Angin malam ini hanya sebuah jawaban dari bilah mimpiku
Dengan daun dan dahan hidup yang tak berdampingan membaurkan inginku
Hiasan kemilau dihatiku mulai padam karna tertutup keindahanmu
Indahnya kesesuaian hati ini tak lagi tergores rasa malu
Namun sebuah rasa keegoan terus membayangimu dan mengecilkan asaku
Dunia terasa semakin menekuk jiwa ragaku dan terus menenggelamkan mimpiku
Andai kau pernah tau apa yang aku rasakan padamu sejak dulu
Rasa yang telah tercipta enggan tuk aku hancurkan
Arti yang aku buat hanya menyesakkan ingatan keburukan
Harapanku tuk memilikimu terpaku puncaknya kemunafikan
Memulainya atau mengakhiri tanpa memberikan apaun yang kau mintakan
Aku tersesat dalam pikiran sebagai tonggak kerendahanku padamu
Hidup ini terasa semakin deras dan berdetak semakin kencang
Angan terus begerjolak tuk memanggilmu dari pojok kebisingan
Riak kegembiraan tak lagi terbendung oleh kesediahan
Aku semakin memuja dan memelihara mimpi keasaanku dari keheningan
Hanya tatap mata yang terlempar menghanyutkan detak nadiku
Andai engkau tahu antara kehidupan dan kematianku untukmu
Perumpamaan ini tak akan pernah terjadi dalam tulisanku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar