Minggu, 30 Maret 2008

Tak sama

Hari ini aku telah melihat hitam adalah putih smpai kebekuan mencair karna cahaya perak..
Aku ingat putih itu berwarna dengan sambutan indah di atas kepalaku..
Dulu aku lihat bulan tertutup awan hitam tapi kini stengahnya terlihat jelas..
Lentik bulu matanya menari-nari dalam cahaya malam dan matanya menerangi gelapnya tubuhku..
Awan hitam tak lagi menyingkapkan misterinya karna dia telah brgerak gemulai,,
aku perhatikan dia dari senyum lesung di wajahnya menjadikan aku terdiam dalam lamunan..
Aku lìhat bulan itu..
dia cantik bagai peri yang menari di atas rasa cinta..tanpa kesedihan & kangkuhan..

Teman siapakah kau?mengapa kau masih bersembunyi dalam gelap...
Ku rasakan menunggu adalah hal yg menjemukan,dalam kehampaan dan kesunyian tak mampu memutar kejujuran,,teman itu smua tetap kebohongan yang tertutup jubah hitam..teman apakah kau tak merasakan kebohongan itu? haaah....
lupakan teman tentang semua kebohongan karna titik senyum tlah melekat di wajahmu..
Teman menunggu (...) sudah sampaì senja dan darahku hambir membeku..tapi hatìku masih bersuara tentang (...)
Teman bisakah kau carikan obor malam yang mampu mencairkan semua itu?

Teman,sebuah intan tak kan sama dengan emas,begitu juga permata takkan sama dengan perak...

Tidak ada komentar: