Malamku semakin sulit
Berbalut gelisah ditepian
Aku terkekang rasa
Tak menikmati malam yang kelam
Dalam gelap 2 dunia melintang
Tentang kebebasan dibawahnya
Aku tak mampu terpejam
Dari sebuah kejernihan dan kejenuhan
Tapi aku terlihat bahagia
Diantara semak dan kegelapan
Ada atau tidak semua ini
Masih atau hilang rasa ini
Noda hati dan pikiran memekik
Melumat rasa dihadapan malam
Aku tak mampu terpejam
Tapi malam mulai terbangun
Apa yang kau tau??
Minggu, 14 Agustus 2011
Kamis, 11 Agustus 2011
aku gila
Ceritakan pada meraka tentangku
Tunjukan kemerahanku yang terpendam
Jangan kau dekap atau pinjam kan aku
Dengar saja rintihan ini
Mulailah menatap dalam hatiku
menatap dari sisi lain duniamu
kau melihatku dan kau membelaiku
Tubuhku telah mati kaku
Pedarku telah redup
pendengaranku tak mau
jika itu adalah milikmu maka bungkam semua itu
Ini tulisan yang tak perlu engkau tau
tapi hanya untuk kau baca
dan ketika kau baca
aku merasakan keanehan padamu
seolah - olah kau adalah...
Tunjukan kemerahanku yang terpendam
Jangan kau dekap atau pinjam kan aku
Dengar saja rintihan ini
Mulailah menatap dalam hatiku
menatap dari sisi lain duniamu
kau melihatku dan kau membelaiku
Tubuhku telah mati kaku
Pedarku telah redup
pendengaranku tak mau
jika itu adalah milikmu maka bungkam semua itu
Ini tulisan yang tak perlu engkau tau
tapi hanya untuk kau baca
dan ketika kau baca
aku merasakan keanehan padamu
seolah - olah kau adalah...
Katakan
Jika kau melangkah dalam sepi
Aku akan segera menepi
Diantara buih dan sendiri
semuanya mati
Diatas bintang di bawah bumi
Malaikat mati tanpa arti
Kesediahan dan keindahan tak kau dapati
mengingat semua hanya mimpi
Pejamkan semua hasartmu
Kedapkan semua dengarmu
Laguku terdiam membisu
Hanya untukmu dan aku
Kita bersama
Mereka terluka
Kita terluka
mereka bahagia
Katakan pada ku tentang langit dan bumi
katakan padaku tentang mu dan tentangku
Aku akan segera menepi
Diantara buih dan sendiri
semuanya mati
Diatas bintang di bawah bumi
Malaikat mati tanpa arti
Kesediahan dan keindahan tak kau dapati
mengingat semua hanya mimpi
Pejamkan semua hasartmu
Kedapkan semua dengarmu
Laguku terdiam membisu
Hanya untukmu dan aku
Kita bersama
Mereka terluka
Kita terluka
mereka bahagia
Katakan pada ku tentang langit dan bumi
katakan padaku tentang mu dan tentangku
Jumat, 20 Mei 2011
Cinta Sesal
Dulu dalam hatiku lagu bersemi namamu
Dalam tidurku kau hadir disetiap mimpiku
Ditiap langkahku kau gengam tanganku
Dikesendirianku kau menemaniku
Ketika aku rapuh kau memelukku tuk gantikan jiwaku
Terpejam mataku memutar semua memoriku
Terpasak dan terhunus kepalsuanmu
Merahnya cinta berteriak lemah di jiwaku
Hangatnya kasih sayang tak lagi mengasihiku
Mata cintaku tak lagi membutakanku
Perjalanan dan janji hanya sebuah bingkai bibir
Nikmati cinta terpuruk karna dunia
Aku cinta hanya satu jiwa
Aku cinta hanya tuk kau bahagia
Mampuhkah kau memutar hatiku??
Tak cukupkah semua rajutanku?
Andai saja kau bukan yang aku pilih
Andai saja kau bukan yang aku cinta
Semua tak akan mematikan hatiku
Semua tak akan melukaiku
Hariku kini tanpamu dengan sisa kematianku
Berbagilah cinta dengannya
Dan aku berbagi cinta dengan penyesalanku..
Dalam tidurku kau hadir disetiap mimpiku
Ditiap langkahku kau gengam tanganku
Dikesendirianku kau menemaniku
Ketika aku rapuh kau memelukku tuk gantikan jiwaku
Terpejam mataku memutar semua memoriku
Terpasak dan terhunus kepalsuanmu
Merahnya cinta berteriak lemah di jiwaku
Hangatnya kasih sayang tak lagi mengasihiku
Mata cintaku tak lagi membutakanku
Perjalanan dan janji hanya sebuah bingkai bibir
Nikmati cinta terpuruk karna dunia
Aku cinta hanya satu jiwa
Aku cinta hanya tuk kau bahagia
Mampuhkah kau memutar hatiku??
Tak cukupkah semua rajutanku?
Andai saja kau bukan yang aku pilih
Andai saja kau bukan yang aku cinta
Semua tak akan mematikan hatiku
Semua tak akan melukaiku
Hariku kini tanpamu dengan sisa kematianku
Berbagilah cinta dengannya
Dan aku berbagi cinta dengan penyesalanku..
Minggu, 08 Mei 2011
Adakah Alasan Cinta??
Engkau berkata tentang apa yang kau cinta
Engkau pun bertanya tentang apa yang aku cinta
Sejengkal nada kau lempar dengn hujatan manis di mata
Kau berkata "Apa yang kau cinta??"
Aku berkata "Kau yang aku cinta"
"Kenapa kau mencintaiku?"
"Aku tak tak mengerti dan tak dapat mengungkapkan perasaanku"
"Tidakah ada alasan kenapa kau mencintaiku?"
"Sunggguh dalam hatiku tak ada alasan yang dapat aku jelaskan kepadamu"
"Lantas kenapa orang mengatakan cinta dengan beribu alasan?katakan padaku"
"Mungkin mereka mencintai dengan semua yang ada pada malaikat"
"Malaikat?bukankah itu belahan jiwa?"
"Ya, cinta karena suara yang merdu, perhatian, kecantikan, menemani, belaian dan semua yang dapat dirasakan"
Sejenak kau terdiam dengan mengusap tanganmu
Kau berkata "bukankan cinta memang seperti itu?"
Aku tersenyum dan mencoba mendekat
"Aku tak mampu menjelaskan cinta, darimana datangnya dan kapan hilangnya"
"Tapi kenapa kau dapat mencintaiku"
"Hmmmm...jika aku mencitaimu dengan semua suaramu, langkah gerakmu, belaimu, perhatianmu, tatapanmu, dan kebersamaanmu"
Aku terdiam sejenak memegang tangannya
"Kenapa kau hentikan?"
"Hmmmm, jika aku mencintaimu dengan alasan seperti itu maka aku berhak tak akan mencitaimu ketika kau tak bersuara, ketika kau tak mampu memelukmu, ketika kau tak ada disampingku, dan ketika kau tak mampu menatap mataku"
Helaian nafasku serasa sesak yang tak mampu menjelaskan kenapa aku mencintainya
".......Itulah cintaku tak ada yang bisa aku katakan padamu walau sehelai alasan untuk kau mencintaiku"
Engkau pun bertanya tentang apa yang aku cinta
Sejengkal nada kau lempar dengn hujatan manis di mata
Kau berkata "Apa yang kau cinta??"
Aku berkata "Kau yang aku cinta"
"Kenapa kau mencintaiku?"
"Aku tak tak mengerti dan tak dapat mengungkapkan perasaanku"
"Tidakah ada alasan kenapa kau mencintaiku?"
"Sunggguh dalam hatiku tak ada alasan yang dapat aku jelaskan kepadamu"
"Lantas kenapa orang mengatakan cinta dengan beribu alasan?katakan padaku"
"Mungkin mereka mencintai dengan semua yang ada pada malaikat"
"Malaikat?bukankah itu belahan jiwa?"
"Ya, cinta karena suara yang merdu, perhatian, kecantikan, menemani, belaian dan semua yang dapat dirasakan"
Sejenak kau terdiam dengan mengusap tanganmu
Kau berkata "bukankan cinta memang seperti itu?"
Aku tersenyum dan mencoba mendekat
"Aku tak mampu menjelaskan cinta, darimana datangnya dan kapan hilangnya"
"Tapi kenapa kau dapat mencintaiku"
"Hmmmm...jika aku mencitaimu dengan semua suaramu, langkah gerakmu, belaimu, perhatianmu, tatapanmu, dan kebersamaanmu"
Aku terdiam sejenak memegang tangannya
"Kenapa kau hentikan?"
"Hmmmm, jika aku mencintaimu dengan alasan seperti itu maka aku berhak tak akan mencitaimu ketika kau tak bersuara, ketika kau tak mampu memelukmu, ketika kau tak ada disampingku, dan ketika kau tak mampu menatap mataku"
Helaian nafasku serasa sesak yang tak mampu menjelaskan kenapa aku mencintainya
".......Itulah cintaku tak ada yang bisa aku katakan padamu walau sehelai alasan untuk kau mencintaiku"
Minggu, 01 Mei 2011
Aku jatuh cinta
Malam ini penuh bayangmu
Meniadakan sepi jiwaku
Melupakan penat ragaku
Mendekapku dalam emosimu
Mengilusikan suara hatimu
Malam mengoyak hatiku
Menderukan sayap waktu
Tahukah engkau aku mendambamu?
Menunggu waktu bersamamu?
Dalam benak ragaku
Kau leburan perhiasanku
Kejernihanmu parasmu
Kesucian jiwamu
Menekuk semua keegoisanku
Kau peri dalam nadiku
Putri dalam biliku
Obat tuk kerinduanku
Karna kau kesempurnaan memilikimu
Aku jatuh cinta padamu
Meniadakan sepi jiwaku
Melupakan penat ragaku
Mendekapku dalam emosimu
Mengilusikan suara hatimu
Malam mengoyak hatiku
Menderukan sayap waktu
Tahukah engkau aku mendambamu?
Menunggu waktu bersamamu?
Dalam benak ragaku
Kau leburan perhiasanku
Kejernihanmu parasmu
Kesucian jiwamu
Menekuk semua keegoisanku
Kau peri dalam nadiku
Putri dalam biliku
Obat tuk kerinduanku
Karna kau kesempurnaan memilikimu
Aku jatuh cinta padamu
Jumat, 29 April 2011
Lupaka dia
Sobat...
Waktu memaku kita
Terbuang ketepi langit
Menekan kekosongan
Tidakkah ada rasa buta
Sobat...
Lihat sebelah jiwa
Terbakar amarah keduanya
Lelahkah kau melangkah
Letihkah jiwanya kau nanti
Tinggalkan saja satu jiwanya
Benamkan saja katamu
Kembali lihat hatiku
Terbuang ketepi langit
Katakan padaku tentang hati
Lupakan dia yang lalu
Beri jalan hatiku
Tiadakan rasanya
Dan aku akan menemanimu..
Waktu memaku kita
Terbuang ketepi langit
Menekan kekosongan
Tidakkah ada rasa buta
Sobat...
Lihat sebelah jiwa
Terbakar amarah keduanya
Lelahkah kau melangkah
Letihkah jiwanya kau nanti
Tinggalkan saja satu jiwanya
Benamkan saja katamu
Kembali lihat hatiku
Terbuang ketepi langit
Katakan padaku tentang hati
Lupakan dia yang lalu
Beri jalan hatiku
Tiadakan rasanya
Dan aku akan menemanimu..
Dia
Terlihat sejenak semua kisahmu
Menepis mimpi masa lalu
Dia yang jauh tinggalkan mu
Tinggalkan semua inginmu
Sejenak aku lihat langkahmu
Mendaki mimpi hatimu
Di balik sepi rasa ragu
Dia tlah pergi darimu
Aku coba menggapaimu
Mengusap kening senjamu
Meniadakan kesedihanmu
Walau aku bukan kasihmu
Engkau lelah
Engkau letih
Pendam lelahmu
Hapus letihmu
Kuat hati kau tahan
Lemah raga kau simpan
Memutar bilik kenangan
Ketika dia disini
Dia telah pergi
Menghapus bersama mimpi
Dia telah pergi
Melukai sisi hati ini
Pergilah bersama mimpi
Maaf,aku tak dapat mencegahmu pergi.
Menepis mimpi masa lalu
Dia yang jauh tinggalkan mu
Tinggalkan semua inginmu
Sejenak aku lihat langkahmu
Mendaki mimpi hatimu
Di balik sepi rasa ragu
Dia tlah pergi darimu
Aku coba menggapaimu
Mengusap kening senjamu
Meniadakan kesedihanmu
Walau aku bukan kasihmu
Engkau lelah
Engkau letih
Pendam lelahmu
Hapus letihmu
Kuat hati kau tahan
Lemah raga kau simpan
Memutar bilik kenangan
Ketika dia disini
Dia telah pergi
Menghapus bersama mimpi
Dia telah pergi
Melukai sisi hati ini
Pergilah bersama mimpi
Maaf,aku tak dapat mencegahmu pergi.
Sabtu, 12 Maret 2011
Entah
Aku tulis kisah malam dalam mimpi
Memutar semua kejadian masa lalu
Tapi semua pasti hanya tingkahlaku
Aku malu pada sebuah katamu
Pada bilik hati bukan untukmu
Bilik hatiku memang bagian darimu
Ku coba menelan sebuah kebencian
Dalam sesak nafas dan kebencian
Semua terasa pahit
Kekosongan terus membayangi kehidupan
Memutar semua kejadian masa lalu
Tapi semua pasti hanya tingkahlaku
Aku malu pada sebuah katamu
Pada bilik hati bukan untukmu
Bilik hatiku memang bagian darimu
Ku coba menelan sebuah kebencian
Dalam sesak nafas dan kebencian
Semua terasa pahit
Kekosongan terus membayangi kehidupan
Kamis, 17 Februari 2011
Dia Untuk Naila Impian Api
Naila..
Buka waktu yang terbuang atas kehormatan
Tertutup kepuasan yang tersontak dalam kenikmatan
Mengeluh kesah dalam penyesalan dan kesediahan
Patah arah dan keheningan akan masa depan
Naila..
Buka semua hati dan perasaanmu
Buka semua arah dengarmu dan taburkan luka
Agar semua masa lalu hanya menjadi ceritamu
Naila..
Lentera waktu tak akan slalu merenggutmu
Rinthanmu menyudutkanku pada rasaku
Simpan semua tangis dan sesalmu
Aku masih disini untuk mendekapmu
Naila..
Jika waktu ini hanya sekedar tawa
Maka pergilah engkau bersama geloramu
Pergilah bersama semua angan dan nyala jiwamu
Karena aku tak akan menahan jiwamu
Buka waktu yang terbuang atas kehormatan
Tertutup kepuasan yang tersontak dalam kenikmatan
Mengeluh kesah dalam penyesalan dan kesediahan
Patah arah dan keheningan akan masa depan
Naila..
Buka semua hati dan perasaanmu
Buka semua arah dengarmu dan taburkan luka
Agar semua masa lalu hanya menjadi ceritamu
Naila..
Lentera waktu tak akan slalu merenggutmu
Rinthanmu menyudutkanku pada rasaku
Simpan semua tangis dan sesalmu
Aku masih disini untuk mendekapmu
Naila..
Jika waktu ini hanya sekedar tawa
Maka pergilah engkau bersama geloramu
Pergilah bersama semua angan dan nyala jiwamu
Karena aku tak akan menahan jiwamu
Minggu, 09 Januari 2011
Masih ada
Masih ada yang tertunduk pilu
Menatap mati keadaan palsu
Melontarkan keheningan mendayu layu
Mereka semua terbujur kaku
Melepaskan jiwa tanpa tangis
Memendam cita dan harapan
Menentukan tema hidup tanpa jurang
Menatap mati keadaan palsu
Melontarkan keheningan mendayu layu
Mereka semua terbujur kaku
Melepaskan jiwa tanpa tangis
Memendam cita dan harapan
Menentukan tema hidup tanpa jurang
Rabu, 05 Januari 2011
Lihat
Tatihku tertekan karena lelahnya hidup
Tubuhku memanjangkan kenangan masa lalu
yang tergeletak kaku
Ini langkahku yang tersendat karena batu
Ini lingkunganku yang gelap untuk waktu
Pilihan memekik dan mencekik ragaku
Melelahkan jiwaku membenamkan anganku
Jika waktu tak berganti smua tak berlalu
Tapi ini hidup yang menderaku
Tubuhku memanjangkan kenangan masa lalu
yang tergeletak kaku
Ini langkahku yang tersendat karena batu
Ini lingkunganku yang gelap untuk waktu
Pilihan memekik dan mencekik ragaku
Melelahkan jiwaku membenamkan anganku
Jika waktu tak berganti smua tak berlalu
Tapi ini hidup yang menderaku
Senin, 03 Januari 2011
Langkah
Langit tlah membiru
Detak jantung pun semakin mengeras
Jingkrak siulan bernada keras
Merasuk masuk mengalahkan rasa malas
Detang waktu berkutat panjang
Membelit jiwa yang terkuras
Aku langkahkan nadi dalam sendiri
Memimpikan keberhasilan yang hakiki
Terpejamkan langkah sejenak tuk meresapi
Semua naluri yang mungkin kan sepi
Memberikan kegembiraan yang mungkin nanti
Memantulkan rasa terpenuhi....
Detak jantung pun semakin mengeras
Jingkrak siulan bernada keras
Merasuk masuk mengalahkan rasa malas
Detang waktu berkutat panjang
Membelit jiwa yang terkuras
Aku langkahkan nadi dalam sendiri
Memimpikan keberhasilan yang hakiki
Terpejamkan langkah sejenak tuk meresapi
Semua naluri yang mungkin kan sepi
Memberikan kegembiraan yang mungkin nanti
Memantulkan rasa terpenuhi....
Minggu, 02 Januari 2011
Masih meragu
Aku termenung dalam desakan kebuntuan
Aku masih terbenam diantara kepercayaan
Menekuk raut akan kegagalan
Menekan hati tuk seolah perkasa diambang
Lemahnya hati menghitamkan pasir
Sakitnya jiwa melapukkan batuan
Semua perumpamaan hanya rayuan
Memetakan kekosongan yang tak terlukiskan
Angan dan dunia sudah ditangan
Tapi langkah terhenti tertahan
dalam pijakan yang tersulam duri
Aku takut akan luka yang kelam
dan membusuk dalam peraduan
Aku pelankan langkah dan berharap tak terjatuh
Sajak nyanyianku pun telah mencekikku
Menghimpit suara kesombongan
Semangatku ciut...
semangatku mati
dan semua seolah menghantui
Aku masih terbenam diantara kepercayaan
Menekuk raut akan kegagalan
Menekan hati tuk seolah perkasa diambang
Lemahnya hati menghitamkan pasir
Sakitnya jiwa melapukkan batuan
Semua perumpamaan hanya rayuan
Memetakan kekosongan yang tak terlukiskan
Angan dan dunia sudah ditangan
Tapi langkah terhenti tertahan
dalam pijakan yang tersulam duri
Aku takut akan luka yang kelam
dan membusuk dalam peraduan
Aku pelankan langkah dan berharap tak terjatuh
Sajak nyanyianku pun telah mencekikku
Menghimpit suara kesombongan
Semangatku ciut...
semangatku mati
dan semua seolah menghantui
Langganan:
Postingan (Atom)