(Xxx)
Tergrogoti waktu dalam sepi membawat pikiran melayang berangan tinggi
Aku tahu jam pasir tak lagi berlaku di dunia ini dan aku pun lelah tuk berusha kembali karna mungkin kebebasanmu malam tadi,telah aku renggut jauh hari.
(Aku)
Jauh hari itu sebuah kisah lalu yang menekuk sendi pikiranmu dan merendahkan semua mimpimu,Tmn tak ada kesian yang harus disesalkan karna sebuah laku yang salah,tetap lah brdiri dari sebuah mimpi yang mati.
(Xxx)
Ulu hatiku tak bisa menangis karna kepedulianku brawal dari yang tahu.jika memang kau rajaku,jauh hari itu terlalu lelah tuk disesali.
(Aku)
Bukanlah hati tuk menangis bukan raja juga yang menggengmnya,sebuah kenyatan dari rasa lelah yang menepuk jiwa,pejamkan mata dan kembalilah bernyanyi tuk pagi yang menanti
(Xxx)
mungkin aku masih bisa bernyanyi pagi ini tapi ada sedikit kecewaku bukan tuk dirimu atau siapapun tapi tuk diriku.kenapa tak aku susul alunan lagu sahabatku?aku beruntung tahu setiap lakumu dan kau tau apa tentang aku.
(Aku)
Aku tak tau tetang langit dan bumi yang aku tau,aku masih di antara mereka,aku brdiri dan terjatuh pun di antara mereka,karna tuk di antara mereka tak perlu menyamakan langkah
(Xxx)
Tak perlu menyamakan langkah bukan berarti ego muncul setiap saat
aku tau dasi kupu-kupu terjerat selalu lehermu dan kau takkan bisa menyangkal untuk selalu menyamakan langkah tuk berada diantara mereka.
(Aku)
Tak ada yang harus disangkal,karna bukan sesuatu yang merah.
Bukan malam yang menjemputnya,bukan pula pagi yang mematikannya,tiap orang pun mengharapnya tapi tak tiap orang mendapatkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar