Waktu yang berlalu memberiku suatu kenangan yang berarti
3 wanita yang pernah singgah dihatiku tuk berikan sebuah mimpi
Dulu dalam usiaku yang belia aku melihat seorang wanita berselimut mimpi
Dan berjalan perlahan menapaki dunia dengan rasa sepi
Sungguh dia wanita yang mandiri dalam usianya harus mejalani rasa sepi
Hidup sederhana tanpa kemewahan dia jalani dengan senyum indah
Rumahnya hanya terbuat dari bilik bambu dan besarnya tiga kali besar kamarku
Dia tetap memberiku arti hidup yang sesungguhnya
Aku malu padanya, semangat tuk hidup lebih baik terus dia kobarkan tanpa lelah
Hari demi hari terus berlalu dan perasaanku semakin kagum padanya
Aku coba mendekatinya namun seribu elakan dia lontarkan padaku
Hatiku semakin meronta akan misteri dirinya yang menutup diri
Kucoba menjabat tangannya sampai aku tercengan merasakan salam tangan itu
Tangannya tak selembut wanita lain dan tak jauh berbeda dari tanganku
Inikah kejamnya dunia?yang memberi cobaan pada siapa saja?
Kemudian aku menikmati hari bersamanya sampai aku tahu siapa dia
Memang dia wanita yang sederhana dengan semangat yang menggelora
Dia bagaikan seluruh kebaikan wanita walau dia tak secantik dewi bulan
Hatiku semakin tak kuasa menahan rasa sayang tuk mendapatkannya
“Tya,Aku sayang padamu hari-hari yang kita lalui menoreh rasa dalam hatiku maukah kau menjadi teman kenangan hatiku?”
“Maaf dhi, yakinkah kau akan pilihan yang kau lontarkan padaku?aku hanya wanita yang tak sempurna yang terbuang dari keindahan jika kau dapat membuktikan sayangmu buktikanlah padaku aku melihat sayang itu”
“Akan aku buktikan sayangku hanya untukmu”
“Sanggupkah kau melampaui tingginya gunung yang telah ada?sanggupkah hatimu seluas samudra?dan sanggupkah kau sebijak timbangan keadilan?”
Aku merasa bagai memetik bintang dilangit yang tak akan pernah sampai
Namun rasa tekatku tuk mendapatnkanya sanggup membuktikan itu
Kutegarkan semangatku tuk memulai semua keinginanku dengan semangat sorak jiwa
Aku maju tertatih dan menahan rasa sakit diselimuti putus asa
Aku lemah dan tak berdaya seakan tak mungkin aku wujudkan semua ingginnya
Tapi bisiknya membuatku kembali berdiri kembali “Kau aku tunggu,buktikanlah”
Semakin aku kencangkan sabuk jiwaku yang telah lepas dari ragaku
Tak peduli maut atau seribu kegagalan kan menerpaku
Dengan keyakinanku aku pasti mendapatkannya samapai jiwa ini bersanding dia
Walau hanya beberapa saat bersama dirinya
Kemudian dalam nada yang tak sempurna aku temukan kembali jiwa yang telah pergi
Dia adalah anty, wanita yang penuh misteri sampai jiwaku pun tak sanggup mengungkap seribu rahasia hatinya
Dia wanita yang tak pernah aku mengerti dalam gelas kaca dan sikap hatinya
Aku rangkai jiwa ini tuk selalu bersamanya namun dia berikan noda hitam padaku
Hatiku sakit peluhku meradang dengan sebilah pisau di jantungku
Tak ada kata yang terbaik untuk ucap keadaanku hanya diam membisu
Telah aku ungkap semua perasaanku tapi dia semakin menutupi dengan selimut keegoan
Semangatku masih membara tuk mendapatkannya namun lakunya tak seindah mimpiku
Dia wanita yang tak pernah aku ungkap sekalipun dalam wujud mimpi
Tapi hatiku berkata tuk memilikinya entah itu dari sisi waktu jiwa yang merana
Aku hanya melihat garis lengkung alis dan sinar matanya yang indah
Aku terpesona dengan tatapan matanya yang menyimpan seribu misteri
Pernah aku ungkap rasa ini tapi dia tak bisa menerimaku sampai aku persiapkan semua bukti rasaku padanya
Namun dia tak memberiku tantangan untuk memmbuktikan rasaku…..
Dia seperti telah mengetahui semua hasil dari rasaku
Aku kecewa dan menagis dalam kesendirian tanpa kepercayaan
Aku katakan padanya aku takkan berhenti sebelum mendapatkannya
Tapi selimut misteri belum terbuka satu helaipun lalu dari mana aku harus mulai?
Aku putus asa dalam keterpurukan tak ada daya semangat tuk memulainya
Aku tak mengerti dengan dirinya ungkapan sebagai teman pun terlalu sulit
Sebenarnya apa yang harus aku buktikan?haruskah aku mati di depannya dan mengemis?
Ataukah aku menjadi budaknya seumur hidup?menyakitkan…..
Sudahlah lupakan itu,karna baginya itu adalah waktu yang terbuang sia-sia
Percuma aku mengungkapkan semua perasaanku padanya
Biarkan rasaku tersebar dalam rumput kering tak peduli rasa itu kan tumbuh kembali atau kan mati tuk selamanya sebagai kenangan
Tak ada yang harus aku lakukan lagi dan tak ada yang harusku harapkan lagi
Hanya sapa hangat sebagai teman darinya untukku
Ya…..sebagai temen
Nada hati ini masih sakit dengan sontakan kuat meremukan raga
Dinginnya pikiran memebekukan nadiku samapai aku sesak tuk bernafas
Namun waktu terus berlalu dan semua itu seakan berlalu hanya goresan kecil yang tertinggal dalam sebuah kenangan
Aku kemudian bernyanyi tentang seorang wanita yang kan mengisi hatiku
Aku berlari mengejarnya dan merangkak dalam keegoan yang menangis
Terjerat sesaat dengan kenangan masa lalu yang tak terlupa
Mungkin ini rasa keegoanku yang semakin dalam atau kebencian?
Aku mencoba merangkai hidup yang baru dengan beberapa waktu yang kian tertinggal
Aku temukan dia(Sheila) dalam sebuah jalan yang berliku
Dia berdiri di tepian jalan dan tak berjalan kedepan seperti menunggu keajaiban
Dia hanya berjalan mengelilingi jalan itu dan kembali ketempatnya
Seperti wanita yang tak punya semangat maju dan menggapai mimpinya
Lalu dia mencoba berdiri namun langkahnya terhenti karna batu didepanya
Aku tak mengerti dengan apa yang dipikirkannya dan aku coba mendekati
Rasa tanpa arti yang dia miliki bersemayam kuat di hatinya
Aku dekati dia tuk mendapatkannya dan tuk memilikinya
Sebenarnya aku tak tahu banyak tentang dia hanya rasa cintanya lebih kuat dari pada semangatnya yang kian surut dari kata-kata tidak mungkin
Dia bagai burung kecil yang tak mau terbang ke angkasa tuk mencari kebebasan dan berjuang dengan kerasnya kehidupan
Walau diautarakan semangat dia akan terhenti ditengah jalan dan mengungkap kegagalan
Aku tak tahu itu yang jelas dia telah menjadi miliku aku tak akan mengubahnya menjadi tegar maupun menjadi orang lain
Hanya detak waktu dan kedewasaan yang akan berjalan menumbuhkan semangat
Dia wanitaku yang cantik bagai istri raja yang anggun dengan seribu dayang
Aku hanya inggin dia melakukan hal yang tak mungkin dengan semangat
Tanpa pemikiran gagal di esok hari yang cerah
Alur lagu kian panjang dan pita suara semakin mengecil
Namun jiwaku masih terpaku dan terkapar sampai di membelaiku tuk hidup dan maju
Sheila, aku sayang padamu dan kau meluapkan semua cinta padaku aku takut jika kau kehilangan aku kau kan menangis dalam kesendiriran
Jika hidupmu jadi pendampingku tunjukan sisi lainmu bukan sebagai kekasihku…..
Ak percaya padamu kusampaikan dalam gelap dan terang dunia semua salammu
Namun jika kau merasakan sakit terus menerus karnaku injak saja diriku sampai hatimu puas
Kasih tak banyak yang aku harapkan darimu dan jika kau bertanya dengan kekuranganmu sungguh aku tak pernah menjawab karna kau sudah cukup bagiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar