langkah kalian.
Aku terpuruk dan terus memendamkan kebodohanku.
Aku seolah benci pada beberapa langkah kalian.
Jika Tuhan menginginkan aku mati dan tiba waktuku.
Aku relakan semua waktu ini.
Karna waktu ini aku telah lelah dan tak sanggup lagi berdiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar