Dihariku yang hitam dan kelam
Impian menembus peluh nadiku
Angan dan harapan hilang tak terbentang
Bila waktu datang menjelang
Engkau datang dengan memasukan kasih sayang
Namun waktu tak akan pernah datang
Indahnya pun hanya tercium diujung malam
Nisan bersahaja membungkam keindahan
Gelisah datang bersama angin malam
Kemilau hidup tak terpancung dikepalaku
Endapan nadi terpotong di ragaku
Kemuliaanku pun hilang dipelukku
Asa ini melelahkanku
Siapa engkau yang menguburku?
Ingatan tak terjadi dibayangan
Hanya hari dimana dia engkau memelukku
Ku ukur diantara bait sajakku
Untuk nama yang aku sebut kekasihku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar