Sabtu, 03 Maret 2012

Sinar Mia

Menatap cakrawala pagi dibatas ufuk
Dengan nyanyian desir angin berdebur ombak
Aku tatap setiap ujung ombak
Bergulung indah menapaki kaki

Matanya sayup menatap cincin berbinar
Tangannya rapuh dibalut kain bludru
Kakinya lemah bagai tiang memnegakkannya
Tubuhnya goyah tatkala diterpa angin pagi
Kesendiriannya mengatakkan padaku tentang kerinduan
Kesepiannya mengajarkanku tentang kepahitan
Penantiannya menunjukanku tentang kesetiaan
Tetapi caranya menatapku tak mengajarkanku kebahagiaan

Aku coba meraba langkahku, menatapnya dekat
Aku tatap matanya dan mulai berkata
Dalam hati, siapa dia?
Aku dekatkan tanganku di pipinya,,
Lembut dan sangat bersahaja
Aku berbicara ke hantinya,,,Mia
Dia wanita seutuhnya dengan kelemahan hatinya
Dia wanita lembut dengan kelemahan tubuhnya

Tidak ada komentar: