Senin, 31 Maret 2008

Akhir Jiwa

Aku lihat jauh matanya yang meredup kesedihan
Berungkapan tangis dan kebencian
Memanjakan keegoan yang terus terdiam
Kemudian dia berdiri dengan hati yang terinjak
Dan mengalirkan rasa tertinggal yang masih sepi

Dia berharap sebuah air suci kan mengahanyutkannya
Membawa dia pergi dari sebuah pijakan yang menawan
Namun air suci itu hanya mengusap wajahnya dan tak mampu membawanya
Dia tetap berdiri dengan peluh luka yang membalut tubuhnya

Kemudian hatinya berkata ungkapan
“Lihatlah dalam mataku dan temukan semua kenanganku”
“Lihatlah aku hidup antara kenyataan dan mimpi”
“Kenyataan dan mimpi itu tak akan pernah ada yang menghentikannya”
“Tapi gelap hati telah menutup mataku dan membungkusnya”
“Sekarang aku menghuni kenangan abadi”

Dia kembali terjatuh dengan serpihan hati disampingnya
Dia terlalu lelah tuk sadar
Dia terlalu lemah tuk berdiri
Hanya matanya yang mampu berkedip tuk kenangannya
Entah tangis apa yang dia beri dalam ujung hidupnya

Kematiannya penuh dengan kesepian yang mencekam
Dalam wujud hati yang kelam jiwanya masih tersenyum
Yaaa….
Kini dia mati meninggalkan bangkai busuk
Meninggalkan bekas yang kotor…

Tidak ada komentar: