Sekejap dan terpejam
Mata dunia mengembangkan sayapnya
Jiwa mati mengakurkan kesepian
Kau jiwa yang terkena pisauku
Kau raga yang menyembunyikan semangatku
Menepuk hati dan membelainya
Dalam hati tak tahu aku bertanya
Siapa dia yang aku punya
Kilangnya hanya mengambil rasaku
Membungkus kebusukan diadakan dihatinya