Mungkin aku sebuah jiwa dalam delima
Memikul kesendirian dan tangisan dalam keindahan
Mungkin aku sebuah raga terrentan
Merendahkan pijakan untuk sebuah pengakuan
Kini langkahku terputus nadi kosong
Dan suaraku terhapus hingga tak mampu melolong
Malam yang kelam menamburkan kepedihan
Menghitamkan hatiku dalam kekosongan
Tahukah kau aku kecewa semua ucap dan lakumu??
Dengan sayatan merah kelabu
Ya..mungkin saja aku sedang belajar berjalan dalam dosa
Atau aku sedang berjalan dalam keipickanku??
Semuanya tak bisa aku benarkan
Semuanya terlalu kelam hingga pandanganku kabur
Semuanya terlalu munafik tuk aku benahi
Kau berharap dihargai tapi kau tak mampu menghargai
Kamis, 16 September 2010
Ramadhan
Bingkisan terindah telah kita dapati
Eloknya dunia tak lagi menandingi
Rasa haru melingkari hati
Kesombongan hati takhluk dan mati
Angan yang pergi enggan kembali
Hiasan kebesaran dan keagungan kita dapati
Riasan malam bergejolak menebarkan kedamaian hati
Alam bernyanyi dengan kesucian rohani
Melangkah pergi tuk menyambut datangnnya hari ini
Akankah kita hanya berlari dan memutarnya lagi?
Diantara kejujuran dan kebohongan abadi
Harapan lalu masih disini hanya berjalan ke tepi
Angin takkan terlihat diantara hati yang sunyi
Namun terlihat oleh hati yang suci
Apakah kita tahu yang kita nanti??
Melakukan keindahan dibulan ini?
Isyarat yang mungkin menandakan kita mati
Namun ini yang kita kehendaki.
Untuk mu atau untukku??
Namun kita atau untuk mereka?
Tak jelaskah ini semua?
Untuk Kebesaran-Nya atau simbol saja?
Kemana kita cari secuil kepastian diantara duri?
Seglintir orang telah mengakui bulan ini
Indahnya dan semua segala isi yang akan mati
Atau mereka hanya mengambil tak seutuhnya dari makna sejajarnya??
Pujian dan hiasan mereka adakan hanya dibulan ini
Ataukah kita melakukan ini hanya saat kita mengingat "Dosa dan Mati?"
Eloknya dunia tak lagi menandingi
Rasa haru melingkari hati
Kesombongan hati takhluk dan mati
Angan yang pergi enggan kembali
Hiasan kebesaran dan keagungan kita dapati
Riasan malam bergejolak menebarkan kedamaian hati
Alam bernyanyi dengan kesucian rohani
Melangkah pergi tuk menyambut datangnnya hari ini
Akankah kita hanya berlari dan memutarnya lagi?
Diantara kejujuran dan kebohongan abadi
Harapan lalu masih disini hanya berjalan ke tepi
Angin takkan terlihat diantara hati yang sunyi
Namun terlihat oleh hati yang suci
Apakah kita tahu yang kita nanti??
Melakukan keindahan dibulan ini?
Isyarat yang mungkin menandakan kita mati
Namun ini yang kita kehendaki.
Untuk mu atau untukku??
Namun kita atau untuk mereka?
Tak jelaskah ini semua?
Untuk Kebesaran-Nya atau simbol saja?
Kemana kita cari secuil kepastian diantara duri?
Seglintir orang telah mengakui bulan ini
Indahnya dan semua segala isi yang akan mati
Atau mereka hanya mengambil tak seutuhnya dari makna sejajarnya??
Pujian dan hiasan mereka adakan hanya dibulan ini
Ataukah kita melakukan ini hanya saat kita mengingat "Dosa dan Mati?"
Kembali
Tak kah kau dengar dalam kataku yang mati??
Tak kah kau tau semua perasanku ini??
Pernah kah kau sadari sedalam apa luka ini??
Percik kata dan kalimatmu mengusangkan hati
Hingga semua bertekuk pada kebutaan jati diri
Mungkin kau simbol keindahan hati
Dan gambaran kebesaran Sang Ilahi
Tapi aku tetap tak mengerti
Dengan semua yang kamu seleksi
Mengucap sebuah kata janji dan mendaki
Memang itu kehidupanmu yang hakiki
Memang itu kebebasanmu yang kau miliki
Sampai aku tak sanggup tuk mendekati
Sampai aku mati dalam tawamu saat ini
Semua itu mungkin tak berarti
Tapi ingatlah katamu hari ini
Karena semua itu akan membawaku kembali.....
Tak kah kau tau semua perasanku ini??
Pernah kah kau sadari sedalam apa luka ini??
Percik kata dan kalimatmu mengusangkan hati
Hingga semua bertekuk pada kebutaan jati diri
Mungkin kau simbol keindahan hati
Dan gambaran kebesaran Sang Ilahi
Tapi aku tetap tak mengerti
Dengan semua yang kamu seleksi
Mengucap sebuah kata janji dan mendaki
Memang itu kehidupanmu yang hakiki
Memang itu kebebasanmu yang kau miliki
Sampai aku tak sanggup tuk mendekati
Sampai aku mati dalam tawamu saat ini
Semua itu mungkin tak berarti
Tapi ingatlah katamu hari ini
Karena semua itu akan membawaku kembali.....
Langganan:
Postingan (Atom)