Jumat, 22 Agustus 2008

Ranting

Selemba angin menggoyahkan sejulur lidah dahan yang mengayun lembut
Mendesah dan berayun mengikuti aluran yang dikehendaki
Dahan bergerak dengan sejumlah gerakan mengingat rintihan daun

Berayun berbalik dan menghancurkan semua daun yang telah tua
Ranting bersolek di dalam angin tuk berunjuk kegigihan

Dia menunjukan sejumlah raga yang kosong dan tak pernah terisi dengan kegembiraan
Walau mungkin ranting itu kelak kan patah oleh usia dia terus mencoba

Menari...menari...menari...dalam senandung kesukaran

Sekarang musim tlah berganti dan daun yang memperindahnya telah hilang
Dia mengering sekering tanah tak terirama air...

(HN:20-08-2008)

Tidak ada komentar: