Sabtu, 23 Agustus 2008

Sebuah kata untuk mereka

Ingatku dalam sebuah jalur hidup yang aku tatap
Mengembalikan sebuah harapan yang telah mati tertikam kesepian
Mengatakan rahasia yang belum terukir dalam bijak nadi
Semua kata yang ku berikan tak berarti dalam sebuah keinginan bagaikan ocehan yang tak bertepi
Mungkin saja sebuah kebosanan kan di tanggalakan tuk sebuah kata bijak
Tapi suaraku hanya bergema
Wahai kau yang berbalut dengan sebuah keputusanmu
Wahai kau yang tegar dengan semua ketenanganmu
Aku ucapkan sebuah kata yang mungkin akan mematikanmu
Kan aku luapkan kata yang hadir dalam semua kebohongan dan sebuah keputus asaan
Tuk kalian yang ada
Tuk kalian yang hilang dan menghilang
aku kan kembali dengan semua yang baru
Karna aku tak perlu menangis di hadapan kalian

Jumat, 22 Agustus 2008

Tanya

Aku berjalan menelusuri pinggir kota yang berbaris dengan indah
Terhunus rasa belas pada sang kakek tua yang menyapa senja hidup dengan keindahan kesedihan
Aku langkahkan kakiku dengan berat seakan meratapi sebuah kebodohan akan penderitaan kakek tua tadi
Langkah terus ku lakukan dan semakin jelah terlihat jejak tangis para penghuni keramaian ini

Mata yang kosong dengan raga yang membutakan tangisku mencoba tuk merangkul hatiku
Tak aku dengar mereka tertawa bahagia dengan kelembutan hati
Tangis dan noda menjadi hal yang biasa tanpa mendera dan mencaci

Kemudian aku tetap jalankan kakiku menelusuri semua langkah yang semakin mengikat
Kini mataku seakan tak mau melihat dengan sebuah kesombongan....
Yaah,,mungkinkah ini sebuah keberatan terhadap suatu perbuatan???

Pagi

(Xxx)
Tergrogoti waktu dalam sepi membawat pikiran melayang berangan tinggi
Aku tahu jam pasir tak lagi berlaku di dunia ini dan aku pun lelah tuk berusha kembali karna mungkin kebebasanmu malam tadi,telah aku renggut jauh hari.

(Aku)
Jauh hari itu sebuah kisah lalu yang menekuk sendi pikiranmu dan merendahkan semua mimpimu,Tmn tak ada kesian yang harus disesalkan karna sebuah laku yang salah,tetap lah brdiri dari sebuah mimpi yang mati.

(Xxx)
Ulu hatiku tak bisa menangis karna kepedulianku brawal dari yang tahu.jika memang kau rajaku,jauh hari itu terlalu lelah tuk disesali.

(Aku)
Bukanlah hati tuk menangis bukan raja juga yang menggengmnya,sebuah kenyatan dari rasa lelah yang menepuk jiwa,pejamkan mata dan kembalilah bernyanyi tuk pagi yang menanti

(Xxx)
mungkin aku masih bisa bernyanyi pagi ini tapi ada sedikit kecewaku bukan tuk dirimu atau siapapun tapi tuk diriku.kenapa tak aku susul alunan lagu sahabatku?aku beruntung tahu setiap lakumu dan kau tau apa tentang aku.

(Aku)
Aku tak tau tetang langit dan bumi yang aku tau,aku masih di antara mereka,aku brdiri dan terjatuh pun di antara mereka,karna tuk di antara mereka tak perlu menyamakan langkah

(Xxx)
Tak perlu menyamakan langkah bukan berarti ego muncul setiap saat
aku tau dasi kupu-kupu terjerat selalu lehermu dan kau takkan bisa menyangkal untuk selalu menyamakan langkah tuk berada diantara mereka.
(Aku)
Tak ada yang harus disangkal,karna bukan sesuatu yang merah.
Bukan malam yang menjemputnya,bukan pula pagi yang mematikannya,tiap orang pun mengharapnya tapi tak tiap orang mendapatkannya.

Sebuah cerita

Mundur kesebuah percik arti hidup yang hampir terlupa karna keegoan
Mengucurkan darah kenangan yang menghilang meresap di tanah kelahiran
Semua memenuhi setiap langkah dan tujuan masa depan dengan bayangan
untuk meletakan sebuah pemikiran tuk mencoba bebas dari rasa rindu

Keindahan pemikiran yang tercipta menyembunyikan pandangan mimpi yang melekat
Dalam sebuah simfoni dan mengalun nyata
Aku terjebak dalam lingkar waktu yang tak dapat hancur

Semua seperti hukuman bagiku dan semua hukum bukan kita yang membuat
Kita hanya menjalankannya sebagai kayuh hidup yang di jalani


aaa....h,semua itu membuatku sesak dan menghimpit rasa kecakapanku
biar saja mereka mengoceh dengan semua kebusukanku

Yaaah...sebuah kebusukanku yang tercipata dari kebohongan
Aku takmampu lagi membuat sebuah kepercayaan dalam sebuah keheningan..

hanya sebuah perak semangat yang masih aku terta dalam telapak tangan yang dingin...

Aku tak sendiri...aku katakan pada mereka aku masih berdiri dan masih kan berjalan tuk kembali mengahncurkan semua kegelapanku.

Ranting

Selemba angin menggoyahkan sejulur lidah dahan yang mengayun lembut
Mendesah dan berayun mengikuti aluran yang dikehendaki
Dahan bergerak dengan sejumlah gerakan mengingat rintihan daun

Berayun berbalik dan menghancurkan semua daun yang telah tua
Ranting bersolek di dalam angin tuk berunjuk kegigihan

Dia menunjukan sejumlah raga yang kosong dan tak pernah terisi dengan kegembiraan
Walau mungkin ranting itu kelak kan patah oleh usia dia terus mencoba

Menari...menari...menari...dalam senandung kesukaran

Sekarang musim tlah berganti dan daun yang memperindahnya telah hilang
Dia mengering sekering tanah tak terirama air...

(HN:20-08-2008)

Minggu, 17 Agustus 2008

Untuk Berubah

Cahaya pagi yang aku kejar kian mendekat dengan berbisik lirih seribu rahasia

Garis lurusnya menembus daya imaginasiku hingga melampaui harapan dan hayalku

Sejenak aku terbangun tuk berjalan merangkulnya sampai aku mendapatkan sebuah kisahmu

Lintas waktu berjalan kembali mengisi ragaku dengan jiwa baru yang begejolak

Deru keinginan seolah menjadi kenyataan yang semakin dekat dan berlabuh

Semua keadaan dan sekitarku menjadi sebuah petunjuk tuk sebuah hidup baru

Ini adalah kebenaran keinginan dari lipatan hati keruhku yang cerah

Ketika ini gerak hari tak lagi kelam karna aku tak peduli dengan keindahan

Mungkin tongkat kehidupan kan menuntunku ke jalan dimana aku bisa terdiam

Mungkin juga akan membawaku ke sakitnya terjatuh

Haruskah aku sembunyi?
Haruskah aku berlari?

Haah,semua sudah tak bersisa aku hanya punya jiwa dan raga

Aku hanya akan mencoba bertahan atau mengakhiri semuanya

Aku tidak akan kalah dan aku akan menangkan semua ini

Jika semua kesempatan telah terlupakan aku masih kan tetap melakukan apa yang menjadi tujuanku (HN : 19-06-2008)