Jumat, 03 Oktober 2008

Benar atau Salah

Mentari yang terhenyak dalam kesepian abadi tak kembali sebagai malaikat bumi.Aku sang malam tanpa arti dalam gelap.Pasak hati dan tiang jiwa melewati keindahan pagi mengindahkan kebencian yang terpendam.Bukan jiwa kebenaran karna aku merintih dalam tawaku.Bukan sebuah kebijakan karna aku merasa tak adil.Jiwa separuh hilang terbuang keangkuhan yang terlampir mencadi pencacat hatiku.Aku terucap sebagai keburukan iblis yang dibenci.Memang aku bukanlah malaikat dengan cincin emas di atasku.Aku hanya sebatang kayu usang terbakar dalam kesepian.
Mungkin saja aku terdampar dalam keburukan dan kesukaran.

Sabtu, 23 Agustus 2008

Sebuah kata untuk mereka

Ingatku dalam sebuah jalur hidup yang aku tatap
Mengembalikan sebuah harapan yang telah mati tertikam kesepian
Mengatakan rahasia yang belum terukir dalam bijak nadi
Semua kata yang ku berikan tak berarti dalam sebuah keinginan bagaikan ocehan yang tak bertepi
Mungkin saja sebuah kebosanan kan di tanggalakan tuk sebuah kata bijak
Tapi suaraku hanya bergema
Wahai kau yang berbalut dengan sebuah keputusanmu
Wahai kau yang tegar dengan semua ketenanganmu
Aku ucapkan sebuah kata yang mungkin akan mematikanmu
Kan aku luapkan kata yang hadir dalam semua kebohongan dan sebuah keputus asaan
Tuk kalian yang ada
Tuk kalian yang hilang dan menghilang
aku kan kembali dengan semua yang baru
Karna aku tak perlu menangis di hadapan kalian

Jumat, 22 Agustus 2008

Tanya

Aku berjalan menelusuri pinggir kota yang berbaris dengan indah
Terhunus rasa belas pada sang kakek tua yang menyapa senja hidup dengan keindahan kesedihan
Aku langkahkan kakiku dengan berat seakan meratapi sebuah kebodohan akan penderitaan kakek tua tadi
Langkah terus ku lakukan dan semakin jelah terlihat jejak tangis para penghuni keramaian ini

Mata yang kosong dengan raga yang membutakan tangisku mencoba tuk merangkul hatiku
Tak aku dengar mereka tertawa bahagia dengan kelembutan hati
Tangis dan noda menjadi hal yang biasa tanpa mendera dan mencaci

Kemudian aku tetap jalankan kakiku menelusuri semua langkah yang semakin mengikat
Kini mataku seakan tak mau melihat dengan sebuah kesombongan....
Yaah,,mungkinkah ini sebuah keberatan terhadap suatu perbuatan???

Pagi

(Xxx)
Tergrogoti waktu dalam sepi membawat pikiran melayang berangan tinggi
Aku tahu jam pasir tak lagi berlaku di dunia ini dan aku pun lelah tuk berusha kembali karna mungkin kebebasanmu malam tadi,telah aku renggut jauh hari.

(Aku)
Jauh hari itu sebuah kisah lalu yang menekuk sendi pikiranmu dan merendahkan semua mimpimu,Tmn tak ada kesian yang harus disesalkan karna sebuah laku yang salah,tetap lah brdiri dari sebuah mimpi yang mati.

(Xxx)
Ulu hatiku tak bisa menangis karna kepedulianku brawal dari yang tahu.jika memang kau rajaku,jauh hari itu terlalu lelah tuk disesali.

(Aku)
Bukanlah hati tuk menangis bukan raja juga yang menggengmnya,sebuah kenyatan dari rasa lelah yang menepuk jiwa,pejamkan mata dan kembalilah bernyanyi tuk pagi yang menanti

(Xxx)
mungkin aku masih bisa bernyanyi pagi ini tapi ada sedikit kecewaku bukan tuk dirimu atau siapapun tapi tuk diriku.kenapa tak aku susul alunan lagu sahabatku?aku beruntung tahu setiap lakumu dan kau tau apa tentang aku.

(Aku)
Aku tak tau tetang langit dan bumi yang aku tau,aku masih di antara mereka,aku brdiri dan terjatuh pun di antara mereka,karna tuk di antara mereka tak perlu menyamakan langkah

(Xxx)
Tak perlu menyamakan langkah bukan berarti ego muncul setiap saat
aku tau dasi kupu-kupu terjerat selalu lehermu dan kau takkan bisa menyangkal untuk selalu menyamakan langkah tuk berada diantara mereka.
(Aku)
Tak ada yang harus disangkal,karna bukan sesuatu yang merah.
Bukan malam yang menjemputnya,bukan pula pagi yang mematikannya,tiap orang pun mengharapnya tapi tak tiap orang mendapatkannya.

Sebuah cerita

Mundur kesebuah percik arti hidup yang hampir terlupa karna keegoan
Mengucurkan darah kenangan yang menghilang meresap di tanah kelahiran
Semua memenuhi setiap langkah dan tujuan masa depan dengan bayangan
untuk meletakan sebuah pemikiran tuk mencoba bebas dari rasa rindu

Keindahan pemikiran yang tercipta menyembunyikan pandangan mimpi yang melekat
Dalam sebuah simfoni dan mengalun nyata
Aku terjebak dalam lingkar waktu yang tak dapat hancur

Semua seperti hukuman bagiku dan semua hukum bukan kita yang membuat
Kita hanya menjalankannya sebagai kayuh hidup yang di jalani


aaa....h,semua itu membuatku sesak dan menghimpit rasa kecakapanku
biar saja mereka mengoceh dengan semua kebusukanku

Yaaah...sebuah kebusukanku yang tercipata dari kebohongan
Aku takmampu lagi membuat sebuah kepercayaan dalam sebuah keheningan..

hanya sebuah perak semangat yang masih aku terta dalam telapak tangan yang dingin...

Aku tak sendiri...aku katakan pada mereka aku masih berdiri dan masih kan berjalan tuk kembali mengahncurkan semua kegelapanku.

Ranting

Selemba angin menggoyahkan sejulur lidah dahan yang mengayun lembut
Mendesah dan berayun mengikuti aluran yang dikehendaki
Dahan bergerak dengan sejumlah gerakan mengingat rintihan daun

Berayun berbalik dan menghancurkan semua daun yang telah tua
Ranting bersolek di dalam angin tuk berunjuk kegigihan

Dia menunjukan sejumlah raga yang kosong dan tak pernah terisi dengan kegembiraan
Walau mungkin ranting itu kelak kan patah oleh usia dia terus mencoba

Menari...menari...menari...dalam senandung kesukaran

Sekarang musim tlah berganti dan daun yang memperindahnya telah hilang
Dia mengering sekering tanah tak terirama air...

(HN:20-08-2008)

Minggu, 17 Agustus 2008

Untuk Berubah

Cahaya pagi yang aku kejar kian mendekat dengan berbisik lirih seribu rahasia

Garis lurusnya menembus daya imaginasiku hingga melampaui harapan dan hayalku

Sejenak aku terbangun tuk berjalan merangkulnya sampai aku mendapatkan sebuah kisahmu

Lintas waktu berjalan kembali mengisi ragaku dengan jiwa baru yang begejolak

Deru keinginan seolah menjadi kenyataan yang semakin dekat dan berlabuh

Semua keadaan dan sekitarku menjadi sebuah petunjuk tuk sebuah hidup baru

Ini adalah kebenaran keinginan dari lipatan hati keruhku yang cerah

Ketika ini gerak hari tak lagi kelam karna aku tak peduli dengan keindahan

Mungkin tongkat kehidupan kan menuntunku ke jalan dimana aku bisa terdiam

Mungkin juga akan membawaku ke sakitnya terjatuh

Haruskah aku sembunyi?
Haruskah aku berlari?

Haah,semua sudah tak bersisa aku hanya punya jiwa dan raga

Aku hanya akan mencoba bertahan atau mengakhiri semuanya

Aku tidak akan kalah dan aku akan menangkan semua ini

Jika semua kesempatan telah terlupakan aku masih kan tetap melakukan apa yang menjadi tujuanku (HN : 19-06-2008)

Sabtu, 16 Agustus 2008

Takkan Kalah

Cahaya pagi yang aku kejar kian mendekat dengan berbisik lirih seribu rahasia

Garis lurusnya menembus daya imaginasiku hingga melampaui harapan dan hayalku

Sejenak aku terbangun tuk berjalan merangkulnya sampai aku mendapatkan sebuah kisahmu

Lintas waktu berjalan kembali mengisi ragaku dengan jiwa baru yang begejolak

Deru keinginan seolah menjadi kenyataan yang semakin dekat dan berlabuh

Semua keadaan dan sekitarku menjadi sebuah petunjuk tuk sebuah hidup baru

Ini adalah kebenaran keinginan dari lipatan hati keruhku yang cerah

Ketika ini gerak hari tak lagi kelam karna aku tak peduli dengan keindahan

Mungkin tongkat kehidupan kan menuntunku ke jalan dimana aku bisa terdiam

Mungkin juga akan membawaku ke sakitnya terjatuh

Haruskah aku sembunyi?
Haruskah aku berlari?

Haah,semua sudah tak bersisa aku hanya punya jiwa dan raga

Aku hanya akan mencoba bertahan atau mengakhiri semuanya

Aku tidak akan kalah dan aku akan menangkan semua ini

Jumat, 15 Agustus 2008

Kelam

Menatap jauh hidup tak mati tapi hati tetap terhenti dari sepi

Aku coba memerah gerak tuk menjepit suara kesetiaan yang tergeletak suri

Perlahan jalan menghilang dari tatap mata yang kosong

Kini tak ada karya terindah yang terukir dalam dinding angkara

Tak ada suara tuk bernyanyi kebersamaan dan kebahagian

Tak ada sebuah telinga untuk mendengar jerit jejaku

Sebelum waktu mematikanku kan aku matikan semua arah semangatku

Aku bertanya tuk sebuah raga yang dulu menggenggam pasak dan nisan

Sekarang dimana jiwaku terbang dan tenggelam dalam kelam

Semuanya telah hilang tanpa goresan api mata

Aku tak ingin mengerti dan tak ingin tau tentang kepedihan yang menusuk hati ini

Hmmm,sebuah kedamaian yang dulu pernah aku harap telah tertiup badai

Seperti bunga-bunga layu yang berguguran pada musim panas

Hatiku bermusim dalam kesendirian dan berguguran pada kebodohan

Kamis, 14 Agustus 2008

Sesalku

Berlabuh dari sebuah harapan dan mimpi
Berundak kelam dan hitamnya masa lalu membuat denyut menyimpang kaku
Aku terbuang dari satu sisi jiwa yang terhenyak mati dan meninggalkan belang
Aku buta karna sebuah keegoan yang datang pada hari matinya jiwa

Sebuah cerita dan sebuah kenangan yang tercipta membuat semakin sesak
Dengan seribu ocehan yang tak menenangkan jiwaku
Menghancurkan semua harapan dan angan-anganku

Di sini aku terhampar sepi dengan sebuah palung kematian yang mendalam
Ditemani penyesalan yang mungkin tak akan pernah berujung
Sesal......sesal.....dan tangis yang berdendang mengikuti datang sebauah kebenaran

Tapi ini sebuah kebodohan yang yang mungkin tak akan pernah aku dapatkan


Karna mereka hanya mimpi...(HN:10-08-08)

Rabu, 13 Agustus 2008

(Tak bejudul)

Lambaian waktu kian menderu memutar ingatan rasa kalbu yang membeku
Aku lihat di ujung mata yang terbuka karna indahnya jiwa mentari dari hitamnya hati
Wahai kau dewi disini aku tersenyum tuk sebuah keindahan hati dan ketulusan
Wahai kau dewi yang berbalut wangi surga percikanlah cinta di atas kepalaku sampai aku menginginkanmu Aku ingin menyimpanmu dalam jauh mimpiku sebagai pelengkap hari tuaku
Entah ini sebuah lagu sendu atau hanya sebuah tangisan hatiku tapi benar ini diriku yang menyimpan rasa ragu
Kau tubuhku yang terjatuh tuk gelapnya aliran darahku,kembalilah tuk melihat sebuah nada kematianku
Kau ragaku tunjukanlah belahanmu agar aku tak menyimpan rasa kesedihanku
Aku tak pernah tau antara mimpi dan kenyataan hanya sebuah ke egoan berhias kemunafikan
Raga dan jiwaku letih jika harus jatuh pada keadaan yang kosong.

Selasa, 12 Agustus 2008

Malam yang Buta

Malam ini cahaya tak tampak tuk teman dalam hening dan duka,Malam menyambung kesepian sebagai rasa kehampaan yang terpendam mati dalam aliran nadi,Kisah malam ini jadi suatu angan yang menepikan sebuah mimpi tuk salam keindahan pagi,Tapi itu hanya nyanyian hati yang merindukan sebuah repih hati,Malamku sepi tuk sebuah hari yang mati.Malam ini sungguh menjemukan memutar rasa galau yang mati terhimpit sepi.Malam ini membenarkan bintik hitam dalam ragaku yang berhias mimpi.Malam ini membuat egoku semakin meninggi yang memancung hati.Andai saja dia mengerti akan arti sebuah mimpi.Andai dia tau rasa yang aku miliki.Kan aku sandarkan hati tuk jiwa ini yg mungkin tak kembali.Terlintas sejenak lelah yang terpapar hari tadi,dan masih terasa peluh yg mengalir dalam nadi.Terdiam aku memutar waktu tuk melepas bebanku yang terkubur dalam hati.Mungkin malam ini akan aku bebaskan semua angan dan khayalanku tuk mendapatkan sebuah mimpi baruMalam ini aku inginkan kedamaian tertancap dalam hatiku,,walau sudah tak berarti lagi.(HN : 8/08/2008)

Selasa, 22 Juli 2008

Kenangan

Setangkup rasa baru menikam kalbu dan menjejali hati,Merasuk dan mengalir dalam nadiku tuk sebuah kata malu,Kini waktu kian berlalu tertembus sinar putih yang mati & tak memberi arti dalam cinta sebagai wujud lelahkuIni kisa dalam melodi khayalan & mimpi yang kan pergi tak kembaliDimana aku yang kan mati tertusuk waktu pagi?Dimana perasaanku ini yang menghiasi hari sepi?Kuakui jejaku tak mampu memberi wangiKuakui semua kenangan tak lagi berartiMaaf jika semua aku ingkari dan jangan kamu resapi perasaanku ini yang menjulang tinggi...(HN-08)

Rabu, 09 April 2008

3 Wanita yang Berbeda

Waktu yang berlalu memberiku suatu kenangan yang berarti
3 wanita yang pernah singgah dihatiku tuk berikan sebuah mimpi

Dulu dalam usiaku yang belia aku melihat seorang wanita berselimut mimpi
Dan berjalan perlahan menapaki dunia dengan rasa sepi
Sungguh dia wanita yang mandiri dalam usianya harus mejalani rasa sepi
Hidup sederhana tanpa kemewahan dia jalani dengan senyum indah
Rumahnya hanya terbuat dari bilik bambu dan besarnya tiga kali besar kamarku
Dia tetap memberiku arti hidup yang sesungguhnya
Aku malu padanya, semangat tuk hidup lebih baik terus dia kobarkan tanpa lelah
Hari demi hari terus berlalu dan perasaanku semakin kagum padanya
Aku coba mendekatinya namun seribu elakan dia lontarkan padaku
Hatiku semakin meronta akan misteri dirinya yang menutup diri
Kucoba menjabat tangannya sampai aku tercengan merasakan salam tangan itu
Tangannya tak selembut wanita lain dan tak jauh berbeda dari tanganku
Inikah kejamnya dunia?yang memberi cobaan pada siapa saja?
Kemudian aku menikmati hari bersamanya sampai aku tahu siapa dia
Memang dia wanita yang sederhana dengan semangat yang menggelora
Dia bagaikan seluruh kebaikan wanita walau dia tak secantik dewi bulan
Hatiku semakin tak kuasa menahan rasa sayang tuk mendapatkannya
“Tya,Aku sayang padamu hari-hari yang kita lalui menoreh rasa dalam hatiku maukah kau menjadi teman kenangan hatiku?”
“Maaf dhi, yakinkah kau akan pilihan yang kau lontarkan padaku?aku hanya wanita yang tak sempurna yang terbuang dari keindahan jika kau dapat membuktikan sayangmu buktikanlah padaku aku melihat sayang itu”
“Akan aku buktikan sayangku hanya untukmu”
“Sanggupkah kau melampaui tingginya gunung yang telah ada?sanggupkah hatimu seluas samudra?dan sanggupkah kau sebijak timbangan keadilan?”
Aku merasa bagai memetik bintang dilangit yang tak akan pernah sampai
Namun rasa tekatku tuk mendapatnkanya sanggup membuktikan itu
Kutegarkan semangatku tuk memulai semua keinginanku dengan semangat sorak jiwa
Aku maju tertatih dan menahan rasa sakit diselimuti putus asa
Aku lemah dan tak berdaya seakan tak mungkin aku wujudkan semua ingginnya
Tapi bisiknya membuatku kembali berdiri kembali “Kau aku tunggu,buktikanlah”
Semakin aku kencangkan sabuk jiwaku yang telah lepas dari ragaku
Tak peduli maut atau seribu kegagalan kan menerpaku
Dengan keyakinanku aku pasti mendapatkannya samapai jiwa ini bersanding dia
Walau hanya beberapa saat bersama dirinya




Kemudian dalam nada yang tak sempurna aku temukan kembali jiwa yang telah pergi
Dia adalah anty, wanita yang penuh misteri sampai jiwaku pun tak sanggup mengungkap seribu rahasia hatinya
Dia wanita yang tak pernah aku mengerti dalam gelas kaca dan sikap hatinya
Aku rangkai jiwa ini tuk selalu bersamanya namun dia berikan noda hitam padaku
Hatiku sakit peluhku meradang dengan sebilah pisau di jantungku
Tak ada kata yang terbaik untuk ucap keadaanku hanya diam membisu
Telah aku ungkap semua perasaanku tapi dia semakin menutupi dengan selimut keegoan
Semangatku masih membara tuk mendapatkannya namun lakunya tak seindah mimpiku
Dia wanita yang tak pernah aku ungkap sekalipun dalam wujud mimpi
Tapi hatiku berkata tuk memilikinya entah itu dari sisi waktu jiwa yang merana
Aku hanya melihat garis lengkung alis dan sinar matanya yang indah
Aku terpesona dengan tatapan matanya yang menyimpan seribu misteri
Pernah aku ungkap rasa ini tapi dia tak bisa menerimaku sampai aku persiapkan semua bukti rasaku padanya
Namun dia tak memberiku tantangan untuk memmbuktikan rasaku…..
Dia seperti telah mengetahui semua hasil dari rasaku
Aku kecewa dan menagis dalam kesendirian tanpa kepercayaan
Aku katakan padanya aku takkan berhenti sebelum mendapatkannya
Tapi selimut misteri belum terbuka satu helaipun lalu dari mana aku harus mulai?
Aku putus asa dalam keterpurukan tak ada daya semangat tuk memulainya
Aku tak mengerti dengan dirinya ungkapan sebagai teman pun terlalu sulit
Sebenarnya apa yang harus aku buktikan?haruskah aku mati di depannya dan mengemis?
Ataukah aku menjadi budaknya seumur hidup?menyakitkan…..
Sudahlah lupakan itu,karna baginya itu adalah waktu yang terbuang sia-sia
Percuma aku mengungkapkan semua perasaanku padanya
Biarkan rasaku tersebar dalam rumput kering tak peduli rasa itu kan tumbuh kembali atau kan mati tuk selamanya sebagai kenangan
Tak ada yang harus aku lakukan lagi dan tak ada yang harusku harapkan lagi
Hanya sapa hangat sebagai teman darinya untukku
Ya…..sebagai temen


Nada hati ini masih sakit dengan sontakan kuat meremukan raga
Dinginnya pikiran memebekukan nadiku samapai aku sesak tuk bernafas
Namun waktu terus berlalu dan semua itu seakan berlalu hanya goresan kecil yang tertinggal dalam sebuah kenangan
Aku kemudian bernyanyi tentang seorang wanita yang kan mengisi hatiku
Aku berlari mengejarnya dan merangkak dalam keegoan yang menangis
Terjerat sesaat dengan kenangan masa lalu yang tak terlupa
Mungkin ini rasa keegoanku yang semakin dalam atau kebencian?
Aku mencoba merangkai hidup yang baru dengan beberapa waktu yang kian tertinggal
Aku temukan dia(Sheila) dalam sebuah jalan yang berliku
Dia berdiri di tepian jalan dan tak berjalan kedepan seperti menunggu keajaiban
Dia hanya berjalan mengelilingi jalan itu dan kembali ketempatnya
Seperti wanita yang tak punya semangat maju dan menggapai mimpinya
Lalu dia mencoba berdiri namun langkahnya terhenti karna batu didepanya
Aku tak mengerti dengan apa yang dipikirkannya dan aku coba mendekati
Rasa tanpa arti yang dia miliki bersemayam kuat di hatinya
Aku dekati dia tuk mendapatkannya dan tuk memilikinya
Sebenarnya aku tak tahu banyak tentang dia hanya rasa cintanya lebih kuat dari pada semangatnya yang kian surut dari kata-kata tidak mungkin
Dia bagai burung kecil yang tak mau terbang ke angkasa tuk mencari kebebasan dan berjuang dengan kerasnya kehidupan
Walau diautarakan semangat dia akan terhenti ditengah jalan dan mengungkap kegagalan
Aku tak tahu itu yang jelas dia telah menjadi miliku aku tak akan mengubahnya menjadi tegar maupun menjadi orang lain
Hanya detak waktu dan kedewasaan yang akan berjalan menumbuhkan semangat
Dia wanitaku yang cantik bagai istri raja yang anggun dengan seribu dayang
Aku hanya inggin dia melakukan hal yang tak mungkin dengan semangat
Tanpa pemikiran gagal di esok hari yang cerah
Alur lagu kian panjang dan pita suara semakin mengecil
Namun jiwaku masih terpaku dan terkapar sampai di membelaiku tuk hidup dan maju
Sheila, aku sayang padamu dan kau meluapkan semua cinta padaku aku takut jika kau kehilangan aku kau kan menangis dalam kesendiriran
Jika hidupmu jadi pendampingku tunjukan sisi lainmu bukan sebagai kekasihku…..
Ak percaya padamu kusampaikan dalam gelap dan terang dunia semua salammu
Namun jika kau merasakan sakit terus menerus karnaku injak saja diriku sampai hatimu puas
Kasih tak banyak yang aku harapkan darimu dan jika kau bertanya dengan kekuranganmu sungguh aku tak pernah menjawab karna kau sudah cukup bagiku

Minggu, 06 April 2008

Lelah

Hari ini tubuhku terbaring dalam gelisah
Mendesah dan meronta yang hanya terbuang
Sampai kecup hangat sang kekasihpun tak mampu menelan sakitku
Sakit ini terlalu erat dalam hunian hatiku membekas tajam melenakan keinginanku
Teman,kau masih tinggi tuk aku gapai dan terlalu cepat tuk jalan bersama
Teman,apakah kau tak merasakan kesedihan dalam hatiku?
Teman,sekejam itu kah kau benarkan persahabatanku?
Teman,telah aku ucapkan beribu maaf atas kesalahanku
Jangan kau diamkan aku dalam kesalahan yang berlarut..
Teman,sebelum mautku datanglah padaku tuk mendo'aknku..

Jumat, 04 April 2008

Kenangan

Saat duniamu dalam kejenuhan maka pergilah kesamping hatimu dan berdo'alah agar kau tetap di situ
tuk temukan kisah masalalu
Jika semua tentang ingatanmu telah terhapus dari hatimu diamlah sejenak dengarkan bisik redup lagunya karna mungkin kan kau temukan kedamaianmu
Tetaplah kau berdiri disitu jangan kau pergi karna kau kan bercerita tentang kenanganku
Kau ingin pergi?bawalah aku dalam pelukmu agar aku tak kehilanganmu...
Kenanganku ceritakan padaku tentang cinta yang merah itu
Kenanganku ceritakan padaku tentang kemuliaan persahabatan
Bukalah semua cerita tentang hari kematian tanpa ingatanmu dan kesepianmu
Aku sungguh berharap dengan sebuah teman dalam lamunanku...
Sekarang bisakah kau hidupkan hatiku yang tak lagi berdiri ini?

Fuck you

Hai..sudah aku katakan padamu jangan kau panggil namaku karna aku tak suka ituHai..jangan kau sentuh aku karna aku muak padamuDulu kau jilat ludahmu tanpa rasa maluDan dulu kau berkhianat hanya tuk keegoisanmuHai..kau teman dalam kebencianku membusuklah dalam kemunafikanmuAku benci melihatmu hidup bagai anjing yang mengendus kotorankuKau busuk sebusuk mayat tak bertuan...anjing busukKau memang pantas busuk di liang itu seharusnya kau tak perlu di kubur karna kau tak punya tempatHai..kau tak usah bersujud tuk mengemis padaku bukankah kau telah potong tanganku?Aku tak lagi mampu membantumu..merankak lah seperti anjing !!Aku benci penghianatan yang kau buat dalam sekejapHai..tak usah merayuku karna telingaku telah tuli untukmuPergilah jauh dariku jangan ganggu akuFuck you...anjingku

Kamis, 03 April 2008

Aku Tak Mengerti

Anty,tetap terdiam dan tak peduli padaku kaupun masih kelamkan hati tuk rasa persahabatanku
Anty,aku masih tetap tak mengerti dengan semua lakumu yang terlontar padaku
Anty,sungguh pintaku hanya benarkan semua inginmu bukan rasa acuh yang kau berikan padaku
Anty,masihkah kau ingat tentang ungkapan yang aku ucapkan padamu?
Sampai rasa itu tak pernah berarti bagimu dan aku pulang dengan rasa kecewamu
Anty,rasaku masih ada tapi semua itu tak mungkin aku ungkapkan lagi padamu karna aku tak pantas untukmu
Sungguh aku tak mengerti dengan perasaan ini karna semua itu enggan pergi
Anty,rasa itu masih duduk dalam hati dengan penantian yang tak berarti
Anty,trimakasih tuk sepenggal melodi tangis hatiku

( HN : Bukan untuk Cinta (Antie))

Puisi

Jalan di depanku sekarang telah berkelok dan terjal
Pilihan hidup semakin rumit dengan kaki yang terluka
Aku masih tetap berdiri dan tak bergerak dari tempatku hidup
Seandainya hidup itu mudah dimengerti aq tak kan pernah merasa lelah
Tapi hidup itu misteri yang menyelinap masuk ke aliran darah
Sakit aku rasakan ketika misteri itu bergejolak tanpa kasihan padaku dia potong sari hidup
Jika aku memilih tuk damai ku inginkan hidup bersama malaikat-malaikat yang rindu kedamaian
Aku masih dalam kebimbangan sampai tak mempunyai kebenaran tuk hidup

Rabu, 02 April 2008

Malam ini

Sebelum aku terlelap sandingkanlah wajahmu tuk petunjuk mimpi malamku
Aku ingin kau mendekapku & belai keningku sebagai ketulusanmu
Kasih malam semakin larut dan tubuhku lelah layu
Ingin aq memelukmu sebagai teman tidurku yang panjang dan mungkin tak berujung
Malam ini aku terasa gundah gelisah sampai mataku enggan tertutup
Kasih bisakah kau panjatkan doa tuk tenangkan tidurku?aq takut dalam keheningan yang menyambut
Kasih selamat malam tuk hariku yang kan aku jelang bersamamu...

( HN : Untukmu Sheila)

Nyanyian Tangis

Mataku masih melihat gelap yang menutup pijakkan bumi
Telingaku masih mendengar jerit tangis orang-orang yang sakit
Hatiku masih busuk karna tangis mereka tak mampu membuka naluriku
Senyum mereka yang sayup memberi makna kasih yang terlupa
Dalam pedih mereka masih tersimpan rasa ikhlas & sabar
kepada Tuhan
Aku terlalu egois tuk melupakan mereka karna jasadku seperti mereka...

Masih Lemah

Musim ini aku telah beku tapi kemarau panjang langsung mengeringkan es hati
Sampai melelapkan malaikat maut yang kan mencabut nyawaku
Seharusny aku berjalan keatas bukit agar dapat melihat nafas indahmu
Tapi semua itu hanya mimpi karna aku tak lagi mampu berdiri
Kakiku lumpuh karna kau acuhkan aku & tanganku hilang karna perasaanmu kau lempar
Sekarang semua tak berarti hanya satu jiwa sepi yang menanti
Sungguh dalam hati aku ingin kau kasihani walau hanya tuk cadar misteri...

(HN : Bukan untuk Cinta)anthie

Selasa, 01 April 2008

Penantian waktu

waktu yang hilang tak pernah tergantikan
Deras hujan dan keringnya hati menjadi tanda kehampaan jiwa
tergolek lemah tak berdaya pada satu surga

Cinta semua waktu yang tercurah tak bisa aku kembalikan
walau hanya tuk senyum indah yang melekat dalam hati
Maaf cinta jangan tambah beban rasamu simpan saja semua sedihmu
atau buang saja ke palung hati yang gelap karna aku kan datang

Lelapkan tidurmu lah kasih karna awan cinta kan menemani hari-harimu
Kuatkan hatimu sebelum kau terbenam dalam mimpi
Dan demi penantian waktu yang tak berujung tetaplah pegang rasa ini
sampai aku kembali

(HN : Untukmu Sheila)

Kembali

Aku adalah waktu yang hilang tak pernah tergantikan karna jiwa.
Deras hujan dan keringnya hati menjadi tanda kehampaan jiwa.
Aku mati tergolek lemah tak berdaya karna engkau pergi dariku.
Aku menjadi buih kosong yang menghilang karna tiupan.
Aku adalah jiwa-jiwa sepi yang engkau tinggalkan.
Kembali..kembali padaku.

Tak Sampai

Di ujung sungai hatiku terdapat muara tungkai
Yang bercabang dan bersua ke lautan biru
Hai...hatiku yang beku pecahkanlah karang itu
supaya airku bisa mengalir ke laut
Hai...Jiwaku rangkai kembali ragaku yang remuk tertimpa
batu kesombongan itu yang gelap

Rasa tak mungkinku tangisi karna cinta tlah mati
Dan cinta ini tak mungkinku kenang karna semuanya telah hancur lebur

Entah air ini turun karna kata-kata kebohongan atau kejujuran
Yang tertelan dalam sekejap kemunafikan
Munkin dirimu terlalu naif untukku cintai
dari rasa suci yang aku ungkap hanya nada sederhana yang terlontar
Sungguh hatiku sakit karna kau pertanyakan keadaanku

Kau tak membenarkan kesungguhan cintaku bagai kebohongan yang berucap
dari mulut sang pencuri yang kan mati
A..Aku bukan pendusta yang kau terka dalam keegoanmu
A..aku tau aku tak sampai menggapaimu karna aku terinjak kepercayaanmu
berguling dalam warna yang gelap tanpa arti


(Dari HN : Bukan untuk Cinta (Anthie))

Senin, 31 Maret 2008

Dia Kembali Menangis (Sheila)

Kini langit kembali gelap menyembunyikan rahasia keindahan surga dunia
Entah apa yang terjadi hatiku terasa gundah dan gelisah berdamping rasa hampa
Tidak ada hal yang aku pikirkan selain putri mahkota hatiku yang tersimpan dalam
Aku bertanya pada langit tentang raut wajah sayupnya yang terlontar kesedihan itu mungkinkah kesalahanku yang terucap kembali menusuk hati putihnya

Perasaanmu sangat lembut bagai sutra dari surga yang membalut malaikat cinta
Dan cintanmu sangat tulus bagai sinar dunia yang tak pernah redup kepadaku
Sungguh bukan maksudku tuk melukai semua perasaanmu yang tercipta untuku
Tapi ini ungkapan hati yang terbuang agar tak membusuk dalam hatiku

Tenanglah kasih jangan kau sembunyikan keindahan dalam sedihmu karna hatiku masih milikmu yang selalu menemani langkahmu ketika terjatuh
Hilangkanlah kerut yang melekat di wajahmu karna aku tak suka melihatmu tersedu
Aku inginkan kau tetap tersenyum seperti malaikat cinta yang tak menyesal dari cinta

Kan aku ucapkan kata cinta dan saying kepadamu hingga kau kembali tenang
Walau semuanya tak pernah akan mengalir seindah sungai nil dengan muaranya
Kasih jangan menangis kembali karna hatiku kan merasakan kesedihanmu
Dan bukankah aku telah mengatakan bahwa hatiku adalah separuh hatimu?

Memang kasih aku tak memberi hatiku seutuhnya kepadamu karna separuhnya telah mati terbakar waktu dan terkubur jauh dalam bumi yang munkin tak pernah kembali
Maaf jika semua ungkapan ini menyakitkan tapi ini kenyataan dari pasung maut yang tertancap keras di atas kepalaku sampai setengah hatiku membusuk

Lihatlah jauh kedalam mataku jika kau temukan kebenaran dan keyakinan padaku atas semua rasa cinta kasih yang kau dapat dengan tangis itu
Sungguh aku tak menginginkan kau menangisiku karna aku tak pantas kau tangisi
Aku hanya mengingikanmu tersenyum indah dan tetap bersinar dengan separuh hidupku……Untuk kedamaian kisah dan kematianku

( Di ambil dari buku harian HN : Untukmu Sheila)

Cintakah Dia?(Anthie)

Mentari tlah bersinar emas dengan sambutan nyanyian alam
Sejenak aku terbangun dari selembar mimpi tuk melihat sinarnya di atas bukit
Aku pandangi sinar itu bagai garis-garis waktu yang menghimpit semangatku
Kemudian aku tanyakan keresahan hatiku padanya tentang cinta yang bersembunyi dalam hati yang belum lama mati dan tersiram rasa benci

Aku bercerita kepadanya tentang wanita yang mengisi hatiku dengan duri-duri madu
Sampai hatiku terlalu manis tuk dinikmati dengan perdu
Mentari tahukah dia bahwa aku masih merindunya dalam ruang hati ini?
Tahukah dia tentang rasa yang pernah aku janjikan kepadanya?

Mentari,bagaimana cara mendapatkan setitik senyum embun dipipinya?
Rasaku tlah kering sekering semangatku tuk mendapatkanya
Tunjukan padaku tentang kesucian cinta dan mahligai bunga yang berkembang bagai angin sejuk terhirup raga sebelum rasa ini terkubur mati
Kini gelora asmara merasuk raga bagai rantai neraka yang membelit sukma

Mentari,aku tlah terluka dan membusuk hanya tuk mengejarnya dalam mimpi
Dan kini kesadaranku hilang tertelan kemunafikan dan keegoannya
Sungguh aku tak mengerti dengan garis ikat yang dia berikan kepadaku
Memasukakan semangat tuk menunggu belai sayang tu curahan hatiku
Sampai kata-katanya mencabik-cabik semua perasaanku

Aku tak mengerti dengan arti senyumannya yang terhias dalam ruang hatiku
Semakin aku lihat denyut jantungku semakin meronta tuk berdetak keras
Tapi entah jiwa cintaku tak sampai kepadanya atau rasaku tanpa keyakinan yang mudah hilang terhempas waktu?hingga keraguan menghampirinya?
Sungguh aku mencintainya dengan segenap rasa yang aku punya

Mentari,rasaku kepada wanita itu telah menjadi padang pasir dengan kaktus yang menulis namanya dan mungkin kan hilang dan terkubur tapi nama itu kan aku jaga selayaknya kenangan dalam tembikar tua selayak kenangan mahkota karma aku tak mungkin tuk membeci atau mendustainya

Karna cinta itu untuk hati……..

( Di ambil dari buku harian HN : Bukan untuk Cinta Anthie )

Untukmu (Sheila)

Aku dapat wanita setelah dia bakar setengah hatiku yang busuk
Dengan setengah hati aku coba memberinya cinta dan ketulusan
Rasa yang tumbuh sedikit bergelora walau tanpa api membara
Aku tetap mengayuh untuk dirinya

Rasanya telah dia berikan kepadakau dengan berucap cinta dan kasih
Dia lambaikan belaian cinta kebelahan hatiku yang mati
Dia mencoba menyembuhkan setengah hatiku yang terbakar

Kasih akan aku coba sembuhkan hatiku yang terbakar ini tuk dirimu
Kan aku pinta malaikat tuk membawanya ke atas surga tuk ditaburi bunga cinta
Dan kan aku pinta iblis tuk memendam rasa kelam kedasar neraka agar setengah hatiku terisi penuh dengan semua perasaan cintamu

Ini semua untukmu walau yang aku lakukan tak sebanding dengan sepercik noda yang tertinggal dihatimu dan tak pernah terhapus
Kasih aku tak berjanji dengan cinta sejati karna jika besok aku mati janji itu tak berarti
Yang aku berikan kepadamu adalah sebuah usaha tuk benarkan keadaan cinta dan ketulusan yang dating dari hati terdalam
( Di ambil dari buku harian HN : Untukmu Sheila)

Salam untuk Dia (Setya)

Pagi ini terlihat cerah dengan warna biru menyelimuti bumi dan dihiasi awan putih
Aku terbangun dalam tidur yang panjang dari kenangan mimpi yang kelam
Saat aku keluar dan berjalan terlihat warna indah di depan mataku
Aku terdiam dan terpesona melihatnya atas semua keindahanya

Dia bagai malaikat dengan sayap putih yang datang dalam mimpiku dan memberiku secangkir air suci dari surga
Aku pandangi dirinya dengan hati yang terus bertanya tentang rasa ini yang menggelora

Lekuk tubuhnya bersinar terang seakan memanggilku tuk memilikinya
Sungguh keindahannya sempurna bagiku tuk mendekapnya
Saat dia gerakan lembut gemulai tangannya hatiku seakan berkobar
Kemudian saat sinar mentari menyelimutinya sayapnya berpedar dengan warna emas
Langkah kakinya seakan menghentikan waktu dan detak jantungku

Jika saja aku mendapatkannya akan aku jadikan pengantin hatiku sampai pendamping alur lagu pengiring surgaku
Jika saja aku memilikinya akan aku berikan separuh jiwaku untuknya dan hidup bersamanya dalam semua rasa

Namun jika dia tak melihatku kan aku suarakan isi hatiku padanya agar secangkir air suci itu terisi kembali
Akan aku katakan salam untuk dia


( Di ambil dari buku harian HN : Dia Malaikatku (Setya) bag.1 )

Sheila

Selamat pagi Sheila senyum sapa aku berikan untukmu
Dengan belaian cinta yang aku rasa padamu
Selamat pagi Sheila semoga pagimu indah
Seindah semangatmu tuk mengayuh hari

Sheila cepatlah bangun dari mimpimu
Bergegaslah tuk sajak melodi yang baru
Karna lembar kisahmu harus kau isi
Jangan biarkan kosong dan tak berarti

Sheila,mulailah dengan senyum cinta
Bermakna tuk hari-hari kenanganmu
Jangan lagi kau alirkan tangis yang tak berarti
Karna aku pun akan ikut menagis dalam sepi
Sheila beri makna sepi itu sebagai ungkapan rasa cintaku
Yang mengalir indah kedalam hatimu
Sheila jagalah itu sampai titik jenuhmu
Karna aku tak berharap kau mencintaiku sampai mati

Sedikit cintamu sudah cukup berarti bagiku
Sheila aku mencintaimu tak seperti kau mencintaiku yang sepenuh hati
Rasa takutmu tuk kehilanganku membuatku terpaku
Aku tak ingin melihat kesedihan saat kau kehilanganku
Aku tak ingin melihat tangis kepergianku
Terimakasih tuk cintamu

Sheila tetaplah tersenyum tuk hari-harimu
Jangan menangis tuk diriku…….
Aku kan mencoba menjagamu.

Kematian Sang Kekasih

Terbuang dalam mimpi masa lalu
Dalam kenangan yang mengharukan sampai bermimpi tanpa tepi
Kau mimpi malam tadi yang aku temui tuk aku dapati
Kau punya arti dalam hatiku dalam kegalauan dan keangkuhan
Dalam gelap dan tawa kau akan selalu disini untukku walau kau merasa sepi
Kegalauan menabur selimut hitam hingga menggucurkan tangisku
Tersedu dan terkapar dalam kesendirian hingga kau datang menyediakan tempat indah dalam hati
Aku selalu mecari tempat untuk singgahkan egoku yang menusuk hatiku
Namun semua kenangan akan terus berjalan
Sampai malaikat terhanyut dalam mimpinya
Kasih lihat lah malaikat itu melepaskan sayapnya
Dia putus asa karna cinta belum menyentuhnya
Dia menebarkan peluh diatas tangis yang mendalam
Kasih kau cinta yang tercipta untuku dan selamanya untukku
Jika alunan waktu akan memenggalku peganglah tanganku hingga aku mati
Karna kelak aku pasti kan mati dan meninggalkan gores kenangan
Saat itulah kau kuburkan semua percik air mata yang kau rasa
Sirami aku dengan tawa dan senyumu karna wangi tangismu adalah semangat kematianku
Dengarlah dinding hatiku dalam sajak berduri yang membelit lidahkuSampai mencekik semua nadiku itu dan tetap tersenyum saat kematianku

Teman

Setangku rasa baru menikam kalbu dan menjejali hati
Merasuk masuk mengalir lembut dalam nadiku
Beralun indah berdenyut satu dengan jantungku
Tidak bermaksud naïf atau munafik tuk terucap kata-kata cengeng
Tapi ini ungkapan hatiku kepadamu yang tulus

Dulu kita tertwa dan menangis bersama dalam genggaman satu jiwa
Kau bagian tubuhku yang menggenggam semangatku
Tapi semua telah berlalu dengan kenangan lalu
Entah perasaan kehilangan yang aku miliki untukmu
Tapi inilah sebuah kesedihan untukku yang membuat luka hati dan mengahapuskan memori bersamamu

Kini setangkup rasa itu masih tersimpan dalam hatiku
Sebagai kenangan persahabatan yang melebur menjadi satu
Terimakasih teman tuk senyum manismu
Terimakasih tuk kepercayaanmu sebagai temanku

Teman bisakah aku dapatkan teman sepertimu?

Akhir Jiwa

Aku lihat jauh matanya yang meredup kesedihan
Berungkapan tangis dan kebencian
Memanjakan keegoan yang terus terdiam
Kemudian dia berdiri dengan hati yang terinjak
Dan mengalirkan rasa tertinggal yang masih sepi

Dia berharap sebuah air suci kan mengahanyutkannya
Membawa dia pergi dari sebuah pijakan yang menawan
Namun air suci itu hanya mengusap wajahnya dan tak mampu membawanya
Dia tetap berdiri dengan peluh luka yang membalut tubuhnya

Kemudian hatinya berkata ungkapan
“Lihatlah dalam mataku dan temukan semua kenanganku”
“Lihatlah aku hidup antara kenyataan dan mimpi”
“Kenyataan dan mimpi itu tak akan pernah ada yang menghentikannya”
“Tapi gelap hati telah menutup mataku dan membungkusnya”
“Sekarang aku menghuni kenangan abadi”

Dia kembali terjatuh dengan serpihan hati disampingnya
Dia terlalu lelah tuk sadar
Dia terlalu lemah tuk berdiri
Hanya matanya yang mampu berkedip tuk kenangannya
Entah tangis apa yang dia beri dalam ujung hidupnya

Kematiannya penuh dengan kesepian yang mencekam
Dalam wujud hati yang kelam jiwanya masih tersenyum
Yaaa….
Kini dia mati meninggalkan bangkai busuk
Meninggalkan bekas yang kotor…

Suka dan cinta

Aku katakan aku suka padamu…..
Rasa suka yang datang dari kebencian….
Tapi aku tak mengatakan aku mencintaimu
Artikanlah suka itu dalam sajak penghormatan
Bukan sebagai cinta yang di agungkan penganutnya
Aku menyukai bintang yang bersinar terang
Tapi aku tak kan pernah mencintainya
Karna aku tak akan memilikinya
Aku tak pernah mengatakan cinta kepadamu……
Aku khalayak keegoan yang kau ciptakan
Tapi aku adalah kesombongan yang terbuang..
Suka adalah nilai dari rasa…
Tapi cinta adalah picisan dari hati
Lupakan tentang cinta yang terdalam
Karna kenyataan pasti kan melupakannya
Dan kebencian pasti menghapusnya
Cinta terlalu sulit tuk dimengerti
Walaupun itu malaikat cinta dia tak akan pernah mengerti
Jangan kau sombongkan cinta karna kau hanya tahu kata-katanya

Kebencian

Heninglah ragaku ketika suara hatiku tak lagi berderu
Tenanglah jiwaku dari mimpi-mimpi yang rapuh,
Dalam mimpi terkenang kebusukan hidupku bagai bulu emas yang melayang
Kini kurasakan kehampaan melipat daun hidup sampai jiwaku membisu
Telah aku kejar Dewi malam sampai titik semangatku tapi hanya kesedihan dan duka yang aku dapat,lalu kemanakah kebahagiaan dan keindahan tadi?
Kemarin jiwaku bagai karang yang menebar keangkuhan tak terbatas sampai ombak meluluh lantahkanku, kini jiwaku retak sampai lagu kematian menjemput
Kesedihan untukku karena aku meletakan pisau kematian di hatiku
Apa yang kau lakukan padaku?kau memaniskan hati dengan sayatan-sayatan kebencian
Kau tabur kesombongan dan keangkuhan dalam sebuah kata
Kau acuhkan aku hanya tuk tenangkan rasa dan kau lumpuhkan sendi-sendiku sampai aku tak lagi mampu berdiri….
Memang aku bukan nyanyian yang menopang semangatmu
Aku bukan tubuh yang duduk disampingmu tuk berbagi dukamu
Aku bukan bagianmu yang membantumu berdiri dan berjalan
Aku juga bukan mata dan telingamu sebagai penuntunmu
Aku bukanlah teman,shobat,kekasih atau sodaramu yang dapat kau sentuh
Aku hanya warna pelangi yang semu
Akulah kesedihan yang terbuang,tercampakan oleh keegoan
Terusir dari rasa yang menjadi pancung keegoisan….
Sebenarnya aku sangat membencimu karena kau telah tumpahkan kesombongan
Sebenarnya aku ingin mengubur dalam hatiku
Tapi gejolak rasa dendam terus mengalir masuk ke nadi menekan jantungku
Tubuhku memanas sampai aku kehilangan kesadaran mengobarkan semangat kebencian
Hingga bertumpu pada rasa keangkuhan abadi
Aku kan pulang dengan pikiran yang kosong
Aku kan pulang dari rasa kecewa dan kesedihan
Kan aku sandarkan pikiranku dan kupandangi pikiran yang tlah kosong itu
Dan akan aku isi kembali dengan kata-kata (“aku tak akan pernah menyerah sampai rasa hatiku puas,majulah wujudkan semua dan jangan sisakan mimpi”)

Kebimbangan

Saat ini aku terdiam dan membisu
karna satu belah pisau membelat leherku
Dia membelitkan nadi yang tertancap dalam sepi
entah itu indah atau tidak namun yang aku rasa hanya
kesengsaraan yang tak berujung

Lalu aku pejamkan mata tuk sekedar merasakan
Nyanyian malaikat sang maut yang berdiri di belakangku
Hati dan jiwaku semakin keruh saat dia terus mengatakan kematianku
dengan nada yang tinggi aku terus meronta tuk pergi

Mata maut itu menekanku sampai aku terkapar
dan bermimpi entah apa itu
Ingin aku bebas dari semua ini
Tapi cengkraman nadi yang membeku semakin kuat
dan melemahkan semangatku

Kemanakah aku haru mencari perlindungan yang akan
menentramkan aku?

Minggu, 30 Maret 2008



Dunia

Kemarin dunia itu gelap
dengan selimut tajam di pundak langit
Nyaliku menciut dengan separuh semangat dalam hati
Tapi dunia semakin gelap
Meninggalkan noda hitam yang meluluh lantahkan hidupku
Aku ingin temukan malaikat bersayap tuk temani malamku
walau hanya sebagai teman tuk berdiri

Haaaaah,,kini gelap dunia seakan berlalu namun kisah sedihku tak mau meninggalkanku
dia masih bergelantungan jauh dalam hatiku dengan pisau bersebrang
Aku masih takut tuk katakan kesedihanku kepadanya
Hanya bisikan yang tak bernaluri terlontar dari rasa galau

Dunia sekarang menggeserku ketepian jurang dengan seribu cacian busuk
Dunia semakin tertawa dengan kehimpitannya
Resah gundah dan gelisah tapi ini suatu kebencian yang dulu aku sombongkan

Maaf

Sheila hari ini kau menangis lagi entah dari jiwa yang luruh atau mati
Aku hanya bisa sepi dan tak berbunyi
Sheila seharusnya aku memberi senyuman lesung dipipimu
dengan sejuk sapa yang kan tertinggal mimpi
Tapi hari ini aku telah menyayatmu dengan kata tunggal hati

Bukan itu yang aku inginkan dari percik api yang terlontar dari kata-kata mendustai
Sungguh rasaku masih tinggi tuk terbang bersamamu
walau aku akan terjatuh dan mati aku tetap genggam sayapmu

Sheila inilah aku dengan keegoan yang terpancung
dalam hati yang mungkin tak akan pergi
Sheila sungguh ini buah hati yang kau tunjukan untuk sukamu kepadaku

Sheila maafkan aku jika aku terus melukaimu....

Menanti persahabatan

Dalam hatiku kau misteri hidup
yang kini gelap dan bisu
walau Aku tetap tegarkan badanku tuk melihatmu aku tetap lumpuh karnamu
Kini gelap semakin pekat dan kau tak mmberikn stitik cahaya untuku
sampai aku terdiam dan terpaku
ya,mungkin saja aku bukan orang di sampingmu yg menemanimu dalam suka cita,tapi sungguh rasaku telah miskin tuk mengatakan kau malaikatku,kau hanya balik cermin yg tak berbayang & kau hanya segumpal daging dengan keegoan,
ya..teman,rasaku telah miskin semiskin pengemis yang tak kau kasihi sekeping pun,entah aku mati atau hidup mungkin tak berarti,kadang aku merasa benci kepadamu karena kau di slimuti keegoan tapi itu tanpa arti...Anty,telah aku pahami rasa ini sampai sayap2ku hilang..
Anty,masih aku coba memenuhi dalam hati sampai kau mengerti tetang apa yang ingin aku dapati...dan jika kau bertanya padaku kenapa aku tetap menanti...aku harap kau telah mengerti...

Tak sama

Hari ini aku telah melihat hitam adalah putih smpai kebekuan mencair karna cahaya perak..
Aku ingat putih itu berwarna dengan sambutan indah di atas kepalaku..
Dulu aku lihat bulan tertutup awan hitam tapi kini stengahnya terlihat jelas..
Lentik bulu matanya menari-nari dalam cahaya malam dan matanya menerangi gelapnya tubuhku..
Awan hitam tak lagi menyingkapkan misterinya karna dia telah brgerak gemulai,,
aku perhatikan dia dari senyum lesung di wajahnya menjadikan aku terdiam dalam lamunan..
Aku lìhat bulan itu..
dia cantik bagai peri yang menari di atas rasa cinta..tanpa kesedihan & kangkuhan..

Teman siapakah kau?mengapa kau masih bersembunyi dalam gelap...
Ku rasakan menunggu adalah hal yg menjemukan,dalam kehampaan dan kesunyian tak mampu memutar kejujuran,,teman itu smua tetap kebohongan yang tertutup jubah hitam..teman apakah kau tak merasakan kebohongan itu? haaah....
lupakan teman tentang semua kebohongan karna titik senyum tlah melekat di wajahmu..
Teman menunggu (...) sudah sampaì senja dan darahku hambir membeku..tapi hatìku masih bersuara tentang (...)
Teman bisakah kau carikan obor malam yang mampu mencairkan semua itu?

Teman,sebuah intan tak kan sama dengan emas,begitu juga permata takkan sama dengan perak...

Hanya mengisi

Aku disini terdiam tak bicara
menunggu nyanyian burung yang kian menyiksa tentang persahabatan & kebencian

Aku dalam sesal & pedih terus mengalir indah meleburkan sebuah batas kehidupan
sebuah keangkuhan yang tak terlupa dari hati yang hancur menjadi serpih2

aku berharap kau menggenggam tanganku tuk sekedar melihat telunjuku
dan memberiku senyum hangat
tapi waktu kian berlalu melupakanku dan menguburku semakin dalam

Anty,kukatakan padamu tentang kebimbanganku & semua perasaanku
yang tak pernah terjawab
smuanya mengalir dengan tenang hingga tak terasa meracuniku

Teman,selama jantungku masih berdetak aq kan disini...
Teman,mungkin ini sebuah bualan dan omongkosong
tapi inilah sebuah ungkapan persahabatan tentang keegoan pasti

Teman,aku tak berbicara tentang cinta & aku tak berbicara tentang kebencian...
Waktu yg terhempas memukul pikiranku sindiranya perlahan mendekapQ & melupakanmu,tanda bayang yg berdiri tak lagi aq dapati hnya kucium aroma wangi dr bungamu,,
Anty,kisah ni hampir layu tanpa mu smua waktu kan berlalu,kau pendamping kisahku sbgai pelengkap crita dlm hatiku hingga tertoreh dlm lembr2 kenanganku,
Anty,terbangkanlah smua inginmu krna waktu pasti berlalu & ktika kau rindu panggillah jiwaku krna kisahku blm smpurna darimu,
Anty,da satu keinginanku untuk duduk di dekatmu smpai aq lihat manis redup jiwamu walau kau terlelap tak dlm dekapku,
Anty,aq tak brharap kau jd kekasihku tapi aq brharap kau mengisi kisahku untuk pengisi keindahanku...

Keterpurukan cinta

Teman,hari kasih sayang yg mereka puja telah lewat & hari ni adlh sebuah penantian cerita indah yg hanyut..
Mereka teriakan cinta di atas maut,tapi mereka tenggelamkan kejujurn ke dasar laut,,
Teman warna merah muda mengalahkan kesucian & ketulusan yg menjadi altar cinta,,
Teman,sadarkah mereka arti putih?sadarkah mereka arti hitam?aq rasa mereka hanya sadar akn kemunafikan...
Teman aq tak menyuruhmu tuk mencintaiQ tapi aq menyuruhmu mencari arti cinta,,
Teman,carilah cintamu & sucikanlah dia dari kemunafikan agar cinta mendapat keabadian..
Teman,aq tak ingin belaskasihanmu tapi roda hati yg aq mau krn aq ingin brjalan deganmu..
Teman,maafkan aq tak bisa menunjukan wujudku yg tersikap kain hitam & membusuk..
Teman,maafkan aq tak bernyanyi tukmu krn suaraku tlah luruh..
Teman,aq tau kau tak suka padaQ dari rendahny alunan keburukan hingga teracuhkan...
Teman,bukanny aq tak ingin mengungkapmu & diriku tapi karna kau memotong nadiku..
Teman,maafkn aq jika telah melukaimu bukan maksudku tuk membeciku..
Teman,bisikan nalurimu aq ingin mendengar lantunan kebencian padaku..
Teman,jangan lah kau diam & memendam smua kebencianmu...
Teman,bicaralah dgnQ hanya tuk menunggu kematianQ
Teman,jika kau tak suka pdQ katakanlah 'aq mencintaimu' & jika kau menyukaiku ktakanlah 'aq membencimu'
Anty,hari ini aq menangis luruh karena malaikat cinta membuang panah cinta ke jurang keputusasaan,
Anty,aq terdekap dlm gelap tnpa lingkaran kasih,lihatlah malaikat cinta memotong sayapny dgn cucuran air mata tak brbelai & tracuhkan.
Anty,malaikat tu kn mati krn cinta tak lg sebuah kepastiah ketulusan hati,sekarng aq tak mengetahui knp cinta begitu sulit di mengerti.
Anty,hiduplah cintamu dgn sbuah ktulusan agar malaikat cinta tak kn mati & tebarlah cintamu k hati setiap manusia tuk keindhan hti,
Anty,aq tak peduli jika cintamu tumbuh di lain hati yg jelas aq tak ingin cinta tu hnya sbuah kta,
Anty,kenalìlah cinta dgn ketulusan hati sebagai teman dlm hati yg slalu datang menemani...

Anty,percayalah cinta sejati kan menemani hari2 sampai kau mati...bukan lalu atau nanti...