Ketikanya waktu terpaku didalam hati
Perjalanan memutar kebenaran yang mati
Bukan naluri yang terkhianati
Hanya saja keterbukaan yang disadari
Hirupan mimpi menjelajahi emosi
Ketakutan mendekati prasasti
Menghamburkan kebenaran dibuahi sepi
Jiwanya pergi tuk arah kematiannya
Seindahnya cinta menepuk hati
Menghelakan senyuman menanti mati
Aku mencoba menghentikan semua ini
Tapi ini hanya rasa imaginasi
Kamis, 30 Desember 2010
Minggu, 26 Desember 2010
ketepatan waktu
ketapatan waktu ini masih sangat jauh
kesesuain hati pun masih tak ku rasakan
bergejolak sepi meriuhkan sunyi
menepikan hati yang hampir mati
aku sepi diantara pemikiran berduri
meresapi perbedaan lantunan hari
aku ingin pergi menikmati mimpi
hingga aq tak bangun kembali
haaah.duniaku serasa mati
hanya kekosongan hati yg terlukai
mungkin kini aq hanya tergeletak mati
atau hanya menenggelamkan sunyi...
kesesuain hati pun masih tak ku rasakan
bergejolak sepi meriuhkan sunyi
menepikan hati yang hampir mati
aku sepi diantara pemikiran berduri
meresapi perbedaan lantunan hari
aku ingin pergi menikmati mimpi
hingga aq tak bangun kembali
haaah.duniaku serasa mati
hanya kekosongan hati yg terlukai
mungkin kini aq hanya tergeletak mati
atau hanya menenggelamkan sunyi...
Senin, 11 Oktober 2010
Hentian Hati
Suasanaku tak seindah pagi
Hanya gambaran kelam yang menyelimuti hati
Berbisik desir angin melalui nadi
Sekarang suasanaku hati kelam mati
Dengan keputusasaan kehidupan tadi
Tapi sebagian orang menghargai
Sebuah kebodohan dan kebencian diri
Entahlah semua ini hanya rasa sakit yang aku dapati
Tergeletak tapi membuatku tersakiti
Gambaran itu semakin menjadi
Diatas duri dibawah mentari
Hanya gambaran kelam yang menyelimuti hati
Berbisik desir angin melalui nadi
Sekarang suasanaku hati kelam mati
Dengan keputusasaan kehidupan tadi
Tapi sebagian orang menghargai
Sebuah kebodohan dan kebencian diri
Entahlah semua ini hanya rasa sakit yang aku dapati
Tergeletak tapi membuatku tersakiti
Gambaran itu semakin menjadi
Diatas duri dibawah mentari
Kamis, 16 September 2010
Kegalauanku
Mungkin aku sebuah jiwa dalam delima
Memikul kesendirian dan tangisan dalam keindahan
Mungkin aku sebuah raga terrentan
Merendahkan pijakan untuk sebuah pengakuan
Kini langkahku terputus nadi kosong
Dan suaraku terhapus hingga tak mampu melolong
Malam yang kelam menamburkan kepedihan
Menghitamkan hatiku dalam kekosongan
Tahukah kau aku kecewa semua ucap dan lakumu??
Dengan sayatan merah kelabu
Ya..mungkin saja aku sedang belajar berjalan dalam dosa
Atau aku sedang berjalan dalam keipickanku??
Semuanya tak bisa aku benarkan
Semuanya terlalu kelam hingga pandanganku kabur
Semuanya terlalu munafik tuk aku benahi
Kau berharap dihargai tapi kau tak mampu menghargai
Memikul kesendirian dan tangisan dalam keindahan
Mungkin aku sebuah raga terrentan
Merendahkan pijakan untuk sebuah pengakuan
Kini langkahku terputus nadi kosong
Dan suaraku terhapus hingga tak mampu melolong
Malam yang kelam menamburkan kepedihan
Menghitamkan hatiku dalam kekosongan
Tahukah kau aku kecewa semua ucap dan lakumu??
Dengan sayatan merah kelabu
Ya..mungkin saja aku sedang belajar berjalan dalam dosa
Atau aku sedang berjalan dalam keipickanku??
Semuanya tak bisa aku benarkan
Semuanya terlalu kelam hingga pandanganku kabur
Semuanya terlalu munafik tuk aku benahi
Kau berharap dihargai tapi kau tak mampu menghargai
Ramadhan
Bingkisan terindah telah kita dapati
Eloknya dunia tak lagi menandingi
Rasa haru melingkari hati
Kesombongan hati takhluk dan mati
Angan yang pergi enggan kembali
Hiasan kebesaran dan keagungan kita dapati
Riasan malam bergejolak menebarkan kedamaian hati
Alam bernyanyi dengan kesucian rohani
Melangkah pergi tuk menyambut datangnnya hari ini
Akankah kita hanya berlari dan memutarnya lagi?
Diantara kejujuran dan kebohongan abadi
Harapan lalu masih disini hanya berjalan ke tepi
Angin takkan terlihat diantara hati yang sunyi
Namun terlihat oleh hati yang suci
Apakah kita tahu yang kita nanti??
Melakukan keindahan dibulan ini?
Isyarat yang mungkin menandakan kita mati
Namun ini yang kita kehendaki.
Untuk mu atau untukku??
Namun kita atau untuk mereka?
Tak jelaskah ini semua?
Untuk Kebesaran-Nya atau simbol saja?
Kemana kita cari secuil kepastian diantara duri?
Seglintir orang telah mengakui bulan ini
Indahnya dan semua segala isi yang akan mati
Atau mereka hanya mengambil tak seutuhnya dari makna sejajarnya??
Pujian dan hiasan mereka adakan hanya dibulan ini
Ataukah kita melakukan ini hanya saat kita mengingat "Dosa dan Mati?"
Eloknya dunia tak lagi menandingi
Rasa haru melingkari hati
Kesombongan hati takhluk dan mati
Angan yang pergi enggan kembali
Hiasan kebesaran dan keagungan kita dapati
Riasan malam bergejolak menebarkan kedamaian hati
Alam bernyanyi dengan kesucian rohani
Melangkah pergi tuk menyambut datangnnya hari ini
Akankah kita hanya berlari dan memutarnya lagi?
Diantara kejujuran dan kebohongan abadi
Harapan lalu masih disini hanya berjalan ke tepi
Angin takkan terlihat diantara hati yang sunyi
Namun terlihat oleh hati yang suci
Apakah kita tahu yang kita nanti??
Melakukan keindahan dibulan ini?
Isyarat yang mungkin menandakan kita mati
Namun ini yang kita kehendaki.
Untuk mu atau untukku??
Namun kita atau untuk mereka?
Tak jelaskah ini semua?
Untuk Kebesaran-Nya atau simbol saja?
Kemana kita cari secuil kepastian diantara duri?
Seglintir orang telah mengakui bulan ini
Indahnya dan semua segala isi yang akan mati
Atau mereka hanya mengambil tak seutuhnya dari makna sejajarnya??
Pujian dan hiasan mereka adakan hanya dibulan ini
Ataukah kita melakukan ini hanya saat kita mengingat "Dosa dan Mati?"
Kembali
Tak kah kau dengar dalam kataku yang mati??
Tak kah kau tau semua perasanku ini??
Pernah kah kau sadari sedalam apa luka ini??
Percik kata dan kalimatmu mengusangkan hati
Hingga semua bertekuk pada kebutaan jati diri
Mungkin kau simbol keindahan hati
Dan gambaran kebesaran Sang Ilahi
Tapi aku tetap tak mengerti
Dengan semua yang kamu seleksi
Mengucap sebuah kata janji dan mendaki
Memang itu kehidupanmu yang hakiki
Memang itu kebebasanmu yang kau miliki
Sampai aku tak sanggup tuk mendekati
Sampai aku mati dalam tawamu saat ini
Semua itu mungkin tak berarti
Tapi ingatlah katamu hari ini
Karena semua itu akan membawaku kembali.....
Tak kah kau tau semua perasanku ini??
Pernah kah kau sadari sedalam apa luka ini??
Percik kata dan kalimatmu mengusangkan hati
Hingga semua bertekuk pada kebutaan jati diri
Mungkin kau simbol keindahan hati
Dan gambaran kebesaran Sang Ilahi
Tapi aku tetap tak mengerti
Dengan semua yang kamu seleksi
Mengucap sebuah kata janji dan mendaki
Memang itu kehidupanmu yang hakiki
Memang itu kebebasanmu yang kau miliki
Sampai aku tak sanggup tuk mendekati
Sampai aku mati dalam tawamu saat ini
Semua itu mungkin tak berarti
Tapi ingatlah katamu hari ini
Karena semua itu akan membawaku kembali.....
Selasa, 27 Juli 2010
Pagi ini
Pagi ini mataku terbuka dalam keadaan mati
Suasana keindahan yang terlewati terasa sunyi
Gelap dan terang tak mampu mengobati
Tuk kedukan yang aku alami di hari ini
Bias mata sang mentari menatapku dari celah hati
Mengoyak hangat dengan ratapan kebusukan hati
Haaah, rasa rayunya tak aku nikmati
rasa layunya hanya aku pandangi dan aku tepi
Dia disana menikmati dunia yang fana ini
Berdiri tegap dengan tawa di sebelah perutnya
Dia tak peduli dengan hatiku ini
Hingga kebusukan tak pernah tau kemana aku pergi
Teman tahukah engkau dari tulisanku ini?
Tahukah engkau dari keinginanku ini??
Aku relakan waktuku yang sempit dan terhanyut
Menggenggam dan meniadakan kematian..
Suasana keindahan yang terlewati terasa sunyi
Gelap dan terang tak mampu mengobati
Tuk kedukan yang aku alami di hari ini
Bias mata sang mentari menatapku dari celah hati
Mengoyak hangat dengan ratapan kebusukan hati
Haaah, rasa rayunya tak aku nikmati
rasa layunya hanya aku pandangi dan aku tepi
Dia disana menikmati dunia yang fana ini
Berdiri tegap dengan tawa di sebelah perutnya
Dia tak peduli dengan hatiku ini
Hingga kebusukan tak pernah tau kemana aku pergi
Teman tahukah engkau dari tulisanku ini?
Tahukah engkau dari keinginanku ini??
Aku relakan waktuku yang sempit dan terhanyut
Menggenggam dan meniadakan kematian..
Sabtu, 03 Juli 2010
Bercerita
Aku tak melangkah dalam gelapnya duniaku
Dan tak melangkah dalam putihnya sisi hatimu
Hingar-hingar kesendirian membutakannya diantara itu
Ingatan tak tercipta lebih banyak dan tak bergerak
Namun aku berharap terekam dalam ingatanku
Dan ketika itu semua ingatanku tua bersama umurku
Aku kan disi tuk sejenak menata memori
Riuh piuknya tak terdengar karena itu rahasiaku
Angin malam pun tak mampu membekukan hatiku
Hariku mungkin kan terasa panjang dari detik tirai harimu
Masa dan rahsia saat kita bercerita dalam ingtan semu
Aku ingin kau tersenyum tuk satu alasan ingatanku
Harapanku memoriku tersimpan disisi hatiku
A....kenapa aku memikirkanmu?
Rasaku terus terbentang dalam hatimu
Aku hanya ingin bercerita tentangmu
Hati ini mulai takhluk padamu
Aku terjepit antara keindahan dan kebenaran
Percayakah engkau dengan ini??
Dan tak melangkah dalam putihnya sisi hatimu
Hingar-hingar kesendirian membutakannya diantara itu
Ingatan tak tercipta lebih banyak dan tak bergerak
Namun aku berharap terekam dalam ingatanku
Dan ketika itu semua ingatanku tua bersama umurku
Aku kan disi tuk sejenak menata memori
Riuh piuknya tak terdengar karena itu rahasiaku
Angin malam pun tak mampu membekukan hatiku
Hariku mungkin kan terasa panjang dari detik tirai harimu
Masa dan rahsia saat kita bercerita dalam ingtan semu
Aku ingin kau tersenyum tuk satu alasan ingatanku
Harapanku memoriku tersimpan disisi hatiku
A....kenapa aku memikirkanmu?
Rasaku terus terbentang dalam hatimu
Aku hanya ingin bercerita tentangmu
Hati ini mulai takhluk padamu
Aku terjepit antara keindahan dan kebenaran
Percayakah engkau dengan ini??
Maaf Aku masih ada Tujuan
Aku tak berharap kau turun dari langit hatinya
Dan aku tak berharap kau meninggalkan singgah sana darinya
Hingga aku pergi carilah sejatimu disana
Ingatan ini akan aku persimpangkan tanpa aku tanya
Namun jika kau turun darinya dan bertanya
"Dimana duniamu berada? Dimana keindahannya?
Akan aku jawab " Duniaku hanya segenggam hatiku dan keindahanya hanya warna yang tampak dimata"
Riasan duniaku hanya terbilah cahaya jiwaku
Aku bagian dari cahaya itu yang berpedar dari nilai waktu
Halamannya duniaku hanya bertabur bunga liar dengan warna emas
Memelihara duniaku itu seperti bualan dan kekosongan yang lalu
Aku tak berharap jika kau akan masuk ke duniaku
Hargai saja semua yang telah kau punya
Anggap saja semua hanya serbuan kisah masa lalu
Rayuan ini jangan kau telaah lebih dari seribu waktu
Aku itu tak akan bertahan selama itu
Hari ini saja mungkin aku mulai beranjak pergi darimu
Aku akan menghilang dari ingatanmu
Pulanglah padanya jika kau merasa bahagia....
Dan aku tak berharap kau meninggalkan singgah sana darinya
Hingga aku pergi carilah sejatimu disana
Ingatan ini akan aku persimpangkan tanpa aku tanya
Namun jika kau turun darinya dan bertanya
"Dimana duniamu berada? Dimana keindahannya?
Akan aku jawab " Duniaku hanya segenggam hatiku dan keindahanya hanya warna yang tampak dimata"
Riasan duniaku hanya terbilah cahaya jiwaku
Aku bagian dari cahaya itu yang berpedar dari nilai waktu
Halamannya duniaku hanya bertabur bunga liar dengan warna emas
Memelihara duniaku itu seperti bualan dan kekosongan yang lalu
Aku tak berharap jika kau akan masuk ke duniaku
Hargai saja semua yang telah kau punya
Anggap saja semua hanya serbuan kisah masa lalu
Rayuan ini jangan kau telaah lebih dari seribu waktu
Aku itu tak akan bertahan selama itu
Hari ini saja mungkin aku mulai beranjak pergi darimu
Aku akan menghilang dari ingatanmu
Pulanglah padanya jika kau merasa bahagia....
Ku bosan
Sebenarnya semua ini mungkin hanya lelucon
Melihat ke langit dengan mata tertutup
Mendendangkan kepedihan diatas keramaian
Sebenarnya kita ini leluco
Menekuk malu pada kebodohan dan kemunafikan
Menatap masa depan dengan hal mudah
Jika matahari diterbitkan kita melupakan malam
dan jika malam datang kita merasakan kelelahan
Benarkah kita dalam kebodohan ini??
Benarkah ada diantara kita yang benar ada??
Sebagian dari kita mungkin hal yang terbaik
Tapi kebanyak dari kita adalah hal yang terburuk
Kita memamerkan semua yang kita punya
Menjunjung kemenangan dengan kesombongan
Dan kita meninggalkan kesediahan sesama
Dan berkata "Itulah hidup"
Aku bosan, bosan dengan semua yang terlihat kotor
Bosan dengan semua kemunafikan...
Melihat ke langit dengan mata tertutup
Mendendangkan kepedihan diatas keramaian
Sebenarnya kita ini leluco
Menekuk malu pada kebodohan dan kemunafikan
Menatap masa depan dengan hal mudah
Jika matahari diterbitkan kita melupakan malam
dan jika malam datang kita merasakan kelelahan
Benarkah kita dalam kebodohan ini??
Benarkah ada diantara kita yang benar ada??
Sebagian dari kita mungkin hal yang terbaik
Tapi kebanyak dari kita adalah hal yang terburuk
Kita memamerkan semua yang kita punya
Menjunjung kemenangan dengan kesombongan
Dan kita meninggalkan kesediahan sesama
Dan berkata "Itulah hidup"
Aku bosan, bosan dengan semua yang terlihat kotor
Bosan dengan semua kemunafikan...
Kamis, 10 Juni 2010
Dia kembali
Aku terasa mati ketika kata hujat kau tikamkan padaku
Dan serpihan hati kau pendam dalam palungku
Hinaan dan kesombongan pun kau berikan jauh dalam jiwaku
Insan yang mati itu tak mampu lagi membersihkan kehitamanku
Duniamu bukan lagi duniaku.....
Anganmu bukan lagi keinginanku...
Rahasiamu memanggilku tuk tidur dalam lamunan
Asa yang hilang menggeliat dalam hati dan perasaan
Hanya sisa-sisa serpihan yang tergores di angan tadi malam
Mata terlelap karna keindahan kekosongan
Andai kau itu tahu peringatan yang aku berikan
Haaah....aku semakin sakit dengan panas diatas ragaku
Andai, nama yang tertulis dalam bekas goresan masa lalu terganti olehmu
Ruang jalanmu yang jauh aku lapangkan untuk mimpimu
Aliran darahku semakin sesak dan menjauh darimu
Hiasan dinding hatiku mulai runtuh karena kebodohanmu
Akankah itu tanda berarti lagi dihatiku
Pemberkatan dalam tanda cinta?
Dan serpihan hati kau pendam dalam palungku
Hinaan dan kesombongan pun kau berikan jauh dalam jiwaku
Insan yang mati itu tak mampu lagi membersihkan kehitamanku
Duniamu bukan lagi duniaku.....
Anganmu bukan lagi keinginanku...
Rahasiamu memanggilku tuk tidur dalam lamunan
Asa yang hilang menggeliat dalam hati dan perasaan
Hanya sisa-sisa serpihan yang tergores di angan tadi malam
Mata terlelap karna keindahan kekosongan
Andai kau itu tahu peringatan yang aku berikan
Haaah....aku semakin sakit dengan panas diatas ragaku
Andai, nama yang tertulis dalam bekas goresan masa lalu terganti olehmu
Ruang jalanmu yang jauh aku lapangkan untuk mimpimu
Aliran darahku semakin sesak dan menjauh darimu
Hiasan dinding hatiku mulai runtuh karena kebodohanmu
Akankah itu tanda berarti lagi dihatiku
Pemberkatan dalam tanda cinta?
Rabu, 09 Juni 2010
tanpa judul
Lima waktu tiap hari terbasuh air wudlu
Membersihakan semua kejenuhan dunia untuk-MU
Kemarahan hati dan keegoan terbasuh rapi diatas air-MU
Kesucian teraliri dan mengembangkan kesesuaian hatiku
Aku hadapkan kedua tanganku tuk memohon kebesaran-Mu
Aku teku wajahku tuk menelan semua kemaluanku atas kebijaksanaan-Mu
Aku hadapkan diantara kerajaan-Mu diatas bumi dan dibwah langit
Mungkinkah ini mukzizat-Mu??
Membersihakan semua kejenuhan dunia untuk-MU
Kemarahan hati dan keegoan terbasuh rapi diatas air-MU
Kesucian teraliri dan mengembangkan kesesuaian hatiku
Aku hadapkan kedua tanganku tuk memohon kebesaran-Mu
Aku teku wajahku tuk menelan semua kemaluanku atas kebijaksanaan-Mu
Aku hadapkan diantara kerajaan-Mu diatas bumi dan dibwah langit
Mungkinkah ini mukzizat-Mu??
Cinta
Henting waktu terdetak..
memberikan nyanyian dalam kosongnya jiwa
Lembar-lembar warna menghias hatiku
Dengan rajutan bunga membentuk namamu
Rona wajah yang berpijar menenagkan kegelisahanku
menekuk dan memberikan arti kehidupan dari wujudmu
Khayalku selalu memberikan waktu untukmu
dalam penjagaan dan keindahan hatiku
Mungkinkah aku jatuh cinta padamu?
Mungkinkah perasaan ini untukmu??
atau hanya sebuah kelamunan palsu??
Tapi aku berharap padamu....
Berharap untuk mendekapmu dan menyayangmu
Berharap kau jadi miliku karena aku mencitaimu
Kan aku jaga kau seperti saudaraku
Menghormatimu seperti ibuku
menghargaimu sebagai seorang wanita
Dan mencintaimu seutuhnya karena kau kekasihku...
memberikan nyanyian dalam kosongnya jiwa
Lembar-lembar warna menghias hatiku
Dengan rajutan bunga membentuk namamu
Rona wajah yang berpijar menenagkan kegelisahanku
menekuk dan memberikan arti kehidupan dari wujudmu
Khayalku selalu memberikan waktu untukmu
dalam penjagaan dan keindahan hatiku
Mungkinkah aku jatuh cinta padamu?
Mungkinkah perasaan ini untukmu??
atau hanya sebuah kelamunan palsu??
Tapi aku berharap padamu....
Berharap untuk mendekapmu dan menyayangmu
Berharap kau jadi miliku karena aku mencitaimu
Kan aku jaga kau seperti saudaraku
Menghormatimu seperti ibuku
menghargaimu sebagai seorang wanita
Dan mencintaimu seutuhnya karena kau kekasihku...
Keindahan
Lautan panas ini menjadi beku karna keindahanmu
Kegelisahan yang tertancap dalam hati menelurkan perih yang tak terobati
Tak akan ada lagi kata ibarat yang menyudutkanku
Semua hanya imajinasi dan kebodohan abadi
Aaa..h, pergi saja kau dariku yang tak berarti
Bawa semua bejana kesejukanmu yang keruh itu
Hawaku sesak menahan setiap tarikan nafasmu
Menjemukan dan melelahkan jika terus kau bodohi
Apa yang kau mengerti untuk sebuah kata maki ini??
Kebencian atau sebuah kerinduan hati??
Mungkin saja kematian yang menghampiri rasa cinta ini
Kau berpijar dalam belahan hatiku sampai terangkat mati
ya kau itu bukan peri yang menggelamkan semua mimpi
tapi kau sebuah keindahan imajinasi....
Kegelisahan yang tertancap dalam hati menelurkan perih yang tak terobati
Tak akan ada lagi kata ibarat yang menyudutkanku
Semua hanya imajinasi dan kebodohan abadi
Aaa..h, pergi saja kau dariku yang tak berarti
Bawa semua bejana kesejukanmu yang keruh itu
Hawaku sesak menahan setiap tarikan nafasmu
Menjemukan dan melelahkan jika terus kau bodohi
Apa yang kau mengerti untuk sebuah kata maki ini??
Kebencian atau sebuah kerinduan hati??
Mungkin saja kematian yang menghampiri rasa cinta ini
Kau berpijar dalam belahan hatiku sampai terangkat mati
ya kau itu bukan peri yang menggelamkan semua mimpi
tapi kau sebuah keindahan imajinasi....
Rabu, 19 Mei 2010
And
Aku masih menyembunyikan sebuah nama dibalik hatiku
Di lamunan yang dalam membunyikan kepedihan dan sanjunganmu
Hari cerah berubah kelam ketika senyummu tak kembali memekarkan hatiku
Iringan lagu yang syahdu membuktikan kesungguhan perasaanku
Nama itu terus melekat didasar hati dan kenanganku
Diantaranya membukakan kejenuhan karna rasa kekecewaanmu
Rayuan yang aku buat tak berarti dalam detak waktu
Aku tak mamupu berdiri lagi jika kau meluapkan keegoanmu
Harapan akan semakin kosong dan kesombongan akan menaklukkanku
Malam yang dingin akan membekukan semua rasa yang terlewatkan untukku
Ayunan nada keedihan telah menghampiri jati diri tuk mematikanku
Hiasan hati dengan kerendahannya telah hancur bersama makna cinta
Aungan kegigihan tak menunjukan kesedihan yang aku alami
Raup wajah yang tersirat teta tak mampu menyembuhkan kerinduanku
Apapun itu aku menikmati sebuah kesesakan hidu yang menjepitku
Hari akan terus berlalu dan mungkin kau akan tetap jadi rahasiaku
Aku akan tetap berdiri dengan kelumuhan hati
Di lamunan yang dalam membunyikan kepedihan dan sanjunganmu
Hari cerah berubah kelam ketika senyummu tak kembali memekarkan hatiku
Iringan lagu yang syahdu membuktikan kesungguhan perasaanku
Nama itu terus melekat didasar hati dan kenanganku
Diantaranya membukakan kejenuhan karna rasa kekecewaanmu
Rayuan yang aku buat tak berarti dalam detak waktu
Aku tak mamupu berdiri lagi jika kau meluapkan keegoanmu
Harapan akan semakin kosong dan kesombongan akan menaklukkanku
Malam yang dingin akan membekukan semua rasa yang terlewatkan untukku
Ayunan nada keedihan telah menghampiri jati diri tuk mematikanku
Hiasan hati dengan kerendahannya telah hancur bersama makna cinta
Aungan kegigihan tak menunjukan kesedihan yang aku alami
Raup wajah yang tersirat teta tak mampu menyembuhkan kerinduanku
Apapun itu aku menikmati sebuah kesesakan hidu yang menjepitku
Hari akan terus berlalu dan mungkin kau akan tetap jadi rahasiaku
Aku akan tetap berdiri dengan kelumuhan hati
Andai
Angin malam ini hanya sebuah jawaban dari bilah mimpiku
Dengan daun dan dahan hidup yang tak berdampingan membaurkan inginku
Hiasan kemilau dihatiku mulai padam karna tertutup keindahanmu
Indahnya kesesuaian hati ini tak lagi tergores rasa malu
Namun sebuah rasa keegoan terus membayangimu dan mengecilkan asaku
Dunia terasa semakin menekuk jiwa ragaku dan terus menenggelamkan mimpiku
Andai kau pernah tau apa yang aku rasakan padamu sejak dulu
Rasa yang telah tercipta enggan tuk aku hancurkan
Arti yang aku buat hanya menyesakkan ingatan keburukan
Harapanku tuk memilikimu terpaku puncaknya kemunafikan
Memulainya atau mengakhiri tanpa memberikan apaun yang kau mintakan
Aku tersesat dalam pikiran sebagai tonggak kerendahanku padamu
Hidup ini terasa semakin deras dan berdetak semakin kencang
Angan terus begerjolak tuk memanggilmu dari pojok kebisingan
Riak kegembiraan tak lagi terbendung oleh kesediahan
Aku semakin memuja dan memelihara mimpi keasaanku dari keheningan
Hanya tatap mata yang terlempar menghanyutkan detak nadiku
Andai engkau tahu antara kehidupan dan kematianku untukmu
Perumpamaan ini tak akan pernah terjadi dalam tulisanku
Dengan daun dan dahan hidup yang tak berdampingan membaurkan inginku
Hiasan kemilau dihatiku mulai padam karna tertutup keindahanmu
Indahnya kesesuaian hati ini tak lagi tergores rasa malu
Namun sebuah rasa keegoan terus membayangimu dan mengecilkan asaku
Dunia terasa semakin menekuk jiwa ragaku dan terus menenggelamkan mimpiku
Andai kau pernah tau apa yang aku rasakan padamu sejak dulu
Rasa yang telah tercipta enggan tuk aku hancurkan
Arti yang aku buat hanya menyesakkan ingatan keburukan
Harapanku tuk memilikimu terpaku puncaknya kemunafikan
Memulainya atau mengakhiri tanpa memberikan apaun yang kau mintakan
Aku tersesat dalam pikiran sebagai tonggak kerendahanku padamu
Hidup ini terasa semakin deras dan berdetak semakin kencang
Angan terus begerjolak tuk memanggilmu dari pojok kebisingan
Riak kegembiraan tak lagi terbendung oleh kesediahan
Aku semakin memuja dan memelihara mimpi keasaanku dari keheningan
Hanya tatap mata yang terlempar menghanyutkan detak nadiku
Andai engkau tahu antara kehidupan dan kematianku untukmu
Perumpamaan ini tak akan pernah terjadi dalam tulisanku
Selasa, 04 Mei 2010
Benci
Jika waktu yang telah hilang itu kembali
Kata terindah akan memecahkan keheningan ini
Tapi jika waktu tak lagi kembali aq tetap begini
Dimana semua telah termaki oleh rasa benci
Hatiku mulai menjadi beku karena semua tlah terbang
Rasaku ini telah luntur karena ketentraman terusik
Oleh benang yang menenggelamkan mimpi dan khayalanku
Aku lelah karena perumpamaan yang terikat tinggi
Rasa kesombongan dan keangkuhan mungkin tak lagi tersingkir
Dengan keindahan yang terlihat dihatiku
Jika engkau tanyakan tentang laku dengan kebisuan
Akan ada pemahaman tentang kejujuran dan kebohongan
Aku tak akan aku berikan sebongkah luka ini
Karena ini hanya kesiaan belaka yang jauh
Tapi pandangan matamu tetap menerpaku dengan kenjangan
Sampai dimana jika langkah ku itu tergelatak mati?
Kata terindah akan memecahkan keheningan ini
Tapi jika waktu tak lagi kembali aq tetap begini
Dimana semua telah termaki oleh rasa benci
Hatiku mulai menjadi beku karena semua tlah terbang
Rasaku ini telah luntur karena ketentraman terusik
Oleh benang yang menenggelamkan mimpi dan khayalanku
Aku lelah karena perumpamaan yang terikat tinggi
Rasa kesombongan dan keangkuhan mungkin tak lagi tersingkir
Dengan keindahan yang terlihat dihatiku
Jika engkau tanyakan tentang laku dengan kebisuan
Akan ada pemahaman tentang kejujuran dan kebohongan
Aku tak akan aku berikan sebongkah luka ini
Karena ini hanya kesiaan belaka yang jauh
Tapi pandangan matamu tetap menerpaku dengan kenjangan
Sampai dimana jika langkah ku itu tergelatak mati?
Sejengkal saja
Sebenarnya aku tak ingin merangkai kata-kata tuk kedua kali
Menutupi keindahan hati dari cengkraman duri dan imajinasi
Dia telah pergi dari sisi dan tak akan aku harap kembali
Katamu itu telah mati dengan rasa sakit yang terus menghantui
Lihat ketika naungan kebencian melewati kemunculanku
Lihat ketika bisikan kemunafikan menelantarkan kesombonganmu
Ya, jika kau pandang matanya menggetarkan semua pelupukku
Tak akan yang akan aku hadirkan untukmu dan semua mimpimu
Jika dalam hatiku menceritakkanku dan semua kelemahanku
Maka katakan saja semua yang ada dalam benakmu
Tak usahlah kamu menyimpan sejengkal keasaan dalam kemunafikan
Namun jika dalam hatimu kau mendustaiku buang saja tongkat itu
sebagai petunjuk kematian yang akan datang padaku...sejengkal saja
Menutupi keindahan hati dari cengkraman duri dan imajinasi
Dia telah pergi dari sisi dan tak akan aku harap kembali
Katamu itu telah mati dengan rasa sakit yang terus menghantui
Lihat ketika naungan kebencian melewati kemunculanku
Lihat ketika bisikan kemunafikan menelantarkan kesombonganmu
Ya, jika kau pandang matanya menggetarkan semua pelupukku
Tak akan yang akan aku hadirkan untukmu dan semua mimpimu
Jika dalam hatiku menceritakkanku dan semua kelemahanku
Maka katakan saja semua yang ada dalam benakmu
Tak usahlah kamu menyimpan sejengkal keasaan dalam kemunafikan
Namun jika dalam hatimu kau mendustaiku buang saja tongkat itu
sebagai petunjuk kematian yang akan datang padaku...sejengkal saja
Senin, 03 Mei 2010
Menunggunya
Jika waktu yang sebenarnya tak lagi terekam dan tak lagi terbual
Dia dan jiwanya akan tetap terbang mengelilingku
Dan raganya akan menghangatkan semua kebekuan hatiku
Tapi sebuah kata yang lalu terpendam terlalu dalam
Sehingga dia tak lagi aku temukan di dasar hatiku yang kelam
Dia bukan kumpulan baris dawai dan juga bukan lintas mimpi
Dia hanya seorang peri dalam ingatanku yang mewarnai hati
Gerak langkahnya yang anggun menorehkan sebelah jiwa kesedihan
Hanya percikan air cinta yang sanggup aku katakan tanpa keindahan
Aku mencarinya dalam sudut mata sampai ke titik buta
Tapi hanya segaris detak jiwa yang melewati keningku
Garis itu melihatkan isi hatiku sampai dia pergi
Laguku bergejolak tuk mati dan bergemuruh tuk lenyap
Ruang kekosongan kembali tercipta dalam kesukaran
Cinta dan amarah bergolak menjadi perdu asam
Dan sebuahnya hatiku kembali tuk beku...
Dia dan jiwanya akan tetap terbang mengelilingku
Dan raganya akan menghangatkan semua kebekuan hatiku
Tapi sebuah kata yang lalu terpendam terlalu dalam
Sehingga dia tak lagi aku temukan di dasar hatiku yang kelam
Dia bukan kumpulan baris dawai dan juga bukan lintas mimpi
Dia hanya seorang peri dalam ingatanku yang mewarnai hati
Gerak langkahnya yang anggun menorehkan sebelah jiwa kesedihan
Hanya percikan air cinta yang sanggup aku katakan tanpa keindahan
Aku mencarinya dalam sudut mata sampai ke titik buta
Tapi hanya segaris detak jiwa yang melewati keningku
Garis itu melihatkan isi hatiku sampai dia pergi
Laguku bergejolak tuk mati dan bergemuruh tuk lenyap
Ruang kekosongan kembali tercipta dalam kesukaran
Cinta dan amarah bergolak menjadi perdu asam
Dan sebuahnya hatiku kembali tuk beku...
Ingin sempurna
Aku itu tak sehebat dia
Dan aku pun tak seindah dia
Haragaku seolah terinjak dengan semua ego
Inginku yang tinggi tertikam kebencian dirimu
Dunia ini menjadi mati dengan semua keburaman
Aku hanya ingin berdiri tuk bersiap berjalan kembali
Rahasia langit mungkin tak akan pernah terungkap
Anganku pun mungkin akan tetap menjadi khyalan
Cerita yang aku siapkan akan terbakar kebusukan
Harapan semakin kecil dengan ketiadaan untuk mendapatkanmu
Memejamkan mata hati yang terkekang kerinduan
Aku ingin sempurna seperti dia
Haragaku akan semakin tinggi dalam hidup
Anganku akan terwujud dengan keringatku
Rahasia langit kan terkuak
Andai itu terjadi kan aku percikan kedamaian untukmu
Harapan yang mati akan aku hidupkan kembali
Pertama dan terakhir hanya untukmu
Dan aku pun tak seindah dia
Haragaku seolah terinjak dengan semua ego
Inginku yang tinggi tertikam kebencian dirimu
Dunia ini menjadi mati dengan semua keburaman
Aku hanya ingin berdiri tuk bersiap berjalan kembali
Rahasia langit mungkin tak akan pernah terungkap
Anganku pun mungkin akan tetap menjadi khyalan
Cerita yang aku siapkan akan terbakar kebusukan
Harapan semakin kecil dengan ketiadaan untuk mendapatkanmu
Memejamkan mata hati yang terkekang kerinduan
Aku ingin sempurna seperti dia
Haragaku akan semakin tinggi dalam hidup
Anganku akan terwujud dengan keringatku
Rahasia langit kan terkuak
Andai itu terjadi kan aku percikan kedamaian untukmu
Harapan yang mati akan aku hidupkan kembali
Pertama dan terakhir hanya untukmu
Sahabat atau bualan??
Aku itu tak sempurna jika harus mengajarkan persahabatan
Dan aku tak seindah yang kalian katakan dalam pertemanan
Hirupan setiap nafas yang kita keram mungkin hanya bualan
Indah yang kita cipta mungkin juga hanya rasa enggan
Namun semua itu kita hargai sebagi pertemanan
Darah yang kita tuang hanya bergumpal pekat di angan-angan
Andai kita temukan sebuah tujuan yang menentukan.......mungkin
Resapi saja semua kisah kita teman
Agar kita dapat menentukan persoalan yang mungkin terlupakan
Cinta, cita itu apakah kesungguhan dan pengorbanan yang berlainan??
Harapan tuk sebuah kebersamaan tidakkah kita wujudkan??
Menangis atau tertawakah kisah yang kita buat ini??
Ataukah kita menunggu salah satu pengorbanan dari teman??
Harapan yang melambung tinggi itu sangat sulit dilakukan
Akupun tak sanggup jika menggapainnya tanpa kalian
Rasakan saja semuanya dengan bilah pisau yang kita tekan
Andai kita dapat menyatukan sebuah kepedihan dan kesedihan
Harapan tuk menanyakan kesungguhan mungkin terjadi sangat dalam
Andai kita berkorban demi teman mungkin kita temui kebersamaan
Percaya atau tidak akan sesuatu yang kita bedakan ini???
Aku tak mungkin memberi sebagian dari diriku karena jiwaku berbeda dengan kalian
Tapi yang aku tahu persahabatan dan cinta, dua tangan selalu berdampingan
Untuk mendapatkan semua yang tak dapat diraih dalam kesendirian
Semua berkata antara kita tentang kemurahan hati tuk memberikan apa yang kalian butuhkan
lebih dari yang kalian butuhkan, tetapi memberiku apa yang lebih kau butuhkan
dari pada yang aku butuhkan mungkinkah itu.....
aku mengagumi kalian yang membuka pikirannya kepadaku, aku hormati kalian yang mengungkapkan impian
Tetapi aku tersipu bahkan sedikit malu dimuka kalian yang melayaniku
Jiwa kita bagai kertas dan tinta,
Dan jika bukan karena hitamnya kita sebagian kita akan bisu
Dan jika kita bukan karena putihnya kita sebagian kita akan buta
entahlah itu perumpamaan mungkin saja hal yang sangat kosong
semua itu mungin saja hanya bualan semata tentang sebuah ikatan
Jika aku terka tanpa aku reka semua akan hilang
Jika aku resapi tapak jejak kita telah terhapus sebagian
Haaah, sebuah kisah ini entah berakhir dimana
Dan aku pun tak mengerti kisah ini berawal dari mana
Teman tahukah kalian kisah kita dimulai darimana??
Ataukah kita hanya tahu kisah kita berakhir dimana??
Kecewa ataukah hanya sebuah bualan??dengan semua kepalsuan??
Dan aku tak seindah yang kalian katakan dalam pertemanan
Hirupan setiap nafas yang kita keram mungkin hanya bualan
Indah yang kita cipta mungkin juga hanya rasa enggan
Namun semua itu kita hargai sebagi pertemanan
Darah yang kita tuang hanya bergumpal pekat di angan-angan
Andai kita temukan sebuah tujuan yang menentukan.......mungkin
Resapi saja semua kisah kita teman
Agar kita dapat menentukan persoalan yang mungkin terlupakan
Cinta, cita itu apakah kesungguhan dan pengorbanan yang berlainan??
Harapan tuk sebuah kebersamaan tidakkah kita wujudkan??
Menangis atau tertawakah kisah yang kita buat ini??
Ataukah kita menunggu salah satu pengorbanan dari teman??
Harapan yang melambung tinggi itu sangat sulit dilakukan
Akupun tak sanggup jika menggapainnya tanpa kalian
Rasakan saja semuanya dengan bilah pisau yang kita tekan
Andai kita dapat menyatukan sebuah kepedihan dan kesedihan
Harapan tuk menanyakan kesungguhan mungkin terjadi sangat dalam
Andai kita berkorban demi teman mungkin kita temui kebersamaan
Percaya atau tidak akan sesuatu yang kita bedakan ini???
Aku tak mungkin memberi sebagian dari diriku karena jiwaku berbeda dengan kalian
Tapi yang aku tahu persahabatan dan cinta, dua tangan selalu berdampingan
Untuk mendapatkan semua yang tak dapat diraih dalam kesendirian
Semua berkata antara kita tentang kemurahan hati tuk memberikan apa yang kalian butuhkan
lebih dari yang kalian butuhkan, tetapi memberiku apa yang lebih kau butuhkan
dari pada yang aku butuhkan mungkinkah itu.....
aku mengagumi kalian yang membuka pikirannya kepadaku, aku hormati kalian yang mengungkapkan impian
Tetapi aku tersipu bahkan sedikit malu dimuka kalian yang melayaniku
Jiwa kita bagai kertas dan tinta,
Dan jika bukan karena hitamnya kita sebagian kita akan bisu
Dan jika kita bukan karena putihnya kita sebagian kita akan buta
entahlah itu perumpamaan mungkin saja hal yang sangat kosong
semua itu mungin saja hanya bualan semata tentang sebuah ikatan
Jika aku terka tanpa aku reka semua akan hilang
Jika aku resapi tapak jejak kita telah terhapus sebagian
Haaah, sebuah kisah ini entah berakhir dimana
Dan aku pun tak mengerti kisah ini berawal dari mana
Teman tahukah kalian kisah kita dimulai darimana??
Ataukah kita hanya tahu kisah kita berakhir dimana??
Kecewa ataukah hanya sebuah bualan??dengan semua kepalsuan??
Meninggalkan semua Bagikan
Teman, Ingin aku menulis di antara angan dan dunia
Teman,Ingin aku menulis di antara keramaian dan kesunyian
Tapi jangan tanyakan tentang tulisan itu diantara kalian
Karena bukan diantara yang terlihat itu yang terbaca
Jika benang yang terikat terurai menjadi serbuk-serbuk
Hilangkan saja ingatan dipojok hati yang sempit itu
Karena bukan itu serbuk yang mematikan kita
Dan bukan itu sebuah pesan yang terlempar ke hati kita
Teman, Ingin aku melukis dasar air ketika sunyi sebagai kenangan
Teman, Ingin aku melukis di udara ketika canda tawa sebagai kemenangan
Tapi aku tak akan melukis dalam tanah tuk menguburnya lebih dalam
Karena sebenarnya aku tak ingin menyimpan semua itu
Tak ingin ada ingatan itu dan tak ingin ada khayalan itu
Namun jika sebuah likuk nyawa terhunus tak akan ada smua itu
Lihatlah disana sebuah kesempurnaan yang terlipat waktu
Walau kadan waktu itu semu dan terus berlalu
Lama..dan terasa cepat....atau sebuah...
Ketertinggalan waktu????
Teman,Ingin aku menulis di antara keramaian dan kesunyian
Tapi jangan tanyakan tentang tulisan itu diantara kalian
Karena bukan diantara yang terlihat itu yang terbaca
Jika benang yang terikat terurai menjadi serbuk-serbuk
Hilangkan saja ingatan dipojok hati yang sempit itu
Karena bukan itu serbuk yang mematikan kita
Dan bukan itu sebuah pesan yang terlempar ke hati kita
Teman, Ingin aku melukis dasar air ketika sunyi sebagai kenangan
Teman, Ingin aku melukis di udara ketika canda tawa sebagai kemenangan
Tapi aku tak akan melukis dalam tanah tuk menguburnya lebih dalam
Karena sebenarnya aku tak ingin menyimpan semua itu
Tak ingin ada ingatan itu dan tak ingin ada khayalan itu
Namun jika sebuah likuk nyawa terhunus tak akan ada smua itu
Lihatlah disana sebuah kesempurnaan yang terlipat waktu
Walau kadan waktu itu semu dan terus berlalu
Lama..dan terasa cepat....atau sebuah...
Ketertinggalan waktu????
Jumat, 30 April 2010
Tak ada cerita lagi
Sebuah kata yang terbuang itu telah menjadi abu
kekosongan dan keadaan menjadi semakin sunyi
lembah dan kediaman yang tak berarti telah tertapaki dan tak lagi mampu terobati
Aku semakin mati dalam keingkaran ini yang kau sesali
Teman tahukah engkau ini sangat berarti tuk sebuah kekuatan hati
engkau sangat berarti untuk jalanku pergi
dimana lagi sebuah cerita yang akan aku temui??
aku ingin menemuimu
kekosongan dan keadaan menjadi semakin sunyi
lembah dan kediaman yang tak berarti telah tertapaki dan tak lagi mampu terobati
Aku semakin mati dalam keingkaran ini yang kau sesali
Teman tahukah engkau ini sangat berarti tuk sebuah kekuatan hati
engkau sangat berarti untuk jalanku pergi
dimana lagi sebuah cerita yang akan aku temui??
aku ingin menemuimu
Langganan:
Postingan (Atom)