Selasa, 24 April 2012

Melihatnya

Selalu aku melihat satu titik diantara gelap,
Awan keindahan diatas duri kehidupanku
Lama waktu datang untuk menantinya
Selama umur untuk mendapatkannya
Aku tercabik dalam malam hitam
Sesuai keadaan hanya satu bintang
Engkau pun tak tahu sebuah keindahan
Rangkainya masih melingkar diantara ilalang
Andai kau datang dengan seribu bintang

Nafasku mulai tersendat dipucuk kehidupan
Alunan lagu mengiringi kesediahan
Tapi semua itu adalah kenikmatan
Antara kenyataan dan mimpi yang bersebelahan
Dimana engkau meletakkan sebuah harapan
Isyarat kekelaman yang membahagiankan
Aku memelukmu dalam kelam



Senin, 23 April 2012

Namamu dibalik bait

Dihariku yang hitam dan kelam
Impian menembus peluh nadiku
Angan dan harapan hilang tak terbentang

Bila waktu datang menjelang
Engkau datang dengan memasukan kasih sayang
Namun waktu tak akan pernah datang
Indahnya pun hanya tercium diujung malam
Nisan bersahaja membungkam keindahan
Gelisah datang bersama angin malam

Kemilau hidup tak terpancung dikepalaku
Endapan nadi terpotong di ragaku
Kemuliaanku pun hilang dipelukku
Asa ini melelahkanku
Siapa engkau yang menguburku?
Ingatan tak terjadi dibayangan
Hanya hari dimana dia engkau memelukku
Ku ukur diantara bait sajakku
Untuk nama yang aku sebut kekasihku

Minggu, 22 April 2012

Pusi dariku: Simpan Saja Nafas Ini

Pusi dariku: Simpan Saja Nafas Ini: Detik waktu yang kita lewati hanya sebuah kehampaan Apa yang kau rasa hanya tiba diwaktu kelam Jika kau rasakan sebuah jalan diantara keme...

Simpan Saja Nafas Ini

Detik waktu yang kita lewati hanya sebuah kehampaan
Apa yang kau rasa hanya tiba diwaktu kelam
Jika kau rasakan sebuah jalan diantara kemenangan
Datang padaku dan peluk keluh kesahku
Jika kau hanya rasakkan kebahagiaan
Mendekat padaku dan bisikkan kata hatimu

Senyum dan tawa sebenarnya hanya sekejap
Takkah kau kira sedemikian jika kau tahu?
Saat aku tertatih dalam gelap
Saat aku terlalu suslit tuk membuatmu tersenyum
Kau lewati rasa itu hanya sehari
Menopang dan mencari bukan untuk kembali

Jika nafas tidak kan kembali
Fajar tak terbit, nikmati saja rindumu
Jika memang semua takkan kembali
Simpan saja nafas ini

Kamis, 12 April 2012

Maintenance Heavy Equipment

Secara umum, perawatan dapat didefinisikan sebagai usaha tindakan –tindakan reparasi yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi dan performance sebuah mesin dalam kondisi prima, tetapi dengan biaya perawatan yang rendah. Untuk menjaga agar kondisi dan performance dari mesin tidak menurun harus ada usaha –usaha teknis, sedangkan menekan biaya perewatan sampai serendah berhubungan dengan management. Sebagai alat yang berperan penting harus diperlakukan sebagai alat produksi, yaitu agar selalu ada dalam kondisi yang prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan downtime yang seminimum mungkin. Hal –hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan atau pemeliharaan yang baik. Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yangmenghasilkan downtime yang minimum atau tidak gampang rusak tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin. Berikut ini dapat dilihat beberapa kasus yang menajadi penyebab terjadinya kerusakan.

Kamis, 05 April 2012

Sekejap dan terpejam
Mata dunia mengembangkan sayapnya
Jiwa mati mengakurkan kesepian
Kau jiwa yang terkena pisauku
Kau raga yang menyembunyikan semangatku

Menepuk hati dan membelainya
Dalam hati tak tahu aku bertanya
Siapa dia yang aku punya
Kilangnya hanya mengambil rasaku
Membungkus kebusukan diadakan dihatinya

malam ku yang kela.

Minggu, 11 Maret 2012

Medekati harapan

Ketika ini aku terlahir dari sebongkah kenangan kesejukan
Menerima keluh kesah didaratan kepedihan
Diantara keindahan dan kenangan
Didalam cinta dan kasih sayang

Semua lagu yang terelakkan tak akan aku berikan
Untuk semua air mata yang terindah belum aku dapatkan
Aku..hanya sebongkah masalalumu
Hiasan diding di hatiku yang akan layu

Setapak kaki aku pijakkan untukmu
Dihatimu dan hatiku
Di cintaku tak dicintamu
Kepedihanku tak terasa lagi bagiku
Ditepis rindu yang membunuhku

Aku melihatmu dengan kesedihan dihatiku
Berharap kau akan menemukannku kembali

Rabu, 07 Maret 2012

Lihat mataku

Dalam gelap kau melupakanku
Dalam terang kau meninggalkanku
Di dunia hanya dirimu
Yang aku tunggu di masaku

Jika waktu memutarkan suaraku
Aku ingin tembok putih dihatiku
Kumengerti dan sejuta mawar hitamku
Dimana kau tahu semua kesepianku
Dengan nyanyian mimpi tak disampingku

Jangan kau pegang tanganku
Jangan kau genggam jemariku
Karena semua itu palsu
Lihatlah mataku
Mataku yang berisi kebisuan
Rasakan hatiku dengan kemarahan
Lihat kedalamku
Lihat jauh kedalam hatiku
Sebagai mimpi masa lalu ku

Lihat mataku

Dalam gelap kau melupakanku
Dalam terang kau meninggalkanku
Di dunia hanya dirimu
Yang aku tunggu di masaku

Jika waktu memutarkan suaraku
Aku ingin tembok putih dihatiku
Kumengerti dan sejuta mawar hitamku
Dimana kau tahu semua kesepianku
Dengan nyanyian mimpi tak disampingku

Jangan kau pegang tanganku
Jangan kau genggam jemariku
Karena semua itu palsu
Lihatlah mataku
Mataku yang berisi kebisuan
Rasakan hatiku dengan kemarahan
Lihat kedalamku
Lihat jauh kedalam hatiku
Sebagai mimpi masa lalu ku

Lihat mataku

Dalam gelap kau melupakanku
Dalam terang kau meninggalkanku
Di dunia hanya dirimu
Yang aku tunggu di masaku

Jika waktu memutarkan suaraku
Aku ingin tembok putih diahatiku
Kumengerti dan dengan mawar hitamku

Senin, 05 Maret 2012

Kesenangan dan kesedihan

Mataku tak melihat mataku
Bibirku tak berbicara bibirku
Namun semua itu terlalu dekat untukku
Telinga kudengar kabar menyejukkan
Namun damai tak aku rasakan
Senang atau gundah yang aku rasakan
tak sebatas hanya hunian

Kesepian dan tangisan tertawa jelas dalam hatiku
Dia dan mereka akan selalu ada untuknya
Ini ungkapanku yang tidak menentu
daikala aku jatuh dan terhenyak oleh mimpi

Sabtu, 03 Maret 2012

Sinar Mia

Menatap cakrawala pagi dibatas ufuk
Dengan nyanyian desir angin berdebur ombak
Aku tatap setiap ujung ombak
Bergulung indah menapaki kaki

Matanya sayup menatap cincin berbinar
Tangannya rapuh dibalut kain bludru
Kakinya lemah bagai tiang memnegakkannya
Tubuhnya goyah tatkala diterpa angin pagi
Kesendiriannya mengatakkan padaku tentang kerinduan
Kesepiannya mengajarkanku tentang kepahitan
Penantiannya menunjukanku tentang kesetiaan
Tetapi caranya menatapku tak mengajarkanku kebahagiaan

Aku coba meraba langkahku, menatapnya dekat
Aku tatap matanya dan mulai berkata
Dalam hati, siapa dia?
Aku dekatkan tanganku di pipinya,,
Lembut dan sangat bersahaja
Aku berbicara ke hantinya,,,Mia
Dia wanita seutuhnya dengan kelemahan hatinya
Dia wanita lembut dengan kelemahan tubuhnya

Tak Mengerti Cinta

Aku hina yang terpenjara penyesalan
Kehilangan kehormatan diatas segalanya
Aku lumpuh tak bahagia
Menyesal pun tak dapat menyembuhkannya

Aku coba menahan rasa murka
Menahan perih semua dusta angkara
Tapi ini bukan cerita
Yang harus digelar dan dibaca
Ini aku, bukan boneka dunia
Yang tersentuh dan dinikmati saja

Aku hancur dalam kelam
Mengucur dalam tawa
Malamku semakin ternoda
Aku hanya pelampiasan nafsu saja

Menahannya

Jika kau disini mungkin akau kan sepi
Jika kau pergi aku kan mati
Dua dunia yang saling melengkapi
namun hati yang terpatri
Jika cinta yang tulus bersemi dalam hati
Tunjukan sinar karena hiasan hati

Semua yang membasahi bumi
Atau hanya tangismu yang abadi
Semua yang ada pada kita dan mereka
Hanyalah bagimu yang bergejolak

Tunjukan secercah dan segenggam mata
Melihat dunia yang tak berujung
Katakan padaku duniaku di lain sisi
katakan padaku duniamu ditepi mimpi
Cinta yang tulus atau hilang dalam semi??


hati suramku akan bersinar padamu
Buat hatiku tak berdaya
Bersama dan bersama mereka

Rabu, 29 Februari 2012

Sejenak waktu memutarkan lagu
Hari yang lalu tuk terdengar dihatiku
Ingatan yang layu ku coba meramu
Langkah ini menjadi sayu
Asal hati yang memang tak bersatu

Aku coba tapaki kembali
Niat yang pernah aku daki
Tapi itu semua hanya mimpi
Indahnya pun tak pernah kudapati

Alangkah indahnya hariku nanti
Dimana hati terajut cinta sejati
Hiasan dinding hati yang suci
Ingin aku miliki
Namun semua telah pergi
Dengan kekosongan tanpa arti
Aku tak pernah menyadari..

Tak aku rasakan

Decak kaki lelah terkulai
Sandaran jiwa mati terpana
Mereka menerka dalam buaian jiwa
Tiupan angin mematikan angkara

Dia jiwa diantara jiwa
Dunia melambai remuk diangkasa
Kembali pada jiwaku yang hina
Mengotori noda yang sempurna
Aku tak terjaga walau bintang terluka
Aku tak merana walau bintang terluka

Awan hitam merona rasa
Dibalik batu kau perkasa
Menenggelamkan pikirku disudutku
Menekukku dalam hangarku
Mata hati tak terbuka
Menjelmanya akan tetap membunuhnya..