Aku terasa mati ketika kata hujat kau tikamkan padaku
Dan serpihan hati kau pendam dalam palungku
Hinaan dan kesombongan pun kau berikan jauh dalam jiwaku
Insan yang mati itu tak mampu lagi membersihkan kehitamanku
Duniamu bukan lagi duniaku.....
Anganmu bukan lagi keinginanku...
Rahasiamu memanggilku tuk tidur dalam lamunan
Asa yang hilang menggeliat dalam hati dan perasaan
Hanya sisa-sisa serpihan yang tergores di angan tadi malam
Mata terlelap karna keindahan kekosongan
Andai kau itu tahu peringatan yang aku berikan
Haaah....aku semakin sakit dengan panas diatas ragaku
Andai, nama yang tertulis dalam bekas goresan masa lalu terganti olehmu
Ruang jalanmu yang jauh aku lapangkan untuk mimpimu
Aliran darahku semakin sesak dan menjauh darimu
Hiasan dinding hatiku mulai runtuh karena kebodohanmu
Akankah itu tanda berarti lagi dihatiku
Pemberkatan dalam tanda cinta?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar