Selasa, 04 Mei 2010

Sejengkal saja

Sebenarnya aku tak ingin merangkai kata-kata tuk kedua kali
Menutupi keindahan hati dari cengkraman duri dan imajinasi
Dia telah pergi dari sisi dan tak akan aku harap kembali
Katamu itu telah mati dengan rasa sakit yang terus menghantui

Lihat ketika naungan kebencian melewati kemunculanku
Lihat ketika bisikan kemunafikan menelantarkan kesombonganmu
Ya, jika kau pandang matanya menggetarkan semua pelupukku
Tak akan yang akan aku hadirkan untukmu dan semua mimpimu

Jika dalam hatiku menceritakkanku dan semua kelemahanku
Maka katakan saja semua yang ada dalam benakmu
Tak usahlah kamu menyimpan sejengkal keasaan dalam kemunafikan
Namun jika dalam hatimu kau mendustaiku buang saja tongkat itu
sebagai petunjuk kematian yang akan datang padaku...sejengkal saja

Tidak ada komentar: