Lambaian waktu kian menderu memutar ingatan rasa kalbu yang membeku
Aku lihat di ujung mata yang terbuka karna indahnya jiwa mentari dari hitamnya hati
Wahai kau dewi disini aku tersenyum tuk sebuah keindahan hati dan ketulusan
Wahai kau dewi yang berbalut wangi surga percikanlah cinta di atas kepalaku sampai aku menginginkanmu Aku ingin menyimpanmu dalam jauh mimpiku sebagai pelengkap hari tuaku
Entah ini sebuah lagu sendu atau hanya sebuah tangisan hatiku tapi benar ini diriku yang menyimpan rasa ragu
Kau tubuhku yang terjatuh tuk gelapnya aliran darahku,kembalilah tuk melihat sebuah nada kematianku
Kau ragaku tunjukanlah belahanmu agar aku tak menyimpan rasa kesedihanku
Aku tak pernah tau antara mimpi dan kenyataan hanya sebuah ke egoan berhias kemunafikan
Raga dan jiwaku letih jika harus jatuh pada keadaan yang kosong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar