Menatap cakrawala pagi dibatas ufuk
Dengan nyanyian desir angin berdebur ombak
Aku tatap setiap ujung ombak
Bergulung indah menapaki kaki
Matanya sayup menatap cincin berbinar
Tangannya rapuh dibalut kain bludru
Kakinya lemah bagai tiang memnegakkannya
Tubuhnya goyah tatkala diterpa angin pagi
Kesendiriannya mengatakkan padaku tentang kerinduan
Kesepiannya mengajarkanku tentang kepahitan
Penantiannya menunjukanku tentang kesetiaan
Tetapi caranya menatapku tak mengajarkanku kebahagiaan
Aku coba meraba langkahku, menatapnya dekat
Aku tatap matanya dan mulai berkata
Dalam hati, siapa dia?
Aku dekatkan tanganku di pipinya,,
Lembut dan sangat bersahaja
Aku berbicara ke hantinya,,,Mia
Dia wanita seutuhnya dengan kelemahan hatinya
Dia wanita lembut dengan kelemahan tubuhnya
Sabtu, 03 Maret 2012
Tak Mengerti Cinta
Aku hina yang terpenjara penyesalan
Kehilangan kehormatan diatas segalanya
Aku lumpuh tak bahagia
Menyesal pun tak dapat menyembuhkannya
Aku coba menahan rasa murka
Menahan perih semua dusta angkara
Tapi ini bukan cerita
Yang harus digelar dan dibaca
Ini aku, bukan boneka dunia
Yang tersentuh dan dinikmati saja
Aku hancur dalam kelam
Mengucur dalam tawa
Malamku semakin ternoda
Aku hanya pelampiasan nafsu saja
Kehilangan kehormatan diatas segalanya
Aku lumpuh tak bahagia
Menyesal pun tak dapat menyembuhkannya
Aku coba menahan rasa murka
Menahan perih semua dusta angkara
Tapi ini bukan cerita
Yang harus digelar dan dibaca
Ini aku, bukan boneka dunia
Yang tersentuh dan dinikmati saja
Aku hancur dalam kelam
Mengucur dalam tawa
Malamku semakin ternoda
Aku hanya pelampiasan nafsu saja
Menahannya
Jika kau disini mungkin akau kan sepi
Jika kau pergi aku kan mati
Dua dunia yang saling melengkapi
namun hati yang terpatri
Jika cinta yang tulus bersemi dalam hati
Tunjukan sinar karena hiasan hati
Semua yang membasahi bumi
Atau hanya tangismu yang abadi
Semua yang ada pada kita dan mereka
Hanyalah bagimu yang bergejolak
Tunjukan secercah dan segenggam mata
Melihat dunia yang tak berujung
Katakan padaku duniaku di lain sisi
katakan padaku duniamu ditepi mimpi
Cinta yang tulus atau hilang dalam semi??
hati suramku akan bersinar padamu
Buat hatiku tak berdaya
Bersama dan bersama mereka
Jika kau pergi aku kan mati
Dua dunia yang saling melengkapi
namun hati yang terpatri
Jika cinta yang tulus bersemi dalam hati
Tunjukan sinar karena hiasan hati
Semua yang membasahi bumi
Atau hanya tangismu yang abadi
Semua yang ada pada kita dan mereka
Hanyalah bagimu yang bergejolak
Tunjukan secercah dan segenggam mata
Melihat dunia yang tak berujung
Katakan padaku duniaku di lain sisi
katakan padaku duniamu ditepi mimpi
Cinta yang tulus atau hilang dalam semi??
hati suramku akan bersinar padamu
Buat hatiku tak berdaya
Bersama dan bersama mereka
Rabu, 29 Februari 2012
Sejenak waktu memutarkan lagu
Hari yang lalu tuk terdengar dihatiku
Ingatan yang layu ku coba meramu
Langkah ini menjadi sayu
Asal hati yang memang tak bersatu
Aku coba tapaki kembali
Niat yang pernah aku daki
Tapi itu semua hanya mimpi
Indahnya pun tak pernah kudapati
Alangkah indahnya hariku nanti
Dimana hati terajut cinta sejati
Hiasan dinding hati yang suci
Ingin aku miliki
Namun semua telah pergi
Dengan kekosongan tanpa arti
Aku tak pernah menyadari..
Hari yang lalu tuk terdengar dihatiku
Ingatan yang layu ku coba meramu
Langkah ini menjadi sayu
Asal hati yang memang tak bersatu
Aku coba tapaki kembali
Niat yang pernah aku daki
Tapi itu semua hanya mimpi
Indahnya pun tak pernah kudapati
Alangkah indahnya hariku nanti
Dimana hati terajut cinta sejati
Hiasan dinding hati yang suci
Ingin aku miliki
Namun semua telah pergi
Dengan kekosongan tanpa arti
Aku tak pernah menyadari..
Tak aku rasakan
Decak kaki lelah terkulai
Sandaran jiwa mati terpana
Mereka menerka dalam buaian jiwa
Tiupan angin mematikan angkara
Dia jiwa diantara jiwa
Dunia melambai remuk diangkasa
Kembali pada jiwaku yang hina
Mengotori noda yang sempurna
Aku tak terjaga walau bintang terluka
Aku tak merana walau bintang terluka
Awan hitam merona rasa
Dibalik batu kau perkasa
Menenggelamkan pikirku disudutku
Menekukku dalam hangarku
Mata hati tak terbuka
Menjelmanya akan tetap membunuhnya..
Sandaran jiwa mati terpana
Mereka menerka dalam buaian jiwa
Tiupan angin mematikan angkara
Dia jiwa diantara jiwa
Dunia melambai remuk diangkasa
Kembali pada jiwaku yang hina
Mengotori noda yang sempurna
Aku tak terjaga walau bintang terluka
Aku tak merana walau bintang terluka
Awan hitam merona rasa
Dibalik batu kau perkasa
Menenggelamkan pikirku disudutku
Menekukku dalam hangarku
Mata hati tak terbuka
Menjelmanya akan tetap membunuhnya..
Langganan:
Postingan (Atom)