Jalan di depanku sekarang telah berkelok dan terjal
Pilihan hidup semakin rumit dengan kaki yang terluka
Aku masih tetap berdiri dan tak bergerak dari tempatku hidup
Seandainya hidup itu mudah dimengerti aq tak kan pernah merasa lelah
Tapi hidup itu misteri yang menyelinap masuk ke aliran darah
Sakit aku rasakan ketika misteri itu bergejolak tanpa kasihan padaku dia potong sari hidup
Jika aku memilih tuk damai ku inginkan hidup bersama malaikat-malaikat yang rindu kedamaian
Aku masih dalam kebimbangan sampai tak mempunyai kebenaran tuk hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar