Selemba angin menggoyahkan sejulur lidah dahan yang mengayun lembut
Mendesah dan berayun mengikuti aluran yang dikehendaki
Dahan bergerak dengan sejumlah gerakan mengingat rintihan daun
Berayun berbalik dan menghancurkan semua daun yang telah tua
Ranting bersolek di dalam angin tuk berunjuk kegigihan
Dia menunjukan sejumlah raga yang kosong dan tak pernah terisi dengan kegembiraan
Walau mungkin ranting itu kelak kan patah oleh usia dia terus mencoba
Menari...menari...menari...dalam senandung kesukaran
Sekarang musim tlah berganti dan daun yang memperindahnya telah hilang
Dia mengering sekering tanah tak terirama air...
(HN:20-08-2008)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar