Senin, 03 Mei 2010

Menunggunya

Jika waktu yang sebenarnya tak lagi terekam dan tak lagi terbual
Dia dan jiwanya akan tetap terbang mengelilingku
Dan raganya akan menghangatkan semua kebekuan hatiku
Tapi sebuah kata yang lalu terpendam terlalu dalam
Sehingga dia tak lagi aku temukan di dasar hatiku yang kelam

Dia bukan kumpulan baris dawai dan juga bukan lintas mimpi
Dia hanya seorang peri dalam ingatanku yang mewarnai hati
Gerak langkahnya yang anggun menorehkan sebelah jiwa kesedihan
Hanya percikan air cinta yang sanggup aku katakan tanpa keindahan

Aku mencarinya dalam sudut mata sampai ke titik buta
Tapi hanya segaris detak jiwa yang melewati keningku
Garis itu melihatkan isi hatiku sampai dia pergi
Laguku bergejolak tuk mati dan bergemuruh tuk lenyap

Ruang kekosongan kembali tercipta dalam kesukaran
Cinta dan amarah bergolak menjadi perdu asam
Dan sebuahnya hatiku kembali tuk beku...

Tidak ada komentar: