Sabtu, 21 November 2009

Kata yang busuk !!!

Kata itu yang membekas dalam hatiku
Kata itu yang menorehkan kebencian dan dendam
Kata yang lugu tapi menusuk ke jantungku
Kata itu memuakkan semua pikiranku

Aku tak akan mengatakan jika itu seandainya
dan aku tak menginginkan jika waktu kan kembali ke masa lalu
aku terlalu muak dengan katamu itu
Berkata hebat dalam kebusukan
Sembunyi dan enggan keluar
Apa yang kau katakan seolah - olah kuat tapi kau sembunyi dalam gelap
Aku tau kau dapat melihatku, apa karena ada sebuah belenggu bodoh itu??
Apa karena ada sebuah pemikiran busukmu itu??

Sorry teman aku berkata kasar padamu
Sorry teman jika itu keluar kepadamu
Karena semua yang aku perjuangkan tlah berubah jadi kebencianku
Mulutmu itu berkata indah dengan kebaikan
tapi lakumu tertutup dengan sebuah rahasia besar

Teman aku tak tahu apa yang membuatmu begitu
Aku tak mengerti apa yang membuatmu bersembunyi
Teman jujur aku tak suka itu
Bersembunyi dalam gelap yang memuakan

Waktu yang lama membuat buah yang seharusnya manis telah membusuk dan tak lagi berarti
Teman terserah padamu jika kau akan hidup dalam kesendirianmu
dan menghilang dariku itu tak apa, tapi maap kau pasti akan melihatku
berbeda dari hari yang dulu kau tahu
Aku akan berbeda dari hari dimana kau membenciku
Aku akan berbeda dari hari diaman kau melupakanku

Aku akan berbeda dari hari dimana keputusanmu itu....maaf teman

Adhinda

Dia terlena dengan sebuah kenangan yang kosong
Dia tergeletak dalam alunan kesedihan
Namun dalam jenuhnya itu dia akan melupakannya
Dalam kenangan hitam dia kembali bangkit

Kenangannya membuatnya bertahan
Dia kuat dengan sebelah hati dalam kebusukan
Dia tak bisa berjalan tanpa tongkat
Dia hanya perlu teman tuk memapahnya

Dia teman yang terlewatkan
Aku menyukainya.....

Ungkapanku

Kelam ini mataku terbuka
Keindahan itu aku menangis
Semuanya terbalik dalam hatiku
Aku tak mengerti jika aku harus meneruskan langkah ini
Ketika duri mati itu menepiskan keindahan

Aku masih terlipat rasa malu
Malu untuk mengungkapkan rasa ini padamu
Rasa yang aku pendam begitu lama

Rasa ini terlalu dalam dan terus bergejolak
dia ingin keluar dengan keindahanmu
Keidahan itu tak pernah sulit

Aku tak mengerti

Aku ini hanya sebuah kenangan yang terbuang
Dengan sebuah kepiluan yang membusuk
Harapan yang dulu tinggi sekarang jatuh tanpa arti
Ingin hatiku memetikmu dalam sebuah bingkai mimpi
Namun semua itu terasa tak mungkin
Dengan kecacatan yang aku derita
Aku hanya bisa memandangmu dalam kesepian

Rasa ini membuatku tersiksa

Hanya saja rasa ini seolah membungkusku dalam kepenatan
Angan ini semuanya terasa indah hanya dalam angan
Ruang gerakku semakin tersudut ketika aku didekatmu
Aku hanya ingin melihat senyummu itu
Hanya itu yang ingin aku lihat dalam binar wajahmu
Aku ingin engkau menggenggam tanganku
Perasaan ini tertuju padamu.....

Anjing

Hai njing,keluarkan lidahmu itu agar aku tau sebersih apa lidahmu
Njing aq membawa sebuah belati untuk kau jilat karena aq tak punya pengasah
Njing apakah lidahmu busuk??? karena kau tterus menjilat
Njing engkau memang penjilat tapi dirimu tak suka dijilat

Njing pernahkah kamu mendengar namamu dipanggil dengan keras
Anjing..anjing...anjing,tapi kenapa kamu diam ???
engkau bodoh atau engkau bukan anjing???
Mungkin nama yang pantas buatmu kadal
Karena kmu tak menyahut ketika orang mengatakan Anjing
Njing kamu itu terkenal sampai - sampai namamu tersohor dipelosok negriku
Njing kamu bukan manusia yang terkenal karena tampan
Bukan terkenal karena korupsi
bukan terkenal kerena kamu keji
Tapi kamu terkenal karena mereka tak mengenalmu

Njing blatiku tak setajam namamu yang mampu membunuh sesamaku
Njing belatiku mampu kamu patahkan dengan namamu
Njing namamu itu sungguh hebat membuat sekelompok orang berkucur darah
Njing siapa yang memberi namamu???

Njing taukah arti namamu itu??
Apakah kamu tidak memprotes namamu itu??
agar kamu dapat mendapat perkataan yang pas...bukan

Anjing......anjing....anjing