Jumat, 04 April 2008

Kenangan

Saat duniamu dalam kejenuhan maka pergilah kesamping hatimu dan berdo'alah agar kau tetap di situ
tuk temukan kisah masalalu
Jika semua tentang ingatanmu telah terhapus dari hatimu diamlah sejenak dengarkan bisik redup lagunya karna mungkin kan kau temukan kedamaianmu
Tetaplah kau berdiri disitu jangan kau pergi karna kau kan bercerita tentang kenanganku
Kau ingin pergi?bawalah aku dalam pelukmu agar aku tak kehilanganmu...
Kenanganku ceritakan padaku tentang cinta yang merah itu
Kenanganku ceritakan padaku tentang kemuliaan persahabatan
Bukalah semua cerita tentang hari kematian tanpa ingatanmu dan kesepianmu
Aku sungguh berharap dengan sebuah teman dalam lamunanku...
Sekarang bisakah kau hidupkan hatiku yang tak lagi berdiri ini?

Fuck you

Hai..sudah aku katakan padamu jangan kau panggil namaku karna aku tak suka ituHai..jangan kau sentuh aku karna aku muak padamuDulu kau jilat ludahmu tanpa rasa maluDan dulu kau berkhianat hanya tuk keegoisanmuHai..kau teman dalam kebencianku membusuklah dalam kemunafikanmuAku benci melihatmu hidup bagai anjing yang mengendus kotorankuKau busuk sebusuk mayat tak bertuan...anjing busukKau memang pantas busuk di liang itu seharusnya kau tak perlu di kubur karna kau tak punya tempatHai..kau tak usah bersujud tuk mengemis padaku bukankah kau telah potong tanganku?Aku tak lagi mampu membantumu..merankak lah seperti anjing !!Aku benci penghianatan yang kau buat dalam sekejapHai..tak usah merayuku karna telingaku telah tuli untukmuPergilah jauh dariku jangan ganggu akuFuck you...anjingku

Kamis, 03 April 2008

Aku Tak Mengerti

Anty,tetap terdiam dan tak peduli padaku kaupun masih kelamkan hati tuk rasa persahabatanku
Anty,aku masih tetap tak mengerti dengan semua lakumu yang terlontar padaku
Anty,sungguh pintaku hanya benarkan semua inginmu bukan rasa acuh yang kau berikan padaku
Anty,masihkah kau ingat tentang ungkapan yang aku ucapkan padamu?
Sampai rasa itu tak pernah berarti bagimu dan aku pulang dengan rasa kecewamu
Anty,rasaku masih ada tapi semua itu tak mungkin aku ungkapkan lagi padamu karna aku tak pantas untukmu
Sungguh aku tak mengerti dengan perasaan ini karna semua itu enggan pergi
Anty,rasa itu masih duduk dalam hati dengan penantian yang tak berarti
Anty,trimakasih tuk sepenggal melodi tangis hatiku

( HN : Bukan untuk Cinta (Antie))

Puisi

Jalan di depanku sekarang telah berkelok dan terjal
Pilihan hidup semakin rumit dengan kaki yang terluka
Aku masih tetap berdiri dan tak bergerak dari tempatku hidup
Seandainya hidup itu mudah dimengerti aq tak kan pernah merasa lelah
Tapi hidup itu misteri yang menyelinap masuk ke aliran darah
Sakit aku rasakan ketika misteri itu bergejolak tanpa kasihan padaku dia potong sari hidup
Jika aku memilih tuk damai ku inginkan hidup bersama malaikat-malaikat yang rindu kedamaian
Aku masih dalam kebimbangan sampai tak mempunyai kebenaran tuk hidup

Rabu, 02 April 2008

Malam ini

Sebelum aku terlelap sandingkanlah wajahmu tuk petunjuk mimpi malamku
Aku ingin kau mendekapku & belai keningku sebagai ketulusanmu
Kasih malam semakin larut dan tubuhku lelah layu
Ingin aq memelukmu sebagai teman tidurku yang panjang dan mungkin tak berujung
Malam ini aku terasa gundah gelisah sampai mataku enggan tertutup
Kasih bisakah kau panjatkan doa tuk tenangkan tidurku?aq takut dalam keheningan yang menyambut
Kasih selamat malam tuk hariku yang kan aku jelang bersamamu...

( HN : Untukmu Sheila)

Nyanyian Tangis

Mataku masih melihat gelap yang menutup pijakkan bumi
Telingaku masih mendengar jerit tangis orang-orang yang sakit
Hatiku masih busuk karna tangis mereka tak mampu membuka naluriku
Senyum mereka yang sayup memberi makna kasih yang terlupa
Dalam pedih mereka masih tersimpan rasa ikhlas & sabar
kepada Tuhan
Aku terlalu egois tuk melupakan mereka karna jasadku seperti mereka...

Masih Lemah

Musim ini aku telah beku tapi kemarau panjang langsung mengeringkan es hati
Sampai melelapkan malaikat maut yang kan mencabut nyawaku
Seharusny aku berjalan keatas bukit agar dapat melihat nafas indahmu
Tapi semua itu hanya mimpi karna aku tak lagi mampu berdiri
Kakiku lumpuh karna kau acuhkan aku & tanganku hilang karna perasaanmu kau lempar
Sekarang semua tak berarti hanya satu jiwa sepi yang menanti
Sungguh dalam hati aku ingin kau kasihani walau hanya tuk cadar misteri...

(HN : Bukan untuk Cinta)anthie

Selasa, 01 April 2008

Penantian waktu

waktu yang hilang tak pernah tergantikan
Deras hujan dan keringnya hati menjadi tanda kehampaan jiwa
tergolek lemah tak berdaya pada satu surga

Cinta semua waktu yang tercurah tak bisa aku kembalikan
walau hanya tuk senyum indah yang melekat dalam hati
Maaf cinta jangan tambah beban rasamu simpan saja semua sedihmu
atau buang saja ke palung hati yang gelap karna aku kan datang

Lelapkan tidurmu lah kasih karna awan cinta kan menemani hari-harimu
Kuatkan hatimu sebelum kau terbenam dalam mimpi
Dan demi penantian waktu yang tak berujung tetaplah pegang rasa ini
sampai aku kembali

(HN : Untukmu Sheila)

Kembali

Aku adalah waktu yang hilang tak pernah tergantikan karna jiwa.
Deras hujan dan keringnya hati menjadi tanda kehampaan jiwa.
Aku mati tergolek lemah tak berdaya karna engkau pergi dariku.
Aku menjadi buih kosong yang menghilang karna tiupan.
Aku adalah jiwa-jiwa sepi yang engkau tinggalkan.
Kembali..kembali padaku.

Tak Sampai

Di ujung sungai hatiku terdapat muara tungkai
Yang bercabang dan bersua ke lautan biru
Hai...hatiku yang beku pecahkanlah karang itu
supaya airku bisa mengalir ke laut
Hai...Jiwaku rangkai kembali ragaku yang remuk tertimpa
batu kesombongan itu yang gelap

Rasa tak mungkinku tangisi karna cinta tlah mati
Dan cinta ini tak mungkinku kenang karna semuanya telah hancur lebur

Entah air ini turun karna kata-kata kebohongan atau kejujuran
Yang tertelan dalam sekejap kemunafikan
Munkin dirimu terlalu naif untukku cintai
dari rasa suci yang aku ungkap hanya nada sederhana yang terlontar
Sungguh hatiku sakit karna kau pertanyakan keadaanku

Kau tak membenarkan kesungguhan cintaku bagai kebohongan yang berucap
dari mulut sang pencuri yang kan mati
A..Aku bukan pendusta yang kau terka dalam keegoanmu
A..aku tau aku tak sampai menggapaimu karna aku terinjak kepercayaanmu
berguling dalam warna yang gelap tanpa arti


(Dari HN : Bukan untuk Cinta (Anthie))

Senin, 31 Maret 2008

Dia Kembali Menangis (Sheila)

Kini langit kembali gelap menyembunyikan rahasia keindahan surga dunia
Entah apa yang terjadi hatiku terasa gundah dan gelisah berdamping rasa hampa
Tidak ada hal yang aku pikirkan selain putri mahkota hatiku yang tersimpan dalam
Aku bertanya pada langit tentang raut wajah sayupnya yang terlontar kesedihan itu mungkinkah kesalahanku yang terucap kembali menusuk hati putihnya

Perasaanmu sangat lembut bagai sutra dari surga yang membalut malaikat cinta
Dan cintanmu sangat tulus bagai sinar dunia yang tak pernah redup kepadaku
Sungguh bukan maksudku tuk melukai semua perasaanmu yang tercipta untuku
Tapi ini ungkapan hati yang terbuang agar tak membusuk dalam hatiku

Tenanglah kasih jangan kau sembunyikan keindahan dalam sedihmu karna hatiku masih milikmu yang selalu menemani langkahmu ketika terjatuh
Hilangkanlah kerut yang melekat di wajahmu karna aku tak suka melihatmu tersedu
Aku inginkan kau tetap tersenyum seperti malaikat cinta yang tak menyesal dari cinta

Kan aku ucapkan kata cinta dan saying kepadamu hingga kau kembali tenang
Walau semuanya tak pernah akan mengalir seindah sungai nil dengan muaranya
Kasih jangan menangis kembali karna hatiku kan merasakan kesedihanmu
Dan bukankah aku telah mengatakan bahwa hatiku adalah separuh hatimu?

Memang kasih aku tak memberi hatiku seutuhnya kepadamu karna separuhnya telah mati terbakar waktu dan terkubur jauh dalam bumi yang munkin tak pernah kembali
Maaf jika semua ungkapan ini menyakitkan tapi ini kenyataan dari pasung maut yang tertancap keras di atas kepalaku sampai setengah hatiku membusuk

Lihatlah jauh kedalam mataku jika kau temukan kebenaran dan keyakinan padaku atas semua rasa cinta kasih yang kau dapat dengan tangis itu
Sungguh aku tak menginginkan kau menangisiku karna aku tak pantas kau tangisi
Aku hanya mengingikanmu tersenyum indah dan tetap bersinar dengan separuh hidupku……Untuk kedamaian kisah dan kematianku

( Di ambil dari buku harian HN : Untukmu Sheila)

Cintakah Dia?(Anthie)

Mentari tlah bersinar emas dengan sambutan nyanyian alam
Sejenak aku terbangun dari selembar mimpi tuk melihat sinarnya di atas bukit
Aku pandangi sinar itu bagai garis-garis waktu yang menghimpit semangatku
Kemudian aku tanyakan keresahan hatiku padanya tentang cinta yang bersembunyi dalam hati yang belum lama mati dan tersiram rasa benci

Aku bercerita kepadanya tentang wanita yang mengisi hatiku dengan duri-duri madu
Sampai hatiku terlalu manis tuk dinikmati dengan perdu
Mentari tahukah dia bahwa aku masih merindunya dalam ruang hati ini?
Tahukah dia tentang rasa yang pernah aku janjikan kepadanya?

Mentari,bagaimana cara mendapatkan setitik senyum embun dipipinya?
Rasaku tlah kering sekering semangatku tuk mendapatkanya
Tunjukan padaku tentang kesucian cinta dan mahligai bunga yang berkembang bagai angin sejuk terhirup raga sebelum rasa ini terkubur mati
Kini gelora asmara merasuk raga bagai rantai neraka yang membelit sukma

Mentari,aku tlah terluka dan membusuk hanya tuk mengejarnya dalam mimpi
Dan kini kesadaranku hilang tertelan kemunafikan dan keegoannya
Sungguh aku tak mengerti dengan garis ikat yang dia berikan kepadaku
Memasukakan semangat tuk menunggu belai sayang tu curahan hatiku
Sampai kata-katanya mencabik-cabik semua perasaanku

Aku tak mengerti dengan arti senyumannya yang terhias dalam ruang hatiku
Semakin aku lihat denyut jantungku semakin meronta tuk berdetak keras
Tapi entah jiwa cintaku tak sampai kepadanya atau rasaku tanpa keyakinan yang mudah hilang terhempas waktu?hingga keraguan menghampirinya?
Sungguh aku mencintainya dengan segenap rasa yang aku punya

Mentari,rasaku kepada wanita itu telah menjadi padang pasir dengan kaktus yang menulis namanya dan mungkin kan hilang dan terkubur tapi nama itu kan aku jaga selayaknya kenangan dalam tembikar tua selayak kenangan mahkota karma aku tak mungkin tuk membeci atau mendustainya

Karna cinta itu untuk hati……..

( Di ambil dari buku harian HN : Bukan untuk Cinta Anthie )

Untukmu (Sheila)

Aku dapat wanita setelah dia bakar setengah hatiku yang busuk
Dengan setengah hati aku coba memberinya cinta dan ketulusan
Rasa yang tumbuh sedikit bergelora walau tanpa api membara
Aku tetap mengayuh untuk dirinya

Rasanya telah dia berikan kepadakau dengan berucap cinta dan kasih
Dia lambaikan belaian cinta kebelahan hatiku yang mati
Dia mencoba menyembuhkan setengah hatiku yang terbakar

Kasih akan aku coba sembuhkan hatiku yang terbakar ini tuk dirimu
Kan aku pinta malaikat tuk membawanya ke atas surga tuk ditaburi bunga cinta
Dan kan aku pinta iblis tuk memendam rasa kelam kedasar neraka agar setengah hatiku terisi penuh dengan semua perasaan cintamu

Ini semua untukmu walau yang aku lakukan tak sebanding dengan sepercik noda yang tertinggal dihatimu dan tak pernah terhapus
Kasih aku tak berjanji dengan cinta sejati karna jika besok aku mati janji itu tak berarti
Yang aku berikan kepadamu adalah sebuah usaha tuk benarkan keadaan cinta dan ketulusan yang dating dari hati terdalam
( Di ambil dari buku harian HN : Untukmu Sheila)

Salam untuk Dia (Setya)

Pagi ini terlihat cerah dengan warna biru menyelimuti bumi dan dihiasi awan putih
Aku terbangun dalam tidur yang panjang dari kenangan mimpi yang kelam
Saat aku keluar dan berjalan terlihat warna indah di depan mataku
Aku terdiam dan terpesona melihatnya atas semua keindahanya

Dia bagai malaikat dengan sayap putih yang datang dalam mimpiku dan memberiku secangkir air suci dari surga
Aku pandangi dirinya dengan hati yang terus bertanya tentang rasa ini yang menggelora

Lekuk tubuhnya bersinar terang seakan memanggilku tuk memilikinya
Sungguh keindahannya sempurna bagiku tuk mendekapnya
Saat dia gerakan lembut gemulai tangannya hatiku seakan berkobar
Kemudian saat sinar mentari menyelimutinya sayapnya berpedar dengan warna emas
Langkah kakinya seakan menghentikan waktu dan detak jantungku

Jika saja aku mendapatkannya akan aku jadikan pengantin hatiku sampai pendamping alur lagu pengiring surgaku
Jika saja aku memilikinya akan aku berikan separuh jiwaku untuknya dan hidup bersamanya dalam semua rasa

Namun jika dia tak melihatku kan aku suarakan isi hatiku padanya agar secangkir air suci itu terisi kembali
Akan aku katakan salam untuk dia


( Di ambil dari buku harian HN : Dia Malaikatku (Setya) bag.1 )

Sheila

Selamat pagi Sheila senyum sapa aku berikan untukmu
Dengan belaian cinta yang aku rasa padamu
Selamat pagi Sheila semoga pagimu indah
Seindah semangatmu tuk mengayuh hari

Sheila cepatlah bangun dari mimpimu
Bergegaslah tuk sajak melodi yang baru
Karna lembar kisahmu harus kau isi
Jangan biarkan kosong dan tak berarti

Sheila,mulailah dengan senyum cinta
Bermakna tuk hari-hari kenanganmu
Jangan lagi kau alirkan tangis yang tak berarti
Karna aku pun akan ikut menagis dalam sepi
Sheila beri makna sepi itu sebagai ungkapan rasa cintaku
Yang mengalir indah kedalam hatimu
Sheila jagalah itu sampai titik jenuhmu
Karna aku tak berharap kau mencintaiku sampai mati

Sedikit cintamu sudah cukup berarti bagiku
Sheila aku mencintaimu tak seperti kau mencintaiku yang sepenuh hati
Rasa takutmu tuk kehilanganku membuatku terpaku
Aku tak ingin melihat kesedihan saat kau kehilanganku
Aku tak ingin melihat tangis kepergianku
Terimakasih tuk cintamu

Sheila tetaplah tersenyum tuk hari-harimu
Jangan menangis tuk diriku…….
Aku kan mencoba menjagamu.

Kematian Sang Kekasih

Terbuang dalam mimpi masa lalu
Dalam kenangan yang mengharukan sampai bermimpi tanpa tepi
Kau mimpi malam tadi yang aku temui tuk aku dapati
Kau punya arti dalam hatiku dalam kegalauan dan keangkuhan
Dalam gelap dan tawa kau akan selalu disini untukku walau kau merasa sepi
Kegalauan menabur selimut hitam hingga menggucurkan tangisku
Tersedu dan terkapar dalam kesendirian hingga kau datang menyediakan tempat indah dalam hati
Aku selalu mecari tempat untuk singgahkan egoku yang menusuk hatiku
Namun semua kenangan akan terus berjalan
Sampai malaikat terhanyut dalam mimpinya
Kasih lihat lah malaikat itu melepaskan sayapnya
Dia putus asa karna cinta belum menyentuhnya
Dia menebarkan peluh diatas tangis yang mendalam
Kasih kau cinta yang tercipta untuku dan selamanya untukku
Jika alunan waktu akan memenggalku peganglah tanganku hingga aku mati
Karna kelak aku pasti kan mati dan meninggalkan gores kenangan
Saat itulah kau kuburkan semua percik air mata yang kau rasa
Sirami aku dengan tawa dan senyumu karna wangi tangismu adalah semangat kematianku
Dengarlah dinding hatiku dalam sajak berduri yang membelit lidahkuSampai mencekik semua nadiku itu dan tetap tersenyum saat kematianku

Teman

Setangku rasa baru menikam kalbu dan menjejali hati
Merasuk masuk mengalir lembut dalam nadiku
Beralun indah berdenyut satu dengan jantungku
Tidak bermaksud naïf atau munafik tuk terucap kata-kata cengeng
Tapi ini ungkapan hatiku kepadamu yang tulus

Dulu kita tertwa dan menangis bersama dalam genggaman satu jiwa
Kau bagian tubuhku yang menggenggam semangatku
Tapi semua telah berlalu dengan kenangan lalu
Entah perasaan kehilangan yang aku miliki untukmu
Tapi inilah sebuah kesedihan untukku yang membuat luka hati dan mengahapuskan memori bersamamu

Kini setangkup rasa itu masih tersimpan dalam hatiku
Sebagai kenangan persahabatan yang melebur menjadi satu
Terimakasih teman tuk senyum manismu
Terimakasih tuk kepercayaanmu sebagai temanku

Teman bisakah aku dapatkan teman sepertimu?

Akhir Jiwa

Aku lihat jauh matanya yang meredup kesedihan
Berungkapan tangis dan kebencian
Memanjakan keegoan yang terus terdiam
Kemudian dia berdiri dengan hati yang terinjak
Dan mengalirkan rasa tertinggal yang masih sepi

Dia berharap sebuah air suci kan mengahanyutkannya
Membawa dia pergi dari sebuah pijakan yang menawan
Namun air suci itu hanya mengusap wajahnya dan tak mampu membawanya
Dia tetap berdiri dengan peluh luka yang membalut tubuhnya

Kemudian hatinya berkata ungkapan
“Lihatlah dalam mataku dan temukan semua kenanganku”
“Lihatlah aku hidup antara kenyataan dan mimpi”
“Kenyataan dan mimpi itu tak akan pernah ada yang menghentikannya”
“Tapi gelap hati telah menutup mataku dan membungkusnya”
“Sekarang aku menghuni kenangan abadi”

Dia kembali terjatuh dengan serpihan hati disampingnya
Dia terlalu lelah tuk sadar
Dia terlalu lemah tuk berdiri
Hanya matanya yang mampu berkedip tuk kenangannya
Entah tangis apa yang dia beri dalam ujung hidupnya

Kematiannya penuh dengan kesepian yang mencekam
Dalam wujud hati yang kelam jiwanya masih tersenyum
Yaaa….
Kini dia mati meninggalkan bangkai busuk
Meninggalkan bekas yang kotor…

Suka dan cinta

Aku katakan aku suka padamu…..
Rasa suka yang datang dari kebencian….
Tapi aku tak mengatakan aku mencintaimu
Artikanlah suka itu dalam sajak penghormatan
Bukan sebagai cinta yang di agungkan penganutnya
Aku menyukai bintang yang bersinar terang
Tapi aku tak kan pernah mencintainya
Karna aku tak akan memilikinya
Aku tak pernah mengatakan cinta kepadamu……
Aku khalayak keegoan yang kau ciptakan
Tapi aku adalah kesombongan yang terbuang..
Suka adalah nilai dari rasa…
Tapi cinta adalah picisan dari hati
Lupakan tentang cinta yang terdalam
Karna kenyataan pasti kan melupakannya
Dan kebencian pasti menghapusnya
Cinta terlalu sulit tuk dimengerti
Walaupun itu malaikat cinta dia tak akan pernah mengerti
Jangan kau sombongkan cinta karna kau hanya tahu kata-katanya

Kebencian

Heninglah ragaku ketika suara hatiku tak lagi berderu
Tenanglah jiwaku dari mimpi-mimpi yang rapuh,
Dalam mimpi terkenang kebusukan hidupku bagai bulu emas yang melayang
Kini kurasakan kehampaan melipat daun hidup sampai jiwaku membisu
Telah aku kejar Dewi malam sampai titik semangatku tapi hanya kesedihan dan duka yang aku dapat,lalu kemanakah kebahagiaan dan keindahan tadi?
Kemarin jiwaku bagai karang yang menebar keangkuhan tak terbatas sampai ombak meluluh lantahkanku, kini jiwaku retak sampai lagu kematian menjemput
Kesedihan untukku karena aku meletakan pisau kematian di hatiku
Apa yang kau lakukan padaku?kau memaniskan hati dengan sayatan-sayatan kebencian
Kau tabur kesombongan dan keangkuhan dalam sebuah kata
Kau acuhkan aku hanya tuk tenangkan rasa dan kau lumpuhkan sendi-sendiku sampai aku tak lagi mampu berdiri….
Memang aku bukan nyanyian yang menopang semangatmu
Aku bukan tubuh yang duduk disampingmu tuk berbagi dukamu
Aku bukan bagianmu yang membantumu berdiri dan berjalan
Aku juga bukan mata dan telingamu sebagai penuntunmu
Aku bukanlah teman,shobat,kekasih atau sodaramu yang dapat kau sentuh
Aku hanya warna pelangi yang semu
Akulah kesedihan yang terbuang,tercampakan oleh keegoan
Terusir dari rasa yang menjadi pancung keegoisan….
Sebenarnya aku sangat membencimu karena kau telah tumpahkan kesombongan
Sebenarnya aku ingin mengubur dalam hatiku
Tapi gejolak rasa dendam terus mengalir masuk ke nadi menekan jantungku
Tubuhku memanas sampai aku kehilangan kesadaran mengobarkan semangat kebencian
Hingga bertumpu pada rasa keangkuhan abadi
Aku kan pulang dengan pikiran yang kosong
Aku kan pulang dari rasa kecewa dan kesedihan
Kan aku sandarkan pikiranku dan kupandangi pikiran yang tlah kosong itu
Dan akan aku isi kembali dengan kata-kata (“aku tak akan pernah menyerah sampai rasa hatiku puas,majulah wujudkan semua dan jangan sisakan mimpi”)

Kebimbangan

Saat ini aku terdiam dan membisu
karna satu belah pisau membelat leherku
Dia membelitkan nadi yang tertancap dalam sepi
entah itu indah atau tidak namun yang aku rasa hanya
kesengsaraan yang tak berujung

Lalu aku pejamkan mata tuk sekedar merasakan
Nyanyian malaikat sang maut yang berdiri di belakangku
Hati dan jiwaku semakin keruh saat dia terus mengatakan kematianku
dengan nada yang tinggi aku terus meronta tuk pergi

Mata maut itu menekanku sampai aku terkapar
dan bermimpi entah apa itu
Ingin aku bebas dari semua ini
Tapi cengkraman nadi yang membeku semakin kuat
dan melemahkan semangatku

Kemanakah aku haru mencari perlindungan yang akan
menentramkan aku?

Minggu, 30 Maret 2008



Dunia

Kemarin dunia itu gelap
dengan selimut tajam di pundak langit
Nyaliku menciut dengan separuh semangat dalam hati
Tapi dunia semakin gelap
Meninggalkan noda hitam yang meluluh lantahkan hidupku
Aku ingin temukan malaikat bersayap tuk temani malamku
walau hanya sebagai teman tuk berdiri

Haaaaah,,kini gelap dunia seakan berlalu namun kisah sedihku tak mau meninggalkanku
dia masih bergelantungan jauh dalam hatiku dengan pisau bersebrang
Aku masih takut tuk katakan kesedihanku kepadanya
Hanya bisikan yang tak bernaluri terlontar dari rasa galau

Dunia sekarang menggeserku ketepian jurang dengan seribu cacian busuk
Dunia semakin tertawa dengan kehimpitannya
Resah gundah dan gelisah tapi ini suatu kebencian yang dulu aku sombongkan

Maaf

Sheila hari ini kau menangis lagi entah dari jiwa yang luruh atau mati
Aku hanya bisa sepi dan tak berbunyi
Sheila seharusnya aku memberi senyuman lesung dipipimu
dengan sejuk sapa yang kan tertinggal mimpi
Tapi hari ini aku telah menyayatmu dengan kata tunggal hati

Bukan itu yang aku inginkan dari percik api yang terlontar dari kata-kata mendustai
Sungguh rasaku masih tinggi tuk terbang bersamamu
walau aku akan terjatuh dan mati aku tetap genggam sayapmu

Sheila inilah aku dengan keegoan yang terpancung
dalam hati yang mungkin tak akan pergi
Sheila sungguh ini buah hati yang kau tunjukan untuk sukamu kepadaku

Sheila maafkan aku jika aku terus melukaimu....

Menanti persahabatan

Dalam hatiku kau misteri hidup
yang kini gelap dan bisu
walau Aku tetap tegarkan badanku tuk melihatmu aku tetap lumpuh karnamu
Kini gelap semakin pekat dan kau tak mmberikn stitik cahaya untuku
sampai aku terdiam dan terpaku
ya,mungkin saja aku bukan orang di sampingmu yg menemanimu dalam suka cita,tapi sungguh rasaku telah miskin tuk mengatakan kau malaikatku,kau hanya balik cermin yg tak berbayang & kau hanya segumpal daging dengan keegoan,
ya..teman,rasaku telah miskin semiskin pengemis yang tak kau kasihi sekeping pun,entah aku mati atau hidup mungkin tak berarti,kadang aku merasa benci kepadamu karena kau di slimuti keegoan tapi itu tanpa arti...Anty,telah aku pahami rasa ini sampai sayap2ku hilang..
Anty,masih aku coba memenuhi dalam hati sampai kau mengerti tetang apa yang ingin aku dapati...dan jika kau bertanya padaku kenapa aku tetap menanti...aku harap kau telah mengerti...

Tak sama

Hari ini aku telah melihat hitam adalah putih smpai kebekuan mencair karna cahaya perak..
Aku ingat putih itu berwarna dengan sambutan indah di atas kepalaku..
Dulu aku lihat bulan tertutup awan hitam tapi kini stengahnya terlihat jelas..
Lentik bulu matanya menari-nari dalam cahaya malam dan matanya menerangi gelapnya tubuhku..
Awan hitam tak lagi menyingkapkan misterinya karna dia telah brgerak gemulai,,
aku perhatikan dia dari senyum lesung di wajahnya menjadikan aku terdiam dalam lamunan..
Aku lìhat bulan itu..
dia cantik bagai peri yang menari di atas rasa cinta..tanpa kesedihan & kangkuhan..

Teman siapakah kau?mengapa kau masih bersembunyi dalam gelap...
Ku rasakan menunggu adalah hal yg menjemukan,dalam kehampaan dan kesunyian tak mampu memutar kejujuran,,teman itu smua tetap kebohongan yang tertutup jubah hitam..teman apakah kau tak merasakan kebohongan itu? haaah....
lupakan teman tentang semua kebohongan karna titik senyum tlah melekat di wajahmu..
Teman menunggu (...) sudah sampaì senja dan darahku hambir membeku..tapi hatìku masih bersuara tentang (...)
Teman bisakah kau carikan obor malam yang mampu mencairkan semua itu?

Teman,sebuah intan tak kan sama dengan emas,begitu juga permata takkan sama dengan perak...

Hanya mengisi

Aku disini terdiam tak bicara
menunggu nyanyian burung yang kian menyiksa tentang persahabatan & kebencian

Aku dalam sesal & pedih terus mengalir indah meleburkan sebuah batas kehidupan
sebuah keangkuhan yang tak terlupa dari hati yang hancur menjadi serpih2

aku berharap kau menggenggam tanganku tuk sekedar melihat telunjuku
dan memberiku senyum hangat
tapi waktu kian berlalu melupakanku dan menguburku semakin dalam

Anty,kukatakan padamu tentang kebimbanganku & semua perasaanku
yang tak pernah terjawab
smuanya mengalir dengan tenang hingga tak terasa meracuniku

Teman,selama jantungku masih berdetak aq kan disini...
Teman,mungkin ini sebuah bualan dan omongkosong
tapi inilah sebuah ungkapan persahabatan tentang keegoan pasti

Teman,aku tak berbicara tentang cinta & aku tak berbicara tentang kebencian...
Waktu yg terhempas memukul pikiranku sindiranya perlahan mendekapQ & melupakanmu,tanda bayang yg berdiri tak lagi aq dapati hnya kucium aroma wangi dr bungamu,,
Anty,kisah ni hampir layu tanpa mu smua waktu kan berlalu,kau pendamping kisahku sbgai pelengkap crita dlm hatiku hingga tertoreh dlm lembr2 kenanganku,
Anty,terbangkanlah smua inginmu krna waktu pasti berlalu & ktika kau rindu panggillah jiwaku krna kisahku blm smpurna darimu,
Anty,da satu keinginanku untuk duduk di dekatmu smpai aq lihat manis redup jiwamu walau kau terlelap tak dlm dekapku,
Anty,aq tak brharap kau jd kekasihku tapi aq brharap kau mengisi kisahku untuk pengisi keindahanku...

Keterpurukan cinta

Teman,hari kasih sayang yg mereka puja telah lewat & hari ni adlh sebuah penantian cerita indah yg hanyut..
Mereka teriakan cinta di atas maut,tapi mereka tenggelamkan kejujurn ke dasar laut,,
Teman warna merah muda mengalahkan kesucian & ketulusan yg menjadi altar cinta,,
Teman,sadarkah mereka arti putih?sadarkah mereka arti hitam?aq rasa mereka hanya sadar akn kemunafikan...
Teman aq tak menyuruhmu tuk mencintaiQ tapi aq menyuruhmu mencari arti cinta,,
Teman,carilah cintamu & sucikanlah dia dari kemunafikan agar cinta mendapat keabadian..
Teman,aq tak ingin belaskasihanmu tapi roda hati yg aq mau krn aq ingin brjalan deganmu..
Teman,maafkan aq tak bisa menunjukan wujudku yg tersikap kain hitam & membusuk..
Teman,maafkan aq tak bernyanyi tukmu krn suaraku tlah luruh..
Teman,aq tau kau tak suka padaQ dari rendahny alunan keburukan hingga teracuhkan...
Teman,bukanny aq tak ingin mengungkapmu & diriku tapi karna kau memotong nadiku..
Teman,maafkn aq jika telah melukaimu bukan maksudku tuk membeciku..
Teman,bisikan nalurimu aq ingin mendengar lantunan kebencian padaku..
Teman,jangan lah kau diam & memendam smua kebencianmu...
Teman,bicaralah dgnQ hanya tuk menunggu kematianQ
Teman,jika kau tak suka pdQ katakanlah 'aq mencintaimu' & jika kau menyukaiku ktakanlah 'aq membencimu'
Anty,hari ini aq menangis luruh karena malaikat cinta membuang panah cinta ke jurang keputusasaan,
Anty,aq terdekap dlm gelap tnpa lingkaran kasih,lihatlah malaikat cinta memotong sayapny dgn cucuran air mata tak brbelai & tracuhkan.
Anty,malaikat tu kn mati krn cinta tak lg sebuah kepastiah ketulusan hati,sekarng aq tak mengetahui knp cinta begitu sulit di mengerti.
Anty,hiduplah cintamu dgn sbuah ktulusan agar malaikat cinta tak kn mati & tebarlah cintamu k hati setiap manusia tuk keindhan hti,
Anty,aq tak peduli jika cintamu tumbuh di lain hati yg jelas aq tak ingin cinta tu hnya sbuah kta,
Anty,kenalìlah cinta dgn ketulusan hati sebagai teman dlm hati yg slalu datang menemani...

Anty,percayalah cinta sejati kan menemani hari2 sampai kau mati...bukan lalu atau nanti...