Kamis, 10 Juni 2010

Dia kembali

Aku terasa mati ketika kata hujat kau tikamkan padaku
Dan serpihan hati kau pendam dalam palungku
Hinaan dan kesombongan pun kau berikan jauh dalam jiwaku
Insan yang mati itu tak mampu lagi membersihkan kehitamanku
Duniamu bukan lagi duniaku.....
Anganmu bukan lagi keinginanku...

Rahasiamu memanggilku tuk tidur dalam lamunan
Asa yang hilang menggeliat dalam hati dan perasaan
Hanya sisa-sisa serpihan yang tergores di angan tadi malam
Mata terlelap karna keindahan kekosongan
Andai kau itu tahu peringatan yang aku berikan

Haaah....aku semakin sakit dengan panas diatas ragaku
Andai, nama yang tertulis dalam bekas goresan masa lalu terganti olehmu
Ruang jalanmu yang jauh aku lapangkan untuk mimpimu
Aliran darahku semakin sesak dan menjauh darimu
Hiasan dinding hatiku mulai runtuh karena kebodohanmu
Akankah itu tanda berarti lagi dihatiku
Pemberkatan dalam tanda cinta?

Rabu, 09 Juni 2010

tanpa judul

Lima waktu tiap hari terbasuh air wudlu
Membersihakan semua kejenuhan dunia untuk-MU
Kemarahan hati dan keegoan terbasuh rapi diatas air-MU
Kesucian teraliri dan mengembangkan kesesuaian hatiku

Aku hadapkan kedua tanganku tuk memohon kebesaran-Mu
Aku teku wajahku tuk menelan semua kemaluanku atas kebijaksanaan-Mu
Aku hadapkan diantara kerajaan-Mu diatas bumi dan dibwah langit
Mungkinkah ini mukzizat-Mu??

Cinta

Henting waktu terdetak..
memberikan nyanyian dalam kosongnya jiwa
Lembar-lembar warna menghias hatiku
Dengan rajutan bunga membentuk namamu

Rona wajah yang berpijar menenagkan kegelisahanku
menekuk dan memberikan arti kehidupan dari wujudmu
Khayalku selalu memberikan waktu untukmu
dalam penjagaan dan keindahan hatiku

Mungkinkah aku jatuh cinta padamu?
Mungkinkah perasaan ini untukmu??
atau hanya sebuah kelamunan palsu??
Tapi aku berharap padamu....
Berharap untuk mendekapmu dan menyayangmu
Berharap kau jadi miliku karena aku mencitaimu

Kan aku jaga kau seperti saudaraku
Menghormatimu seperti ibuku
menghargaimu sebagai seorang wanita
Dan mencintaimu seutuhnya karena kau kekasihku...

Keindahan

Lautan panas ini menjadi beku karna keindahanmu
Kegelisahan yang tertancap dalam hati menelurkan perih yang tak terobati
Tak akan ada lagi kata ibarat yang menyudutkanku
Semua hanya imajinasi dan kebodohan abadi

Aaa..h, pergi saja kau dariku yang tak berarti
Bawa semua bejana kesejukanmu yang keruh itu
Hawaku sesak menahan setiap tarikan nafasmu
Menjemukan dan melelahkan jika terus kau bodohi

Apa yang kau mengerti untuk sebuah kata maki ini??
Kebencian atau sebuah kerinduan hati??
Mungkin saja kematian yang menghampiri rasa cinta ini
Kau berpijar dalam belahan hatiku sampai terangkat mati
ya kau itu bukan peri yang menggelamkan semua mimpi
tapi kau sebuah keindahan imajinasi....