Aku masih menyembunyikan sebuah nama dibalik hatiku
Di lamunan yang dalam membunyikan kepedihan dan sanjunganmu
Hari cerah berubah kelam ketika senyummu tak kembali memekarkan hatiku
Iringan lagu yang syahdu membuktikan kesungguhan perasaanku
Nama itu terus melekat didasar hati dan kenanganku
Diantaranya membukakan kejenuhan karna rasa kekecewaanmu
Rayuan yang aku buat tak berarti dalam detak waktu
Aku tak mamupu berdiri lagi jika kau meluapkan keegoanmu
Harapan akan semakin kosong dan kesombongan akan menaklukkanku
Malam yang dingin akan membekukan semua rasa yang terlewatkan untukku
Ayunan nada keedihan telah menghampiri jati diri tuk mematikanku
Hiasan hati dengan kerendahannya telah hancur bersama makna cinta
Aungan kegigihan tak menunjukan kesedihan yang aku alami
Raup wajah yang tersirat teta tak mampu menyembuhkan kerinduanku
Apapun itu aku menikmati sebuah kesesakan hidu yang menjepitku
Hari akan terus berlalu dan mungkin kau akan tetap jadi rahasiaku
Aku akan tetap berdiri dengan kelumuhan hati
Rabu, 19 Mei 2010
Andai
Angin malam ini hanya sebuah jawaban dari bilah mimpiku
Dengan daun dan dahan hidup yang tak berdampingan membaurkan inginku
Hiasan kemilau dihatiku mulai padam karna tertutup keindahanmu
Indahnya kesesuaian hati ini tak lagi tergores rasa malu
Namun sebuah rasa keegoan terus membayangimu dan mengecilkan asaku
Dunia terasa semakin menekuk jiwa ragaku dan terus menenggelamkan mimpiku
Andai kau pernah tau apa yang aku rasakan padamu sejak dulu
Rasa yang telah tercipta enggan tuk aku hancurkan
Arti yang aku buat hanya menyesakkan ingatan keburukan
Harapanku tuk memilikimu terpaku puncaknya kemunafikan
Memulainya atau mengakhiri tanpa memberikan apaun yang kau mintakan
Aku tersesat dalam pikiran sebagai tonggak kerendahanku padamu
Hidup ini terasa semakin deras dan berdetak semakin kencang
Angan terus begerjolak tuk memanggilmu dari pojok kebisingan
Riak kegembiraan tak lagi terbendung oleh kesediahan
Aku semakin memuja dan memelihara mimpi keasaanku dari keheningan
Hanya tatap mata yang terlempar menghanyutkan detak nadiku
Andai engkau tahu antara kehidupan dan kematianku untukmu
Perumpamaan ini tak akan pernah terjadi dalam tulisanku
Dengan daun dan dahan hidup yang tak berdampingan membaurkan inginku
Hiasan kemilau dihatiku mulai padam karna tertutup keindahanmu
Indahnya kesesuaian hati ini tak lagi tergores rasa malu
Namun sebuah rasa keegoan terus membayangimu dan mengecilkan asaku
Dunia terasa semakin menekuk jiwa ragaku dan terus menenggelamkan mimpiku
Andai kau pernah tau apa yang aku rasakan padamu sejak dulu
Rasa yang telah tercipta enggan tuk aku hancurkan
Arti yang aku buat hanya menyesakkan ingatan keburukan
Harapanku tuk memilikimu terpaku puncaknya kemunafikan
Memulainya atau mengakhiri tanpa memberikan apaun yang kau mintakan
Aku tersesat dalam pikiran sebagai tonggak kerendahanku padamu
Hidup ini terasa semakin deras dan berdetak semakin kencang
Angan terus begerjolak tuk memanggilmu dari pojok kebisingan
Riak kegembiraan tak lagi terbendung oleh kesediahan
Aku semakin memuja dan memelihara mimpi keasaanku dari keheningan
Hanya tatap mata yang terlempar menghanyutkan detak nadiku
Andai engkau tahu antara kehidupan dan kematianku untukmu
Perumpamaan ini tak akan pernah terjadi dalam tulisanku
Langganan:
Postingan (Atom)