Jumat, 22 Agustus 2008

Tanya

Aku berjalan menelusuri pinggir kota yang berbaris dengan indah
Terhunus rasa belas pada sang kakek tua yang menyapa senja hidup dengan keindahan kesedihan
Aku langkahkan kakiku dengan berat seakan meratapi sebuah kebodohan akan penderitaan kakek tua tadi
Langkah terus ku lakukan dan semakin jelah terlihat jejak tangis para penghuni keramaian ini

Mata yang kosong dengan raga yang membutakan tangisku mencoba tuk merangkul hatiku
Tak aku dengar mereka tertawa bahagia dengan kelembutan hati
Tangis dan noda menjadi hal yang biasa tanpa mendera dan mencaci

Kemudian aku tetap jalankan kakiku menelusuri semua langkah yang semakin mengikat
Kini mataku seakan tak mau melihat dengan sebuah kesombongan....
Yaah,,mungkinkah ini sebuah keberatan terhadap suatu perbuatan???

Tidak ada komentar: