Kini langit kembali gelap menyembunyikan rahasia keindahan surga dunia
Entah apa yang terjadi hatiku terasa gundah dan gelisah berdamping rasa hampa
Tidak ada hal yang aku pikirkan selain putri mahkota hatiku yang tersimpan dalam
Aku bertanya pada langit tentang raut wajah sayupnya yang terlontar kesedihan itu mungkinkah kesalahanku yang terucap kembali menusuk hati putihnya
Perasaanmu sangat lembut bagai sutra dari surga yang membalut malaikat cinta
Dan cintanmu sangat tulus bagai sinar dunia yang tak pernah redup kepadaku
Sungguh bukan maksudku tuk melukai semua perasaanmu yang tercipta untuku
Tapi ini ungkapan hati yang terbuang agar tak membusuk dalam hatiku
Tenanglah kasih jangan kau sembunyikan keindahan dalam sedihmu karna hatiku masih milikmu yang selalu menemani langkahmu ketika terjatuh
Hilangkanlah kerut yang melekat di wajahmu karna aku tak suka melihatmu tersedu
Aku inginkan kau tetap tersenyum seperti malaikat cinta yang tak menyesal dari cinta
Kan aku ucapkan kata cinta dan saying kepadamu hingga kau kembali tenang
Walau semuanya tak pernah akan mengalir seindah sungai nil dengan muaranya
Kasih jangan menangis kembali karna hatiku kan merasakan kesedihanmu
Dan bukankah aku telah mengatakan bahwa hatiku adalah separuh hatimu?
Memang kasih aku tak memberi hatiku seutuhnya kepadamu karna separuhnya telah mati terbakar waktu dan terkubur jauh dalam bumi yang munkin tak pernah kembali
Maaf jika semua ungkapan ini menyakitkan tapi ini kenyataan dari pasung maut yang tertancap keras di atas kepalaku sampai setengah hatiku membusuk
Lihatlah jauh kedalam mataku jika kau temukan kebenaran dan keyakinan padaku atas semua rasa cinta kasih yang kau dapat dengan tangis itu
Sungguh aku tak menginginkan kau menangisiku karna aku tak pantas kau tangisi
Aku hanya mengingikanmu tersenyum indah dan tetap bersinar dengan separuh hidupku……Untuk kedamaian kisah dan kematianku
( Di ambil dari buku harian HN : Untukmu Sheila)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar