Saat ini aku terdiam dan membisu
karna satu belah pisau membelat leherku
Dia membelitkan nadi yang tertancap dalam sepi
entah itu indah atau tidak namun yang aku rasa hanya
kesengsaraan yang tak berujung
Lalu aku pejamkan mata tuk sekedar merasakan
Nyanyian malaikat sang maut yang berdiri di belakangku
Hati dan jiwaku semakin keruh saat dia terus mengatakan kematianku
dengan nada yang tinggi aku terus meronta tuk pergi
Mata maut itu menekanku sampai aku terkapar
dan bermimpi entah apa itu
Ingin aku bebas dari semua ini
Tapi cengkraman nadi yang membeku semakin kuat
dan melemahkan semangatku
Kemanakah aku haru mencari perlindungan yang akan
menentramkan aku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar